![]() |
Nadila Indah Khoirunisa Duta Young Digital Influencer dari MTsN 2 Garut Perwakilan Jawa Barat |
5
Manfaat Young Digital Influencer dalam Dunia Pendidikan
Oleh Nurul Jubaedah,
S.Ag.,S.Pd.,M.Ag (Guru SKI di MTsN 2 Garut)
Perkembangan
teknologi, meskipun secara tidak langsung membentuk peran masyarakat, juga
turut membantu perkembangan teknologi. Manusia
membentuk teknologi berdasarkan kebutuhan, nilai, dan preferensi mereka dalam
menggunakan teknologi. Kehadiran teknologi tidak dapat dielakkan sekalipun
kondisinya tidak selalu memadai dan menguntungkan bagi munculnya bentuk-bentuk
baru organisasi sosial berbasis jaringan di masyarakat. Misalnya, kehadiran
Internet memiliki dampak yang luar biasa dalam penggunaannya di masyarakat.
Dengan
berkembangnya teknologi, istilah masyarakat virtual sendiri menjadi sesuatu
yang baru. Istilah komunitas virtual mengacu pada semua elemen yang merupakan
bagian dari suatu masyarakat, tetapi dalam hal ini masyarakat lebih mengacu
pada fungsinya daripada fisiknya (Igbaria, 1999). Munculnya media sosial (Whatsapp, Youtube, Telegram, Snack Video, Tik Tok, Twitter,
Facebook dan Instagram)
juga telah melahirkan tren baru bagi dunia digital marketing melalui
influencer.
5
Manfaat Young Digital Influencer dalam Dunia Pendidikan
1.
Sebagai
Promotor
Influencer
ini dikatakan dapat
membantu teknik pemasaran produk melalui media sosial mereka dalam hal ini produk di bidang pendidikan.
Cara para influencer
muda ini
mempromosikan suatu misi
melalui foto yang mereka
unggah ke media sosial dapat menarik orang untuk lebih sering singgah di akun
tersebut. Media yang biasa digunakan oleh influencer muda adalah
melalui foto atau
video dengan caption
atau deskripsi yang menarik.
Gambar atau konten
digunakan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan tentang suatu produk atau ajakan secara persuasif.
Salah
satu contohnya adalah jejaring sosial Instagram merupakan media yang
paling sering digunakan oleh para influencer, karena dalam jejaring
sosial Instagram, para influencer dapat langsung
berinteraksi dengan pengikutnya melalui like atau komentar, atau yang
sering disebut dengan self-mass communication (Castells, 2013). Instagram,
lahir tahun 2010, merupakan aplikasi mobile yang dapat diakses melalui mobile
atau web.
2.
Sebagai
Digital Marketer
Pemasar digital bertanggung jawab atas branding produk
yang diproduksi oleh perusahaan. Untuk membangun kesadaran merek dan
berkomunikasi dengan konsumen, pemasar digital menggunakan saluran digital
seperti email, situs web, dan media sosial.
Peran dan cara Influencer
berkomunikasi
di media sosial saat ini telah mengubah
cakrawala dan memberi setiap orang kesempatan untuk menyumbangkan suara,
perspektif, dan konten mereka, yang menjadikan pemasaran influencer unik dan
berbeda. Influencer
menekankan
pada kemampuan seseorang untuk
menyebarkan informasi kepada pengikutnya di jejaring sosial (Elli, 2017).
Influencer
ini bisa datang dari mana saja, dari
selebriti, atlet,
profesional atau duta pendidikan.
"Influencer" muda sebagai duta pendidikan adalah
individu dengan pengikut substansial di media sosial yang direkomendasikan
oleh sekolah
atau lembaga untuk mempromosikan pentingnya misi untuk disampaikan kepada
pengikut mereka, melalui produk berupa meme, gambar, video, atau poster.
Tujuannya adalah untuk meyakinkan para pengikut
untuk menerapkan
misi yang telah disosialisasikan oleh duta pendidikan tersebut.
Media sosial populer yang dipilih oleh influencer adalah Instagram,
Facebook, Whatsapp,
dan YouTube.
3.
Sebagai
Inisiator
Influencer
memiliki kekuatan untuk memengaruhi keputusan pembelian orang lain karena
otoritas, pengetahuan, lokasi, atau hubungan mereka dengan audiens mereka.
Penting untuk dicatat bahwa orang-orang ini tidak hanya alat pemasaran tetapi
juga aset relasional sosial yang dengannya mereka dapat berkolaborasi untuk
mencapai tujuan pemasaran (Kadekova dan Holiencinova, 2018). Influencer juga
seorang aktivis, terhubung dengan baik, berpengaruh, dinamis dan pelopor bagi
pengikut mereka.
Pemberi pengaruh media
sosial didefinisikan sebagai orang yang dianggap sebagai pemimpin pemikiran di platform
media sosial tentang topik tertentu yang menarik bagi mereka; Kecantikan,
Makanan, Gaya Hidup, Fashion (Bruns, 2018) Influencer adalah fenomena modern yang melihat kolaborasi mereka
dengan agen pemasaran meningkat secara dramatis sepanjang tahun.
Mayoritas influencer
termasuk dalam kategori berikut: selebriti, pakar industri dan pemimpin
pemikiran, blogger atau pembuat konten, dan mikro-influencer. Sebagian
besar pemasaran influencer sosial terjadi di media sosial, terutama
dengan microinfluencer. Profesional industri dan pemimpin opini (seperti
jurnalis) juga dapat dilihat sebagai pemberi pengaruh dan memegang posisi kunci
untuk merek berita. Dan kemudian ada selebritas, mereka adalah influencer
sejati dan mereka masih memiliki peran untuk dimainkan, bahkan jika kepentingan
mereka sebagai influencer telah berkurang.
Influencer media sosial (terutama microbloggers)
memiliki hubungan paling otentik dan positif dengan penggemar mereka. (Kadekova
dan Holiencinova, 2018). Influencer sosial membuka saluran baru bagi merek untuk
terhubung dengan konsumen secara lebih langsung, organik, dan dalam skala besar
untuk kehidupan sehari-hari mereka (Adweek). Influencer media sosial
mempromosikan merek atau
personal branding melalui kehidupan pribadi
mereka, menghubungkan mereka dengan
konsumen rata-rata.
4. Sebagai
Decider
Menurut
Ledbetter, influencer adalah pihak yang berusaha mempengaruhi orang lain untuk
mengambil tindakan tertentu, sebuah langkah yang selanjutnya dapat mengubah
arah dan isi hubungan mereka. Influencer benar-benar bertindak sebagai
penghubung utama antara merek dan konsumen. Melalui keterbukaan dan keterbukaan
terhadap konsumen, influencer memiliki pengaruh sosial yang kuat dan
kredibilitas yang membuat fenomena
influencer ini berhasil. Karena pemasaran tradisional terutama menargetkan
audiens massal, influencer memiliki kemampuan unik untuk menargetkan audiens
yang belum pernah dijangkau sebelumnya
(Ledbetter, 2017).
5. Sebagai
viral content creator
Kehadiran
eWOM (electronic word of mouth) dan media sosial telah memunculkan
istilah social media influencer
(De Veirman, Cauberghe & Hudders, 2017). Merek atau bisnis telah
menemukan bahwa bekerja dengan influencer media sosial dan pemasaran influencer
dapat menawarkan manfaat seperti dampak yang bertahan lama dan potensi
pertumbuhan viral (De
Veirman et al., 2017).
Selain itu, pemasaran influencer
dapat, dalam beberapa hal, dianggap lebih efektif daripada pemasaran
tradisional karena memungkinkan perusahaan untuk fokus pada target pasar
tertentu (Weiss, 2017). Social
Influencer yang mempromosikan merek gaya hidup paling berhasil dalam melibatkan konsumen
karena mereka otentik, percaya diri, dan terlibat dalam konten yang mereka
buat.
Simpulan
Young
Digital
Influencer
adalah fenomena di dunia digital. Kemampuan generasi
Z untuk
membangun komunitas memungkinkan mereka untuk menjadi pemimpin pemikiran bagi
pengikut media sosial mereka. Perannya
sebagai young digital influencer terlihat dalam konteks
pendidikan, di mana setiap publikasi dibuat dengan menarik. Rasa, orisinalitas,
keberanian dan risiko, komunikasi, kolaborasi dengan sesama kolega,
guru,
seniman dan tokoh masyarakat, serta konsistensi dalam membangun koneksi masih
belum terbangun. Young Digital influencer harus
memaksimalkan produk
atau misi dalam aktivitas digital mereka untuk
menciptakan peran mereka sebagai young digital influencer dan pemimpin pemikiran
bagi komunitas.
Daftar
Pustaka
Abdurrahman, N. (2019). Analisis peran dan
karakteristik social media influencer pada medium Youtube (studi kasus: channel
Youtube GadgetIn)= Roles and characteristic analysis of social media influencer
on Youtube platform case study (GadgetIn).
Nur Wilujeng, A. (2021). PENGARUH INFLUENCER
SEBAGAI STRATEGI MARKETING DI ERA DIGITAL. Pengaruh influence sebagai strategi marketing di era digital.
Syukur, M., & Salsabila, S. (2022). INFLUENCER
IMPACT; SOLUSI PRODUSEN DALAM MEMPROMOSIKAN PRODUK. Jurnal Istiqro, 8(2), 129-140.
Biodata
Nurul Jubaedah lahir di Garut,
19 Mei 1978. Mengajar di MTsN 2 Garut. Pendidikan : D1 Akuntansi (1995),
S1 PAI UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI
UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27
judul Karya Ilmiah Remaja kategori sosial budaya, menghantarkan peserta didik
juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan
Ekonomi (tingkat Provinsi), juara harapan 1 dan 2 (tingkat Nasional)
(Juli 2019-September 2021), guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021),
lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 4
buku solo, 20
buku antologi (Januari-Juli
2022). Memiliki 540
konten pendidikan di canal youtube dan 100 artikel (Oktober 2021-Agustus 2022). Blog
: http://nuruljubaedah6.blogspot.com/. Instagram (nj_78). Email : nuruljubaedah6@gmail.com. Whatsapp : 081322292789.