Senin, 18 April 2022

(22) Literasi Cinta

Literasi Cinta

(Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag., S,Pd., M.Ag Guru Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN 2 Garut)

"Kalau kamu bukan anak raja, dan engkau bukan anak ulama besar maka jadilah penulis". (Imam Al-Ghazali).

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian". (Pramoedya Ananta Toer).

Kutipan dari Imam Al-Ghazali dan Pramoedya Ananta Toer memberikan pemahaman kepada kita bahwa manusia, siapapun kita apapun yang kita miliki apabila ia menulis maka ia akan menjadi dirinya sendiri yang diakui oleh lingkungan di mana ia berada, tulisannya akan abadi meskipun raganya telah pergi dan tak kembali. Setinggi apapun pendidikannya jika tidak menulis maka ia akan hilang dalam masyarakat. Dengan menulis seseorang akan dikenal dalam keabadian tentang kecerdasan dan pengetahuannya. Apalagi kalau ia berani menulis buku maka berbahagialah engkau!

Mengapa Menulis itu Penting?

1. Menulis : Kebebasan Jiwa

Menulis adalah kebebasan jiwa. Ketika menulis maka saya sedang menjadi diri saya sendiri tidak ada yang mengatur-ngatur,  mendikte, mendominasi apalagi menjajah dan membantai ide. Ingat! penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan. Bebaskanlah jiwamu, merdekakanlah pikiranmu, tuangkanlah idemu, curahkanlah gagasanmu menjadi karya dalam tulisan yang penuh makna dan bersejarah sehingga namamu akan dikenang oleh setiap generasi. Jiwa yang bebas akan mengahsilkan karya yang lepas dan berkarakter. Menulislah!

2. Menulis : Ruang Ekspresi

Menulis menuangkan semua perasaan dan logika sehingga berjalan secara seimbang. Menulis memerlukan perasaan bahagia, semangat, gairah, tenang, dan nyaman. Menulis mampu meningkatkan kepekaan rasa, ketajaman berpikir, keselarasan jiwa yang menyatu menjadi sebuah harmoni,  bahkan menulispun bisa menggambarkan antonim dari semua perasaan di atas seperti kemarahan, kekecewaan, perbedaan pendapat, kesedihan, kehilangan, kehampaan, putus asa, stress, bahkan bisa menghipnotis para pembaca karena untaian kata-kata  bisa menjadi magic dan bumbu penyedap tentunya jika menulis diimbangi dengan banyak referensi yang bisa kita percaya.

3. Menulis : Idealisme

Menulis adalah wadah idealisme yang tak tersalurkan. Ide yang saya tuangkan adalah media penyaluran aspirasi, apresiasi, dan inspirasi secara mandiri tanpa ada campur tangan pihak manapun. Komentar dan koreksipun sesuai dengan kebutuhan saya, tidak ada penekanan ataupun tendensi. Semakin ideal sebuah karya maka semakin memenuhi syarat dalam memproduksinya. Yakinlah jika kita memiliki keinginan yang kuat dan konsisten dalam menulis maka semua akan berjalan dengan lancar dan prosesnya akan terasa semakin mudah.

4. Menulis : Kenyamanan

Menulis adalah kenyamanan, keindahan perasaan yang membuat jiwa bisa bersandar didalamnya. Kenyamanan membuat efektivitas kerja meningkat pesat. Kenyamanan menjadi media keberhasilan dalam menghubungkan ide, wawasan, cara pandang, strategi, dan teknik yang terintegrasi secara balance. Jika hati telah terpaut pada kenyamanan maka dimanapun dan kapanpun otak akan semakin tajam untuk berpikir jernih dan produktif.

5. Menulis adalah kemandirian

Menulis adalah kemandirian, menulis bukanlah sebuah institusi yang memiliki sistem yang terkadang kebijakannya bisa menguntungkan bahkan bisa merugikan masa depan. Menjadi penulis saya mampu berfikir mandiri karena keberadaan saya merasa diakui (self recognized). Ciri kemandirian dalam berfikir ditandai dengan cara berfikir abstrak, keyakinan yang dimiliki berbasis ideologis, keyakinan-keyakinan semakin mendasar pada nilai-nilai diri sendiri bukan orang lain. Menurut Maryam (2015), kemandirian adalah perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasi hambatan/masalah, mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain.

6. Menulis : Mengenali diri sendiri

Anjuran mengenali diri sendiri dalam agama sangatlah penting. Menulis berarti mengenali diri sendiri,  setiap tulisan yang tertuang itulah jiwa, pikiran, dan cermin diri. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Kimiya’ As-Sa’adah menjabarkan, mengenali diri sendiri merupakan kunci untuk mengenali Allah SWT lebih dekat. Mengenali diri sendiri merupakan salah satu jalan mendekat kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bahkan pernah bersabda:

 من عرف نفسه، فقد عرف ربّه “

Man arafa nafsahu faqad arafa Rabbahu,”. Yang artinya: “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”  

7.  Menulis : Menyalurkan Cita-cita

Secara pribadi, menulis karya ilmiah memang persyaratan untuk KNP ke 4b tapi, ada yang jauh lebih penting dari itu. Menjadi penulis adalah cita-cita lama saya yang baru muncul ke permukaan setelah sekian peristiwa datang membungkam sejuta asa. Biarkan saja mengalir dan saya mengucapkan terima kasih banyak karena peristiwa pahit sudah mengembalikan saya seperti apa yang saya tunggu. Menulis adalah bagian dari cita-cita saya sejak lama.

8. Menulis : Media yang baik untuk menyimpan karya tulisan

Selain menjadi content creator You Tube (540 konten pendidikan), menulis di website atas nama Nurul Jubaedah juga menjadi bagian penting dari media kreativitas. Tulisan yang telah saya rapikan sudah saya upload sejak tahun 2017 namun karena tidak konsisten dalam menulis akhirnya banyak link yang lupa password akhirnya saya membuat lagi website yang ke-4x-nya pada tahun 2022. Alhamdulillah sekarang selain disimpan secara online saya selamatkan karya-karya saya menjadi  10 buku antologi dan masih terus menulis sampai target 50 buku antologi tahun 2023. Tahun berikutnya saya ingin memiliki buku solo makanya saya akan berusaha untuk tetap konsisten dalam menulis karya. Bismillah.

9. Menulis : Mengumpulkan informasi

Seseorang menulis mempunyai ide, gagasan, pendapat, atau sesuatu hal yang menurutnya perlu disampaikan dan diketahui orang lain. Kondisi ini akan memacu seseorang untuk mencari, mengumpulkan, dan menyerap informasi yang diperlukannya. Untuk keperluan itu, ia mungkin akan membaca, menyimak, mengamati, berdiskusi, berwawancara. Bagi penulis, perolehan informasi itu dimaksudkan agar dapat memahami dan mengingatnya dengan baik, serta menggunakannya kembali untuk keperluannya dalam menulis. Implikasinya, dia akan berusaha untuk menjaga sumber informasi itu serta memelihara dan mengorganisasikannya sebaik mungkin. Upaya ini dilakukan agar ketika diperlukan, informasi itu dapat dengan mudah ditemukan dan dimanfaatkan. Motif dan perilaku seperti ini akan mempengaruhi minat dan kesungguhan dalam mengumpulkan informasi serta strategi yang ditempuhnya.

10. Menulis : Sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan dan mengasah kecerdasan

Menulis dengan apik membutuhkan referensi yang  lengkap dan akurat. Saat menulis maka kitapun otomatis sambil membaca karya orang lain nah disitulah ilmu kita bertambah, wawasan menjadi semakin luas, kosa kata semakin banyak untuk memperindah tulisan yang kita ciptakan. Menulis yang baik akan menghasilkan bacaan yang renyah sehingga pembaca akan menikmati hasil karya kita.

Membaca adalah jendela dunia, begitu kata pepatah. Menulis adalah kemampuan yang lebih tinggi dari membaca karena dengan menulis maka kita  mampu menuangkan apa yang ada dalam hati dan pikiran. Menulis adalah suatu aktivitas yang kompleks. Kompleksitas menulis terletak pada tuntutan kemampuan mengharmonikan berbagai aspek yang meliputi (1) pengetahuan tentang topik yang akan dituliskan, (2) penuangan pengetahuan itu ke dalam racikan bahasa yang jernih, yang disesuaikan dengan corak wacana dan kemampuan pembacanya, dan (3) penyajiannya selaras dengan konvensi atau aturan penulisan.

11. Menulis : Sebagai sumber penghasilan.

Meskipun untuk saat ini saya belum bisa menghasilkan uang secara langsung tapi catat ya, saya bisa maju ke 4a dalam waktu dua tahun setengah dikarenakan saya rutin menulis karya ilmiah untuk Kenaikan Pangkat (KNP). Saya mendapat poin tinggi dari ranah pengembangan diri. Setelah SK IV-a ada di tangan saya, saya menerima banyak uang rapel yang jumlahnya 3x lipat gaji bulanan. Jejak ini saya lanjutkan kembali untuk menyambut IV-b agar bisa terpenuhi tepat waktu melalui persiapan yang matang sejak sekarang.

12. Menulis : Dianggap sebagai salah satu hobi yang berkelas.

Menulis mampu membiaskan intelektual yang dalam dan memantulkan aroma smart vibes.  Tidak semua orang rajin menulis, tidak setiap karya ditekuni secara konsisten. Saya mulai hobi menulis sejak tahun 2017 namun tidak produktif. Mulai Januari 2022 saya mulai  menulis kapanpun dan di manapun secara kontinyu, memakai laptop maupun HP. Tidak ada episode melamun apalagi galau, menulis selagi sehat, apapun mudnya saya akan tetap tuangkan dan curahan melalui tulisan. Menulis bagi saya bisa menghindarkan diri dari stress karena apa yang ada dalam fikiran tersalurkan melalui untaian kata yang harmonis.

13. Menulis Mengembangkan Daya Inisiatif dan Kreativitas

Seseorang mesti menyiapkan dan mensuplai sendiri segala sesuatunya. Segala sesuatu itu adalah (1) unsur mekanik tulisan yang benar seperti pungtuasi, ejaan, diksi, pengalimatan, dan pewacanaan, (2) bahasa topik, dan (3) pertanyaan dan jawaban yang harus diajukan dan dipuaskannya sendiri. Agar hasilnya enak dibaca, maka apa yang dituliskan harus ditata dengan runtut, jelas dan menarik.Semakin kreatif seseorang menuangkan idenya dalam tulisan maka ilmunya akan semakin tajam, wawasannya akan semakin luas, dan yang pasti hidupnya akan lebih bermanfaat dan memeliki produktivitas yang tinggi.

14. Menulis Menumbuhkan Keberanian

Seorang penulis harus berani menampilkan pendiriannya ketika menulis, termasuk pemikiran, perasaan, dan gayanya, serta menawarkannya kepada publik. Konsekuensinya, dia harus siap dan mau melihat dengan jernih penilaian dan tanggapan apa pun dari pembacanya, baik yang bersifat positif ataupun negatif. Keberanian yang ia tawarkan kepada pembaca dan menerima respon baik dalam bentuk komentar yang standar maupun pro dan kontra akan membentuk pribadi yang matang, dewasa, dan realistis. Ia akan siap maju secara kompettitif dalam dunia yang terkadang sekalipun menyeramkan.

13. Menulis : Literasi Cinta

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis debu beralih emas keruh menjadi bening sakit menjadi sembuh penjara menjadi telaga derita menjadi nikmat dam kemarahan menjadi nikmat. Cinta jangan hanya dimaknai kepada kekasih saja. Mari kita tumbuhkan cinta saat menulis, mari menulis dengan hati, mari menulis dengan jiwa, mari menulis dengan cinta. Goresan pena akan menjadi prasasti dan literasi bagi para generasi. Saya bukanlah penulis profesional tetapi, menulis mampu membuat hati menjadi rapi dan menjadi lebih hati-hati. Bagi saya, menulis adalah literasi Cinta.

Daftar Pustaka

Elina Syarif, Zulkarnaini, Sumarno. 2009. Pembelajaran Menulis. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional,

Maryam, Siti. 2015. Kemandirian Belajar. Bandung: Sinar Baru.

M. Atar Semi. 2007. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Bandung : Angkasa,

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja kategori sosial budaya, menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (tingkat Provinsi), juara harapan 1 dan 2 (tingkat Nasional)  (Juli 2019-September 2021), guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 14 buku  antologi (Januari-April 2022). Memiliki 540 konten pendidikan di canal youtube dan website : 20 artikel (Oktober 2021-April 2022). Instagram (nj_78).

(21) 3 Fakta menarik PJJ untuk Generasi Z


(Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag, Guru SKI di MTsN 2 Garut)

Mengapa saya memilih judul ini untuk generasi Z?. Alasanya adalah karena pekerjaan saya yaitu mengajar Sejarah Kebudayaan Islam di kelas VIII sebanyak tiga kelas dan di kelas IX sebanyak sembilan kelas. Meraka rata-rata berusia 14-15 tahun maka peserta didik saya termasuk generasi Z (kisaran usia 10-27 tahun). Pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung sejak bulan Maret tahun 2020 sampai pertengahan bulan Maret tahun 2022, kok bisa pas ya dua tahun lamanya?. Selama dua tahun inilah para guru dan peserta didik khususnya di Indonesia harus beradaptasi dengan dunia digital. Dalam rentan waktu tersebut juga sempat diselingi oleh pembelajaran campuran (blended learning) yang disesuaikan dengan level atau status covid-19 di daerah masing-masing.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan suatu media yang memungkinkan adanya interaksi antara peserta didik dan guru. Interaksi yang dimaksud adalah interaksi antara peserta didik dan guru tidak bertatap muka secara langsung seperti pembelajaran biasanya yang dilakukan di dalam ruang kelas atau ditempat yang sama. Namun interaksi dalam Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilakukan tidak bertatap muka secara langsung yang artinya peserta didik dan guru berada dalam tempat yang berbeda, bahkan dalam jarak yang sangat.[1] Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh kehadiran peserta didik dan guru tidak selalu bersifat hadir secara fisik bersamaan di ruang kelas. Pelaksanaannya juga dapat berupa sepenuhnya menggunakan sistem jarak jauh (hybrid) maupun campuran atau kolaborasi dari pembelajaran jarak jauh dan dengan pembelajaran di ruang kelas (blended) (Setiawan, 2020)

Generasi Z adalah generasi sesudah mereka yang terlahir antara 1995-2012. Generasi Z saat ini memasuki usia sekolah dan atau awal perkuliahan. Generasi Z terlahir pada zaman ketika teknologi informasi sudah sedemikian maju. Sedari kecil mereka sudah familiar dengan laptop, internet, wifi, dan ponsel pintar. Berdasarkan sebuah statistik, rata-rata dalam sehari Generasi Z menghabiskan waktu 10 jam untuk daring (online). Sedangkan Generasi Milenial hanya menghabiskan waktu sekitar 7,5 jam sehari. Generasi Z lebih banyak mempergunakan platform media sosial yang menyediakan konten hiburan, seperti Instagram, Youtube dan TikTok. Generasi Z hidup dalam dua alam (fisik & maya) tak membedakan realitas diantara keduanya. Mereka melihat dunia maya sama pentingnya dan sama nyata dibandingkan dunia fisik.[2]

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memiliki beberapa fakta menarik bagi generasi Z yang perlu kita ketahui bersama, berikut penjelasannya :

1.      Mengasah kemampuan Literasi Digital

Generasi Z yang lahir di era teknologi akan semakin siap dalam menghadapi era society 5.0. Pandemi mampu mempercepat adopsi teknologi digital terutama di bidang pendidikan. Mereka harus memahami Understanding digital footprints yaitu kemampuan memahami jejak digital mengenai semua informasi yang ditinggalkan seseorang secara pasif dan dibagikan secara aktif tentang diri mereka sendiri secara daring, terutama di laman media sosial. Peserta didik juga harus memahami protecting yourself online yaitu memahami dasar-dasar keamanan internet yang membuat password yang kuat, menggunakan pengaturan privasi, dan mengetahui apa yang tidak boleh dibagikan di media sosial.

Kemampuan terakhir yang perlu dikuasai dan dipahami yaitu cyberbullying dan penyebaran hoax. Penggunaan teknologi sebagai sarana untuk melecehkan orang lain telah menjadi kejadian sehari-hari khusunya di Indonesia. Literasi digital di sekolah mampu membuat siswa, guru, tenaga kependidikan dan kepala sekolah, memiliki kemampuan untuk mengakses, memahami, serta menggunakan media digital, alat komunikasi dan jaringannya. Hasil Riset berikut ini dapat disimpulkan: [3]

1.    Indonesia menempati ranking ke-29 dalam hal ketidaksopanan di dunia maya. Dengan tolak ukur “semakin rendah rankingnya, semakin tinggi tingkat ketidaksopanannya”

2.    Berdasarkan kualifikasi usia, milenial dan generasi Z merupakan usia yang paling sering mengalami tindak cyberbullying. Usia kedua kelompok ini dimulai dari usia 41 tahun – 21 tahun, di mana golongan ini termasuk dalam kategori dewasa – anak muda.

3.      Anak muda menjadi subjek utama dalam penyebaran kasus cyberbullying. Dilihat dari tingginya persentase jumlah anak muda yang mengalami kekerasan ini. Beberapa kasus yang terjadi juga menunjukkan bahwa korban bisa sekaligus menjadi pelaku. 

4.      Tindak cyberbullying dilakukan oleh 48% orang asing dan 24% terjadi dalam satu minggu. Artinya, 52% dilakukan oleh orang yang kita kenal, seperti rekan kerja, teman, pasangan, dan keluarga. Selain itu, laju perkembangan kasus ini juga cepat meningkat hanya dalam waktu satu minggu saja.

5.      Dari hasil riset U-Report Indonesia, 71% kekerasan digital terjadi di media sosial, di mana pengguna internet semakin banyak, namun penanganan kasus kriminal dan sosialisasi mengenai kasus dunia maya ini masih kurang efektif, serta rendahnya kesadaran akan bahaya cyberbullying.

6.      Pemerintah dan anak muda adalah dua subjek yang paling berpengaruh untuk menurunkan tingkat kriminalitas dalam dunia digital.

 

Sebagai peserta didik generasi Z yang kritis dan dinamis sudah saatnya kita sendiri yang mulai menyadari racun dari tindakan cyberbullying ini. Gunakanlah jempol untuk melakuka untuk hal positif,  jejak digital akan susah dihapus dan akan terlihat oleh anak dan cucu kita,  jangan takut untuk speak up dan melapor ya. Asahlah kemampuan literasi digital kamu sejak dini, tinggalkan kegiatan yang sia-sia yang hanya menghabiskan waktu untuk sekedar main game sampai lupa segalanya. Amalkanlah firman Allah SWT berikut ini yang artinya : Demi waktu. Sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih serta saling menasihati tentang kebenaran dan kesabaran”. (QS Al Ashr : 1-3)

2.     Fleksibel, Efektif dan Efesien

Para pelajar memiliki kebebasan untuk mengatur kecepatan belajar mereka, menentukan tenggat waktu mengumpulkan tugas atau bahkan mengatur jadwal ujian mereka (flexibel). Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat menghemat waktu dan uang karena para pelajar tidak pergi ke sekolah sebagai penggantinya bisa menggunakan paket hemat kuota atau WIFI dan kualitas kegiatan pembelajaran daring menjadi semakin efektif.

Guru dituntut untuk merancang pembelajaran daring yang ringan dan efektif dengan memanfaatkan perangkat atau media daring (online) yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Whatsapp Group cocok digunakan bagi pelajar daring pemula khususnya yang berada di daerah dan memiliki keterbatasan kemampuan handphone. Disamping itu pilihlah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan guru dan peserta didik. Tidak semua aplikasi bisa digunakan begitu saja. Sangat efektif jika guru mengajar dengan aplikasi zoom meeting namun harus diperhatikan juga masalah jaringan atau signal.

Guru berhasil dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi Covid-19 jika guru mampu melakukan inovasi dalam merancang, dan meramu materi, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode. Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang guru untuk dapat memotivasi siswanya tetap semangat dalam belajar secara daring (online) dan tidak menjadi beban psikis.

Kesuksesan pembelajaran daring selama masa Covid-19 ini tergantung pada kedisiplinan semua pihak. Oleh karena itu, pihak sekolah/madrasah di sini perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring (online). Hal ini dilakukan dengan membuat jadwal yang sistematis, terstruktur dan simpel untuk memudahkan komunikasi orangtua dengan sekolah agar putra-putrinya yang belajar di rumah dapat terpantau secara efektif.

Pembelajaran daring sebagai solusi yang efektif dalam pembelajaran di rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, physical distancing (menjaga jarak aman) juga menjadi pertimbangan dipilihnya pembelajaran tersebut. Kerjasama yang baik antara guru, siswa, orangtua siswa dan pihak sekolah/madrasah menjadi faktor penentu agar pembelajaran daring lebih efektif.

3.     Hubungan orang tua dan anak menjadi berkualitas

Kasih sayang dan kehangatan keluarga merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan mental dan fisik para pelajar, inilah saat yang tepat untuk meningkatkan kualitas hubungan antara orang tua dan anak juga bersama anggota keluarga lainnya. Kerja sama dalam mengikuti pembelajaran daring (online) sangat diperlukan sehingga orang tua bisa merasakan bagaimana suka duka menjadi orang tua sekaligus menjadi guru, menarik bukan?

Selain itu, kualitas hubungan antara orang tua dan anak akan semakin erat karena orang tua dapat lebih intensif dalam mengajarkan norma-norma yang berlaku di masyarakat, norma pertemanan, norma agama, norma sosial bahkan jika perlu orang tua memberikan gambaran kepada anak mengenai norma hukum yang berlaku. Keutuhan orang tua juga merupakan salah satunya untuk mendukung pendidikan seorang anak, karena itu akan membuat seorang anak merasa mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi seorang anak yang tidak memiliki orang tua yang utuh masih bisa mendapatkan pendidikan yang layak bahkan ada yang berhasil melampaui anak yang lahir dari keluarga utuh.

Banyak juga anak dari keluarga yang mempunyai orang tua yang utuh, ekonominya bagus, dan pendidikan orang tua yang tinggi tetapi tidak pernah mendapatkan bimbingan dan arahan dari orang tuanya sehingga mereka menjadi anak yang kurang kasih sayang dari orang tuanya serta tindakan yang dilakukannya tidak bisa terkendali dan tidak terkontrol, maka dari itu peranan orang tua di dalam keluarga yang paling dominan atau menonjol adalah sebagai penanggung jawab kepada anggota keluarganya, diantaranya pendidikan karena dengan memperoleh pendidikan maka seorang anak akan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk agar tidak terjerumus dalam kemungkaran.

 

Selain fakta menarik, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ternyata memiliki beberapa kendala seperti (1) Kemampuan guru dalam mengorganisasikan materi terdiri dari dua tahap, yaitu memilih dan menyusun materi pembelajaran secara garis besarnya saja atau materi essensial jadi tidak harus ideal seperti pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, (2) Masalah yang dihadapi para siswa terkait dengan media pembelajaran selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah masih banyak siswa yang belum mampu menggunakan aplikasi daring (online) untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu, tidak semua peserta didik yang mempunyai smartphone untuk mengikuti pembelajaran, hal itu dikarenakan latar belakang para peserta didik yang berbeda-beda, ada yang memiliki perekonomian baik dan ada yang kurang mampu sehingga masalah media yang digunakan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih perlu penyesuaian dengan keadaan para peserta didik. (3) Peserta didik yang tidak memiliki orang tau utuh atau salah satunya meninggal dunia atau dibesarkan oleh keluarga yang kurang tepat maka hal ini akan menghambat terhadap jalannya kegiatan pembelajaran daring karena karakter yang terbentuk menjadi tidak disiplin karena anak kurang perhatian dari lingkungannya.

Fenomena grup kelas daring pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sedang trend pada masa pandemi covid-19 mengakibatkan terjadinya beberapa kasta digital. Apa itu kasta digital?, mari kita simak penjelasannya sebagai berikut: (1) Peserta didik yang memiliki fasilitas lengkap dan berkecukupan seperti memiliki handphone atau laptop, kuota atau Wi-Fi, dan fasilitas lainnya yang bisa menunjang pembelajaran daring menjadi lancar, aman, dan tertib. (2) Peserta didik yang memiliki handphone atau laptop, namun handphonenya memiliki keterbatasan dalam mengunduh aplikasi maupun platform digital seperti pdf, e book, video, link YouTube, website, power point, atau aplikasi lainnya untuk mengikuti belajar daring kecuali foto atau screenshot yang bisa dibuka bahkan kuotanya pun terbatas seperti kuota chat saja. (3) Peserta didik yang tidak memiliki handphone atau laptop atau yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Sebagai guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sikap saya dalam menghadapi fenomena tersebut adalah laksanakanlah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sesuai dengan aturan dalam sistem pembelajaran merdeka belajar. Merupakan gebrakan yang sangat menantang kecerdasan IPTEK bagi peserta didik yang bergairah dalam mengikuti perkembangan zaman pada masa pandemi covid-19 seperti halnya membuat video presentasi virtual yang elegan dan modern lalu diupload ke beberapa media sosial yang bisa memberikan inspirasi bagi guru atau peserta didik lainnya baik lintas sekolah maupun lintas nasional bahkan orang awam pun kini bisa sambil belajar dari apa yang mereka sampaikan dalam presentasi virtual yang sudah diupload di canal youtube.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bisa dilaksanakan melalui zoom meeting, webex, teams, google classroom, whatsapp, e-learning, dan masih banyak lagi. Satu hal yang harus dicatat adalah kita harus peka terhadap kemampuan peserta didik baik dari segi ekonomi, kemampuan IT, ataupun latar belakang keluarga mana yang fokus dengan pendidikan anak. sehingga kecerdasan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran bisa dicapai secara ideal sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama.

 

Daftar Pustaka

Hadion Wijoyo dkk. ( 2020). Generasi Z & Revolusi Industri 4.0 Penulis : Hadion Wijoyo, Penerbit CV. Pena Persada Redaksi : Jl. Gerilya No. 292 Purwokerto Selatan, Kab. Banyumas Jawa Tengah

Munir. (2009). Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta.

Prawiyogi. (2020). Anggy Giri dkk. Efektifitas Pembelajaran Jarak Jauh Terhadap Pembelajaran Siswa Di SDIT Cendekia Purwakarta. JPD:Jurnal Pendidikan Dasar.

Cyberbullying: Racun Social Media di Indonesia | Profesi Online (profesi-unm.com)

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja kategori sosial budaya, menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (tingkat Provinsi), juara harapan 1 dan 2 (tingkat Nasional)  (Juli 2019-September 2021), guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 14 buku  antologi (Januari-April 2022). Memiliki 540 konten pendidikan di canal youtube dan website : 20 artikel (Oktober 2021-April 2022). Instagram (nj_78).


[1] Prawiyogi, A Purwanugraha, G Fakhry, M Firmansyah Jurnal Pendidikan Dasar 11 (1), , Efektivitas pembelajaran jarak jauh terhadap pembelajaran siswa di SDIT Cendekia Purwakarta AG 94-101 , 2020

(20) Membangun Kemandirian melalui Hobi

 Membangun Kemandirian melalui Hobi

(Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag, Guru SKI di MTsN 2 Garut)

Sebagai wali kelas IX-B TANGGUH di MTsN 2 Garut, saya memiliki tiga program unggulan yaitu hafalan Juz ke 30, menulis karya ilmiah, dan menjadi wirausahawan muda. Yang akan saya bahas di sini adalah bagaimana menjadi pengusaha muda karena dua program lainnya sudah pernah saya bahas di tulisan sebelumnya. Berawal dari keluhan salah satu peserta didik kelas IX-B akibat dari keterbatasan uang jajan dan keperluan hidup lainnya maka saya berfikir keras bagaimana solusinya mengingat saya pun begini adanya.

Fokus pada salah satu peserta didik yang bernama lengkap Amelia Destriany adalah sosok inspiratif perempuan yang masagi[1], secara akademis dia unggul karena Amel kan juara 1, sisi religiusnya juga unggul karena dia merupakan salah satu peserta didik yang berhasil menghafalkan juz ke 30, nah yang terakhir ternyata challenge dari wali kelas IX-B TANGGUH dia taklukkan juga. Amel, meskipun awalnya terlihat agak takut dan kurang percaya diri dalam berdagang ternyata pada H1 Ramadhan dalam event warung online Ramadhan yang diadakan oleh wali kelas IX-B TANGGUH, dagangannya mulai banyak yang pesan.

Saya sebagai wali kelas ikut mempromosikan dagangannya di media sosial dan Alhamdulillah yang memborong dagangan Amel di hari pertama dan kedua di bulan Ramadhan ini ternyata teman SMA saya. Amel yang sebelumnya terlihat kaku, takut, gelisah dan panik sekarang malah asyik di dapur sambil ngabuburit membuat beberapa bungkus pesanan para pembeli. Amel berjualan bakso aci ternyata sesuai dengan makanan kesukaan saya. Ya jelas saya pun akan menjadi langganan setianya. Amel...Amel... asalnya takut kok sekarang malah jadi asyik ya!. Lanjutkan ya nak dan tetap semangat!

Pertanyaannya adalah mengapa Amel harus menjadi individu yang mandiri selain unggul di bidang akademis ataupun agama?. Mengapa bulan Ramadhan seharusnya fokus ibadah saja supaya khusuk?. Apakah program wali kelas IX-B TANGGUH menjadi wirausahawan muda ini melanggar aturan sekolah?. Bukankah ini namanya eksploitasi anak?. Mengapa sebagai wali kelas tega-teganya menyuruh anak dagang?. Mengapa tidak menyumbang mereka sekalian saja, bukankah lebih praktis?, masa kucing saja disayang kok kepada manusia tidak peduli?

Banyak sekali ya pertanyaannya? baiklah supaya tidak banyak basa-basi mari kita simak penjelasan berikut mengenai mengapa Amel menjalankan tugas program wali kelas IX-B TANGGUH dari rasa takut menjadi hobi yang bisa menumbuhkan kemandirian, mengapa Amel harus hidup mandiri, ini dia alasannya ...

1.     Mengurangi Ketergantungan pada Orang Lain

Kewajiban manusia adalah mengimani ayat berikut ini yang artinya, “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu” (QS. Al-Ikhlas : 2). Jika manusia sangat bergantung kepada makhluk berarti dia secara tidak langsung sudah melakukan dosa. Allah SWT berfirman yang artinya, Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji .” (QS. Fathir: 15).  Dengan mengurangi ketergantungan pada orang lain maka kedudukannya akan mulia di sisi manusia atau masyarakat dan hati menjadi lebih tenang.

2.     Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Menurut John M. Ortiz (2002: 114) “Percaya diri adalah percaya akan kemampuan sendiri dan mampu mengandalkan diri sendiri”. Senada dengan hal itu Jalaluddin Rahkmat (2000: 109) “Percaya diri yaitu kepercayaan kepada kemampuan sendiri”. Didukung oleh Das Salirawati (2012: 218) berpendapat “Percaya diri adalah sikap yakin akan kemampuan diri sendiri untuk memenuhi setiap keinginan dan harapannya”. Diperkuat dengan pendapat Anita Lie (2004: 4). “Percaya diri adalah modal dasar seseorang dalam memenuhi berbagai kebutuhan sendiri. Seseorang yang percaya diri akan merasa dirinya berharga dan mempunyai kemampuan menjalani kehidupan, mempertimbangkan berbagai pilihan dan membuat keputusan sendiri”. Pendapat ini didukung oleh Alfred Adler (dalam Peter Lauster, 2005: 14) yang menyatakan bahwa percaya diri merupakan kebutuhan manusia yang paling penting selain rasa superioritas. Jadi dapat ditarik butir-butir penting bahwa percaya diri adalah percaya dan yakin akan kemampuan serta dapat mengandalkan diri sendiri.

3.     Belajar Dewasa dan Bertanggung Jawab

Kedewasaan adalah jika anak sudah bertanggung jawab atas keadaan dirinya. Ditinjau dari kedewasaan anak secara pedagogis, anak telah dapat menyadari dan mengenal diri sendiri atas tanggung jawab sendiri. Pada awal masa sekolah anak diperintahkan untuk mengerjakan sholat 5 waktu yang menunjukkan bahwa anak mulai dididik untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Anak mulai diminta untuk membina dirinya sendiri, memenuhi kebutuhan dan kewajiban dirinya sendiri (Abdul Majid & Dian Andayani, 2011:25). Setelah anak dididik tentang tanggung jawab diri, maka selanjutnya anak dididik untuk mulai peduli pada orang lain, terutama teman-teman sebaya yang setiap hari ia bergaul. Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia (KBBI, kbbi.web.id: Senin 02 Oktober 2017) adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, mananggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya).

4.     Berfikir Kritis dan Kreatif

Orang yang kritis akan lebih bersyukur karena dia memahami tentang bagaimana Tuhan memberikan nikmat dalam kehidupannya. Pribadi orang yang kritis mudah tersenyum dan disukai banyak orang karena dia memiliki kepribadian terbuka sehingga dia akan mudah berbaur dan menerima kritik dari orang lain. Orang yang kritis tidak akan mudah tertipu karena dia mampu membedakan antara fakta dan opini. Berfikir kritis bermanfaat untuk melatih sikap kreatif. Seseorang yang berfikir kritis maka ia akan memutar otak menjadi lebih cerdas. Salah satu sikap kreatif sudah ditunjukkan oleh Amel yang memutar otak dan kreatif berjualan bakso aci.

6. Menjadi Problem Solver

Tuhan memberikan masalah dan ujian kepada manusia maka tugas manusia adalah mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut. Manusia sebagai problem solver maka dia akan memaksimalkan ikhtiar dan doa lalu tawakkal sehingga keimanan dan ketakwaan yang ada dalam jiwanya akan meyakini firman Allah SWT berikut ini yang artinya : “Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya." (QS. Ath-Thalaq : 2-3)

 

7.  Mempersiapkan Diri untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih baik yaitu dengan cara memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk hal-hal yang bermanfaat. Memanfaatkan waktu untuk melakukan hal yang baik, hal ini sudah tertera dalam Al-Quran yang artinya, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula" . (QS. Az-Zalzalah : 7-8). Kita harus seimbang dalam mencari duania dan akhirat, padahal Allah SWT berpesan untuk lebih mementingkan akhirat, renungkan firman-Nya, Carilah negeri akherat pada nikmat yang diberikan Allah kepadamu, tapi jangan kamu lupakan bagianmu dari dunia“. (QS. Al-Qosos: 77).


Sebagai penutup saya akan menjelaskan alasan kelas IX-B diberi jargon TANGGUH. Saya sebagai wali kelas menyelipkan doa di balik kata Tangguh yaitu agar kelak para peserta didik kelas IX-B TANGGUH tidak hanya sukses di dunia tetapi juga sukses di akhirat dimana dalam prosesnya mereka harus memiliki mental kuat dalam mengarungi kehidupan yang keras ini. Kenyataannya? Saya menjadi wali kelas IX-B TANGGUH sejak bulan Juli 2021 dan sekarang bulan April 2022 terjawab sudah doa yang pernah saya panjatkan. Kata adalah doa maka berbicaralah yang baik jika tidak bisa maka diamlah, bukan begitu?

Amel adalah sosok inspuratif yang lengkap mulai dari domain kognitif, afektif, sampai psikomotor. Amel mampu mengubah dan menaklukkan perasaan takutnya menjadi suasana yang menyenangkan. Amel menjadikan rasa resah dan gelisahnya menjadi sesuatu yang asyik. Semoga akan tumbuh Amel Amel yang lain sehingga bisa menghasilkan out put yang tuntas. Bagi mereka yang sudah terbiasa berdagang maka program wali kelas IX-B TANGGUH akan terasa biasa saja, bagi mereka yang tidak memiliki skill maka akan menjadi beban mental tetapi adalah hal yang luar biasa ketika seseorang mampu mengubah hal di luar kemampuannya menjadi sebuah hobi yang produktif.

 

Daftar Pustaka

Anita Lie. 2004. 101 Cara Menumbuhkan Percaya Diri Anak (Usia Balita Sampai Remaja). Jakarta: Elex Media Komputindo.

Das Salirawati. 2012. Percaya Diri, Keingintahuan, dan Berjiwa Wirausaha: Tiga Karakter Penting Bagi Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Karakter, (Nomor II tahun 2). Hlm 218-219.

Jalaluddin Rakhmat. 2000. Psikologi Komunikasi. reved. Bandung : Remaja Rosdakarya.

John M. Ortiz. 2002. Menumbuhkan anak-anak yang bahagia cerdas dan percaya diri degan musik. Jakarta: Gramedia.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kamus versi online/daring (dalam jaringan). Online: (kbbi.web.id). Kutip. Senin 02 Oktober 2017.

Majid, Abdul dan Dian Andayani. (2011). Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Peter Lauster. 1997. Test Kepribadian ( terjemahan Cecilia, G. Sumekto ). Yokyakarta. Kanisius

Satjadibrata, R. (2005). Kamus Basa Sunda. Bandung: Kiblat Buku Utama.

 

Biodata

 

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja kategori sosial budaya, menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (tingkat Provinsi), juara harapan 1 dan 2 (tingkat Nasional)  (Juli 2019-September 2021), guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 14 buku  antologi (Januari-April 2022). Memiliki 540 konten pendidikan di canal youtube dan website : 20 artikel (Oktober 2021-April 2022). Instagram (nj_78).



[1] Sudaryat (2015: 75) menyebutkan bahwa jalma masagi menggambarkan kualitas manusia Sunda yang beradab dan berkarakter, yaitu manusia yang nyantri “religius”, nyunda “berbudaya”, dan nyakola “akademis”. Jalma masagi memiliki keseimbangan antara aspek jasmani dan rohani. Tubuhnya sehat jiwanya kuat. Manusia yang benar dalam bernalar, baik akhlaknya serta elok perilakunya. Ia adalah manusa manggapulia, insan kamil, atau dalam terminologi pembangunan nasional disebut sebagai manusia seutuhnya. Pembentukan karakter seperti itu tentu harus dilakukan secara menyeluruh dan seimbang, tidak hanya menekankan aspek material atau infrastruktur saja, melainkan juga unsur mental-spiritual.

(19) Sepucuk Surat dari Regita

"Assalamu'alaikum, selamat sore, bu. Gimana kabarnya? Semoga sehat. Ibu ini Regita, ada tugas akhir Bahasa Indonesia membuat teks biografi. Nah, terlintas ide buat jadiin ibu sebagai tokoh biografinya. Jika ibu berkenan, nanti ada beberapa pertanyaan yang mau Regita ajuin ke ibu.Terimakasih banyak sebelumnya. Semoga kebaikan mengelilingi ibu sekeluarga. Aaamiinn", pesan dari Regita alumni MTsN 2 Garut tertanggal 11 April 2022.

Saya bingung tapi saat itu juga saya langsung menyetujuinya dengan cepat dengan niat agar Regita tetap antusias dan semangat dalam mengerjakan tugas sekolahnya. Kenapa saya bingung?, biasanya biografi itu kan karya sastra yang berisikan riwayat hidup seorang tokoh ternama. Terus saya ternama apanya?. Jikalau saat itu saya mendebat atau menolak permintaan Regita maka saya tidak akan tahan melihat anak didik saya kecewa. Pertanyaan ulang di dalam hati saya saat itu, "siapa saya? saya punya apa? kan hanya guru pada umumnya seperti orang-orang kebanyakan sambil tertawa ha...ha...ha... Regita...Regita, kamu berlebihan nak!", saya bergumam sambil tersenyum lebar.

Setelah Regita menyiapkan daftar tanya jawab dan menyelesaikan tahap yang diperlukan, selanjutnya dia mengirimkan file tersebut kepada saya agar saya memeriksa kembali validitas datanya. Saya memeriksanya, saya perbaiki kesalahan penulisannya beserta sedikit info yang keliru lalu saya luruskan ulang. Selanjutnya saya kirim balik file tersebut ke Regita. Saya pikir, rasanya risi juga ya dijadikan icon fenomenal oleh anak-anak Karya Ilmiah Remaja (KIR) angkatan tahun 2019-2021 yang dulu sempat saya bimbing termasuk Regita salah satunya. Dasar saya hanya menyimak dan lurus-lurus saja dengan apa yang mereka telah ucapkan tentang penilaian mereka terhadap saya yang telah tersedia dalam konten YouTube atas nama Nurul Jubaedah yang berjudul "syukuran para juara" yang disimpan di playlist Karya Ilmiah Remaja.

Pertanyaan berulang kali muncul di benak saya "Regita kenapa kamu tidak menulis biografi terkenal saja seperti B.J. Habibi, Soekarno, Hatta, atau tokoh-tokoh lainnya, kenapa kamu memilih menulis tentang ibu?". Anehnya saya tidak berdialog panjang dengan Regita saat itu dikarenakan sedang menulis beberapa artikel di mana konsentrasi saya tidak boleh terganggu, nanti garapannya lupa lagi dong!.

Refleksi

Setelah sekian lama saya menjadi seorang guru sejak tahun 2000 sampai sekarang, tentunya saya belum melakukan hal yang luar biasa karena di luar sana begitu banyak guru-guru yang melangit jasanya, prestasinya, pengorbanannya. Saya yang tidak ada apa-apanya ini ternyata masih ada orang yang mengakui kehadiran saya, menghargai apa yang telah saya lakukan meskipun hanya sedikit saja. Saya cenderung melupakan kebaikan apa yang telah saya lakukan di masa lalu dan berusaha mengingat dan memperbaiki kesalahan apa yang telah terjadi dan telah saya lakukan meskipun saya memiliki keterbatasan namun, saya akan terus berusaha mengisi waktu, memanfaatkan sisa usia ini dengan hal yang bermanfaat bagi orang lain, tentunya semampu saya. 

Regita, terima kasih suratnya, ibu terharu. 


Selasa, 05 April 2022

(18) 15.09 : Hampir menyerah


15.09 : Hampir menyerah

Nafas semakin terasa berat .... hhhh aahhh ..hhh... naik turun dan semakin berat tidak hanya itu bersin-bersin datang secara berkala lengkap sudah. "Mungkin sudah waktunya sampai di sini", hatiku berbisik lirih, keringat membanjiri kepala dan sekitar leher. Mungkin rasanya sekarat itu seperti ini, "Ya, Allah saya banyak dosa, panjangkan dan berkahilah usiaku, berikanlah saya kesempatan untuk hidup agar saya bisa menjaga anak-anak saya, kalau saya mati, siapa yang akan menjaga dan membesarkan mereka?". Apakah ini namanya putus asa?

Ini kali ke dua asma kambuh yang terberat sejak beberapa tahun lalu saat Nabila usia 3 tahun, kini dia sudah berusia 23 tahun. "Gimana Nabil kalau mau makan, mandi, sekolah, dan tidurnya sama siapa?", itulah beban yang pertama kali terlintas saat mau menyerah pada jam 15.09 WIB hari Selasa, 5 April 2022. Asma ini warisan dari nenek, kambuh tenggelam lalu kambuh. Penyakit yang datang setiap masuk masa pancaroba atau dingin, hujan, bahkan cuaca panas tapi berdebu pun tiba-tiba kambuh. Hindari minuman dingin saat tubuh lemah.

Saya harus mengganti puasa hari ini dengan fidyah, karena kalaupun kelak saya puasa qadha khawatir dehidrasi akan terulang lagi, kejadian ini  membuat jantung saya berdebar dan bercucuran keringat. Saya berlaga santai, saat asma kambuh, saya sempat mendidihkan air agar bisa minum air agak panas. Alhamdulillah habis empat gelas besar, obat asma dari warung sudah tidak berpengaruh. Akhirnya anak saya pergi ke apotek untuk membeli obat sesuai resep yang pernah dokter berikan zaman dahulu kala.

Perlahan nafas saya agak ringan meskipun masih perlu banyak istirahat. Kejadian seperti ini sering berulang, kemarin-kemarin tidak begitu panik kalau kambuh karena masih ada obat hisap tapi, karena harganya mahal dan itupun hanya terpakai hitungan hari saja akhirnya saya tidak mengutamakan untuk membelinya, alih-alih obat tablet jauh lebih murah ya sudah saya pilih yang ini saja meskipun ada efek berdebar setelah meminumnya, lutut terasa lemas dan tidak akan bisa tidur.

Apa yang terbersit di kepala saya saat mau menyerah selain Nabil? Saya langsung menulis di note agar tulisan ini terbaca karena saya memiliki kekurangan. Saya tidak terbiasa berbagi kesulitan dengan siapapun termasuk saat penyakit berat kambuh, kecuali jika sudah di luar batas dan tak terkendali akhirnya ketauan ibuku. Saya tidak mau membebani ibu atau siapapun, kehadiran saya sudah terlalu banyak membebani orang-orang sekitar yang peduli dengan saya. Maka, menulis adalah cara saya untuk menuangkan semua yang terlintas di hati dan pikiran.

Pertolongan pertama untuk penyakit asma bisa saya rinci sebagai berikut :

1. Tetap Tenang sambil dzikir

2. Minum air beberapa gelas agak panas

3. Makan secukupnya

4. Jika ada inhaler segeralah hirup

5. Persediaan obat asma tablet

7. Tetap berfikir positif

8. Tarik nafas sambil duduk

9. hangatkan dada dengan kain tebal

10. Tunggu sampai reda dan ucapkan hamdalah (biasanya memakan waktu hingga satu jam)

11. Segera pergi ke dokter jika kondisi kesehatan semakin menurun.

Kenapa asma datang begitu saja? meskipun sudah tahu pemicunya tapi tetap saja kecolongan?. Bagi penderita asma hal ini sudah tidak aneh lagi dan tingkatan penyakit asma berbeda-beda ada yang ringan, sedang, dan berat. Saya termasuk pengidap asma sedang karena tidak terlalu sering kambuh. Saya sudah sempat general check up dan hasilnya sehat. Asma penyakit keturunan dan tidak menular, biasanya kambuh dengan pemetaan spiral. Menurun secara zig-zag dari nenek ke cucu, kalau ibunya penderita asma maka anaknya ada yang terkena ada juga yang sehat.

Setelah melalui masa kritis dari asma saya bersyukur karena Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada saya untuk tetap hidup. Saya ingin menyampaikan sesuatu kepada pembaca yang budiman berbahagialah kalian yang masih diberikan kesempatan. Mereka yang bernafas dengan bebas dan tubuh yang kuat, manfaatkanlah waktumu untuk terus berbuat baik, terus dan teruslah berbuat baik. Torehkan segala kemampuan kalian, apa yang bisa bermanfaat untuk berbagi dengan lingkungan dimanapun kalian berada karena apa yang sudah kita berikan untuk mereka hal itulah yang akan mereka kenang tentang keberadaan kita selama hidup bersama-sama.

Ini adalah kalimat pengingat dari sang pendosa seperti saya agar dada ini terasa ringan karena jika sudah tiada saya tidak akan bisa berkata apaapa lagi. Saya sudah tahu rasanya sekarat awal seperti apa tetapi  saya tetap hidup. Biarkan sajadah yang menjadi saksi air mata saya bukan digambarkan di sini. apakah kata-kata saya bisa dimengerti dan diterima dengan baik?. Setelah asma reda, saya kembali ke dapur , beres-beres, nyuci piring meskipun pandangan blur dan mata teler, begitu siklus hidup ini berulang.  Sekian dan terima kasih banyak.



Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja kategori sosial budaya, menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (tingkat Provinsi), juara harapan 1 dan 2 (tingkat Nasional)  (Juli 2019-September 2021), guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 13 buku  antologi (Januari-April 2022). Memiliki 510 konten pendidikan di canal youtube dan website : 19 artikel (Oktober 2021-April 2022). Instagram (nj_78).

Surat untuk Presiden: Guru Tidak Meminta Dipuji, Kami Hanya Ingin Dapat Bertahan Mengajar

  Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia, Perkenankan saya menulis surat ini bukan sebagai pengamat pendidikan, bukan pula sebagai ahli ...