Selasa, 03 Februari 2026

Latihan soal Membiasakan Akhlak Terpuji (Husnudzan, Tawadhu’, Tasamuh, dan Ta’awun)

 


A. HUSNUDZAN (1–15)

  1. Apa arti husnudzan secara bahasa?
    Berbaik sangka.

  2. Apa arti husnudzan menurut istilah?
    Berpikir positif terhadap orang lain.

  3. Husnudzan termasuk akhlak apa?
    Akhlak terpuji.

  4. Surat apa yang melarang melupakan kebaikan orang lain?
    QS. Al-Baqarah ayat 237.

  5. Apa lawan dari husnudzan?
    Su’udzan (buruk sangka).

  6. Ayat Al-Qur’an yang melarang banyak prasangka?
    QS. Al-Hujurat ayat 12.

  7. Bagaimana hukum husnudzan kepada Allah?
    Wajib.

  8. Husnudzan kepada sesama muslim hukumnya?
    Sunnah (mandub).

  9. Husnudzan kepada manusia secara umum hukumnya?
    Mubah (jaiz).

  10. Contoh husnudzan dalam pergaulan sosial?
    Mau bekerja sama.

  11. Apa tujuan ta’aruf dalam husnudzan?
    Membentuk persaudaraan.

  12. Ayat tentang saling mengenal antar manusia?
    QS. Al-Hujurat ayat 13.

  13. Sikap menerima kritik termasuk husnudzan karena?
    Menganggapnya masukan yang baik.

  14. Salah satu hikmah husnudzan bagi hati?
    Menentramkan hati.

  15. Mengapa husnudzan memudahkan komunikasi?
    Karena mengurangi fitnah dan prasangka.


B. TAWADHU’ (16–30)

  1. Apa arti tawadhu’?
    Rendah hati.

  2. Tawadhu’ berarti tidak merasa apa?
    Lebih baik dari orang lain.

  3. Surat yang menjelaskan ciri hamba Allah yang tawadhu’?
    QS. Al-Furqan ayat 63.

  4. Apa lawan dari tawadhu’?
    Takabur (sombong).

  5. Tawadhu’ kepada orang tua ditegaskan dalam surat?
    QS. Al-Isra ayat 24.

  6. Bentuk tawadhu’ kepada orang tua adalah?
    Hormat dan kasih sayang.

  7. Tawadhu’ kepada sesama muslim ada pada surat?
    QS. Asy-Syu’ara ayat 215.

  8. Contoh tawadhu’ Rasulullah Saw. dalam kehidupan sehari-hari?
    Menjahit baju sendiri.

  9. Sikap tawadhu’ tampak saat seseorang semakin berilmu bagaimana?
    Semakin rendah hati.

  10. Orang tawadhu’ memandang prestasi sebagai apa?
    Karunia Allah.

  11. Menghormati orang yang lebih tua termasuk?
    Tawadhu’.

  12. Santun dalam berbicara menunjukkan sikap apa?
    Tawadhu’.

  13. Salah satu dampak positif tawadhu’?
    Disukai dalam pergaulan.

  14. Mengapa tawadhu’ menjaga keikhlasan amal?
    Karena tidak mencari pujian.

  15. Sikap tidak suka disanjung mencerminkan apa?
    Tawadhu’.


C. TASAMUH (31–40)

  1. Apa arti tasamuh?
    Toleransi atau lapang dada.

  2. Tasamuh penting dalam masyarakat yang bersifat apa?
    Majemuk.

  3. Surat tentang toleransi beragama?
    QS. Al-Kafirun ayat 1–6.

  4. Makna “Untukmu agamamu dan untukku agamaku” adalah?
    Menghormati perbedaan agama.

  5. Ayat yang menegaskan tidak ada paksaan dalam agama?
    QS. Al-Baqarah ayat 256.

  6. Tidak memaksakan kehendak termasuk sikap?
    Tasamuh.

  7. Menghormati perbedaan suku dan profesi mencerminkan apa?
    Tasamuh.

  8. Memberi kesempatan orang lain beribadah adalah contoh?
    Tasamuh.

  9. Tidak mengganggu orang beribadah menunjukkan sikap?
    Toleransi.

  10. Salah satu hikmah tasamuh bagi kehidupan sosial?
    Memperbanyak teman.


D. TA’AWUN (41–50)

  1. Apa arti ta’awun?
    Tolong-menolong.

  2. Manusia disebut zoon politicon artinya?
    Makhluk sosial.

  3. Ayat perintah ta’awun terdapat dalam surat?
    QS. Al-Maidah ayat 2.

  4. Ta’awun harus dilakukan dalam hal apa?
    Kebaikan dan ketakwaan.

  5. Apakah boleh ta’awun dalam perbuatan dosa?
    Tidak boleh.

  6. Contoh ta’awun dalam kehidupan sehari-hari?
    Membantu orang kesusahan.

  7. Mengunjungi orang sakit termasuk?
    Ta’awun.

  8. Dampak positif ta’awun dalam masyarakat?
    Terwujud persatuan.

  9. Mengapa manusia perlu ta’awun?
    Karena memiliki keterbatasan.

  10. Ta’awun menumbuhkan rasa apa antar manusia?
    Simpati dan kebersamaan.


Tanya Jawab Keteladanan Rasul Ulul Azmi dan Keistimewaannya


A. Pengertian Ulul Azmi

  1. Apa arti Ulul Azmi secara bahasa?
    Orang-orang yang memiliki cita-cita yang mantap.

  2. Dari bahasa apa istilah Ulul Azmi berasal?
    Bahasa Arab.

  3. Apa arti kata “Ulul”?
    Orang yang memiliki.

  4. Apa arti kata “Azmi”?
    Kemauan atau tekad yang kuat.

  5. Apa pengertian Ulul Azmi secara istilah?
    Rasul pilihan yang memiliki keteguhan hati dan kesabaran luar biasa.

  6. Berapa jumlah rasul Ulul Azmi?
    Lima orang.

  7. Berapa jumlah rasul yang wajib diimani umat Islam?
    Dua puluh lima rasul.


B. Nama Rasul Ulul Azmi

  1. Siapa rasul Ulul Azmi pertama?
    Nabi Nuh As.

  2. Siapa rasul Ulul Azmi kedua?
    Nabi Ibrahim As.

  3. Siapa rasul Ulul Azmi ketiga?
    Nabi Musa As.

  4. Siapa rasul Ulul Azmi keempat?
    Nabi Isa As.

  5. Siapa rasul Ulul Azmi kelima?
    Nabi Muhammad Saw.


C. Sifat dan Keteguhan Ulul Azmi

  1. Sifat utama rasul Ulul Azmi adalah?
    Sabar dan teguh pendirian.

  2. Ayat Al-Qur’an yang menjelaskan kesabaran Ulul Azmi terdapat dalam surah apa?
    Surah Al-Ahqaf ayat 35.

  3. Bagaimana sikap Ulul Azmi dalam menghadapi penolakan kaumnya?
    Tetap sabar dan tawakal.


D. Kisah Nabi Nuh As.

  1. Berapa lama Nabi Nuh As. berdakwah?
    Sekitar 950 tahun.

  2. Berapa jumlah pengikut Nabi Nuh As.?
    Sekitar 80 orang.

  3. Apa azab yang diturunkan kepada kaum Nabi Nuh?
    Banjir besar.

  4. Siapa saja yang ikut tenggelam dalam banjir Nabi Nuh?
    Kaum kafir, termasuk istri dan anaknya.


E. Kisah Nabi Ibrahim As.

  1. Apa yang dilakukan Nabi Ibrahim terhadap berhala kaumnya?
    Menghancurkannya.

  2. Siapa raja yang menghukum Nabi Ibrahim dengan api?
    Raja Namrudz.

  3. Siapa istri Nabi Ibrahim As.?
    Siti Sarah dan Siti Hajar.

  4. Siapa anak Nabi Ibrahim yang hampir disembelih?
    Nabi Ismail As.

  5. Apa bangunan suci yang dibangun Nabi Ibrahim dan Ismail?
    Ka’bah (Baitullah).


F. Kisah Nabi Musa As.

  1. Apa gelar Nabi Musa As.?
    Kalimullah.

  2. Siapa raja zalim yang dihadapi Nabi Musa?
    Fir’aun.

  3. Mukjizat utama Nabi Musa adalah?
    Tongkat.

  4. Di laut apa Fir’aun ditenggelamkan?
    Laut Merah.

  5. Siapa kaum yang diselamatkan Nabi Musa dari Fir’aun?
    Bani Isra’il.


G. Kisah Nabi Isa As.

  1. Siapa kaum yang menentang dakwah Nabi Isa?
    Kaum Yahudi.

  2. Siapa penguasa Romawi saat Nabi Isa difitnah?
    Raja Pilathus.

  3. Siapa yang diserupakan dengan Nabi Isa saat penyaliban?
    Yahudza al-Askharyuthi.

  4. Apakah Nabi Isa benar-benar disalib?
    Tidak, Allah menyelamatkannya.


H. Kisah Nabi Muhammad Saw.

  1. Kapan Nabi Muhammad Saw. lahir?
    12 Rabiul Awal 571 M.

  2. Di kota mana Nabi Muhammad Saw. dilahirkan?
    Makkah.

  3. Siapa ayah Nabi Muhammad Saw.?
    Abdullah.

  4. Siapa ibu Nabi Muhammad Saw.?
    Aminah binti Abdul Muthalib.

  5. Pada usia berapa Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul?
    40 tahun.

  6. Di mana Nabi Muhammad menerima wahyu pertama?
    Gua Hira’.

  7. Surah apa yang pertama kali diturunkan?
    Surah Al-‘Alaq ayat 1–5.

  8. Siapa istri pertama Nabi Muhammad Saw.?
    Siti Khadijah.

  9. Apa sebutan bagi orang-orang pertama masuk Islam?
    Assabiqunal awwalun.

  10. Apa yang dimaksud tahun kesedihan (amul huzni)?
    Wafatnya Khadijah dan Abu Thalib.

  11. Perintah apa yang diterima saat Isra Mi’raj?
    Salat lima waktu.

  12. Ke kota mana Nabi Muhammad hijrah?
    Yatsrib (Madinah).

  13. Siapa khalifah yang menetapkan tahun Hijriyah?
    Umar bin Khattab.

  14. Apa peristiwa pembebasan Kota Makkah disebut?
    Fathu Makkah.

  15. Haji terakhir Nabi Muhammad disebut apa?
    Haji Wada’.

  16. Surah apa wahyu terakhir Nabi Muhammad Saw.?
    Surah Al-Maidah ayat 3.

  17. Kapan Nabi Muhammad Saw. wafat?
    12 Rabiul Awal 11 H.


Jumat, 30 Januari 2026

Keteladanan Sahabat Abu Bakar

 


A.   BIOGRAFI SINGKAT ABU BAKAR AL-SHIDDIQ

1. Nama

Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru binKa`ab bin Sa`ad bin Tayim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihrbin Malik al- Qurasy al-Taimy. Jika diperhatikan garis keturunan Abu Bakar al-Shiddiq maka bertemu dengan garis keturunan Rasulullah Saw. pada Murrah binKa`ab dan terus hingga ke atas. Sebelum masuk Islam, Abu Bakar al-Shiddiq bernama Abdul Ka`bah. Ketikaia masuk Islam Rasulullah Saw. mengganti namanya dengan Abdullah. Kemudian nama ini lebih dikenal dalam berbagai periwayatan oleh ulama AhluSunnah sebagai nama Abu bakar al-Shiddiq.

2. Panggilan dan Gelar

Melekatnya panggilan Abu Bakar al-Shiddiq serta beberapa gelar yang lain memiliki sebab tertentu. Bahkan kemudian, gelar-gelar ini lebih populer dari nama aslinya. Sehingga nama Abu Bakar al-Shiddiq banyak ditemukan dalam berbagai periwayatan.

Panggilan Abu Bakar oleh bangsa Arab berasal dari kata al-bakru yang berarti unta yang masih muda. Sedangkan bentuk plural dari kata ini adalah bikarah. Jika seseorang dipangil dengan bakran, maka hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut merupakan sosok pemimpin kabilah yang sangat terpandang kedudukannya dan juga sangat terhormat. Dari sini dapat dipahami bahwa digelarinya ia dengan Abu Bakar karena kedudukannya yang terhormat di tengah bangsa Quraisy, baik terhormat dari segi nasab ataupun garis keturunan begitu juga dari segi strata sosial karena ia merupakan seorang saudagar yang kaya raya.

Kemudian, Abu Bakar digelari dengan beberapa gelar, yaitu Atiq dan al- Shiddiq. Gelar Atiq yang disandang oleh Abu bakar al-Shiddiq memiliki beberapa pendapat dikalangan ulama. Sebagian mereka mengatakan bahwa disandang-kannya gelar tersebut karena wajahnya yang atiq (cerah dan bersih). Ada pendapat yang mengatakan bahwa ia digelari dengan Atiq karena garis keturunannya yang bersih dan tidak ada cacatnya.

Adapun digelari dengan al-Shiddiq adalah karena dua hal. Pertama, sebelum masuk Islam, Abu Bakar telah dikenal dengan sifatnya yang jujur dan dapat dipercaya. Bahkan orang-orang Quraisy tidak meragukan lagi tentang apa yang disampaikan oleh Abu Bakar. Oleh sebab itu ia digelari dengan al-Shiddiq. Kedua, ia digelari dengan al- Shiddiq karena sikapnya yang dengan segera membenarkan peristiwa Isra’ dan Mi`raj Rasulullah Saw. Perjalanan yang dilakkukan dalam satu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan naik ke Shidratu al-Muntaha serta kembali lagi ke bumi dalam rangka menjemput perintah shalat dianggap sebagai bualan belaka oleh orang-orang Quraisy ketika itu. Sebab hal yang demikian dianggap sebuah perjalanan yang mustahil.Namun dengan tegas Abu Bakar berkata, Sungguh aku membenarkan sesuatu yang lebih dari itu (peristiwa Isra’ dan Mi`raj) dan dari segala khabar yang datang dari langit.

3. Kelahiran

Abu Bakar al-Shiddiq dilahirkan di Makkah pada tahun 573 M atau lebih kurang 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan setelah tahun Gajah. Dari sini dapat dipahami bahwa Abu Bakar al-Shiddiq lebih muda dari Rasulullah Saw. karena beliau lahir pada tahun gajah atau tepatnya pada tahun 571 M. Ibu Abu Bakar al-Shiddiq bernama Salma binti Sakhar bin Amir bin Ka`abbin Sa`ad bin Tayim bin Murrah. Ia digelari dengan Ummu al-Khair. Sedangkan bapaknya adalah Utsman bin Amir yang masuk Islam pada peristiwa Fathu Makkah (Penaklukan kota Mekah).

4. Wafat

Abu Bakar al-Shiddiq wafat pada Jumadil Akhir tahun 13 (tiga belas) Hijriyah. Sebelum ia meninggal, Abu Bakar al-Shiddiq menderita sakit lebih kurang 15 (lima belas) hari. Pada rentang waktu tersebut ia hanya terbaring di tempat tidur dan tidak bisa melakukan shalat berjamaah bersama sahabat lainnya. Agar shalat jamaah di masjid bisa terus berlanjut, Abu Bakar digantikan oleh Umar bin Khattab. Abu Bakar meninggal pada usianya yang ke-63 (enam puluh tiga) tahun. Abu Bakar al-Shiddiq memerintah lebih kurang 2 (dua) tahun. Berbagai keberhasilan telah ia torehkan dengan tinta emas sejarah. Dan hal ini tidak akan bisa dilupakan oleh umat Islam hingga ke akhir zaman.

 

B.   SIFAT-SIFAT KETELADANAN ABU BAKAR AL-SHIDDIQ

Nama Abu Bakar Al-Shiddiq radhiallahu 'anhu adalah tidak asing lagi bagi sekalian ummat Islam, baik dahulu maupun sekarang. Dialah manusia yang dianggap paling agung dalam sejarah Islam sesudah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kemuliaan akhlaknya, kemurahan hatinya dalam mengorbankan harta benda dan kekayaannya, kebijaksanaannya dalam menyelesaikan masalah ummat, ketenangannya dalam menghadapi kesukaran, kerendahan hatinya ketika berkuasa serta tutur bahasanya yang lembut lagi menarik adalah sukar dicari bandingannya baik dahulu maupun sekarang. Dialah tokoh sahabat terbilang yang paling akrab dan paling disayangi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Karena besarnya pengorbanan beliau itulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengatakan: “Islam telah tegak di atas harta Siti Khadijah dan pengorbanan Abu Bakar.” Beberapa keistimewaan beliau adalah karena Abu Bakar al-Shiddiq r.a. adalah seorang sahabat yang terkenal karena keteguhan imannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyanjungi sahabatnya itu dengan sabdanya, “Jika ditimbang iman Abu Bakar Ash- Shiddiq dengan iman sekalian ummat maka lebih berat iman Abu Bakar“. Mengapa demikian, di antara jawabannya adalah karena beliau tidak mencintai dunia ini, cintanya pada Allah dan rasulnya melebihi apapun. Dan yang kedua adalah karena rasa takutnya pada yaumul Hisab attau pengadilan Allah Swt. Suatu ketika beliau berkata: “alangkah beruntung jikalau diriku tercipta hanya seperti selembar daun yang tidak dihisab pada hari Qiyamat nanti.” Dua keadaan inilah yang menyebabkan Nabi bersabda bahwa imannya adalah paling berat di banding iman umat Islam semuanya.

Berikut adalah deskripsi tentang Abu Bakar r.a. Setelah ia masuk Islam dia telah menginfaqkan empat puluh ribu dinar untuk kepentingan shadaqah dan memerdekakan budak. Dalam Perang Tabuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah meminta kepada sekalian kaum Muslimin agar mengorbankan hartanya pada jalan Allah. Tiba-tiba datanglah Abu Bakar radhiallahu 'anhu membawa seluruh harta bendanya lalu meletakkannya di antara dua tangan baginda Rasul. Melihat banyaknya harta yang dibawa oleh Saiyidina Abu Bakar radhiallahu 'anhu, bagi tujuan jihad itu maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjadi terkejut lalu berkata kepadanya: “Hai sahabatku yang budiman, kalau sudah semua harta bendamu kau korbankan apa lagi yang akan engkau tinggalkan buat anak-anak dan isterimu?” Pertanyaan Rasulullah Saw. itu dijawab oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan tenang sambil tersenyum, ujarnya. “Saya tinggalkan buat mereka Allah dan RasulNya.” (lih. tafsir surah Al-Lail). Diriwayatkan oleh At-Turmudzi dari Umar Ibnul Khattab berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kita untuk bersadaqah, saat itu aku memiliki harta maka aku berkata, “Pada hari inilah aku akan mengungguli Abu Bakar, semoga aku mengunggulinya pada hari ini”. Maka akupun mengambil setengah hartaku, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu? Aku menjawab: Sejumlah yang aku sadaqahkan (50 %)”. Lalu Abu Bakar datang dengan membawa seluruh hartanya dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Wahai Abu Bakar, apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu? Dia menjawab: Aku meninggalkan Allah dan Rasul- Nya. Lalu Umar berkata: Demi Allah aku tidak bisa mengungguli Abu Bakar dalam kebaikan untuk selamanya”. [Sunan At-Tirmdzi no: 3675).

Diriwayatkan oleh At-Turmudzi dari hadis Anas bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Abu Bakar dan Umar, “Dua orang ini adalah pemimpin para penghuni surga yang dewasa baik generasi yang terdahulu atau yang akan datang kecuali para Nabi dan Rasul”.[Sunan Turmudzi: no: 3664]. Imam Bukhari rahimahullah membuat bab di dalam Kitab Fadha’il ash-Shahabah [Fath al-Bari Juz 7 hal. 15] dengan judul ‘Bab; Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tutuplah pintu-pintu -di dinding masjid- kecuali pintu Abu Bakar. Imam Bukhari berkata, dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah kepada para sahabat: “Sesungguhnya Allah memberikan tawaran kepada seorang hamba; antara dunia dengan apa yang ada di sisi-Nya. Ternyata hamba itu lebih memilih apa yang ada di sisi Allah.”

Abu Sa’id berkata: “Abu Bakar pun menangis. Kami merasa heran karena tangisannya. Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan ada seorang hamba yang diberikan tawaran. Ternyata yang dimaksud hamba yang diberikan tawaran itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memang, Abu Bakar adalah orang yang paling berilmu di antara kami.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling berjasa kepadaku dengan ikatan persahabatan dan dukungan hartanya adalah Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengangkat seorang Khalil - kekasih terdekat- selain Rabb-ku niscaya akan aku jadikan Abu Bakar sebagai Khalil-ku. Namun, cukuplah -antara aku dengan Abu Bakar- ikatan persaudaraan dan saling mencintai karena Islam. Dan tidak boleh ada satu pun pintu yang tersisa di [dinding] masjid ini kecuali pintu Abu Bakar.” Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, di Kitab Fadha’il ash-Shahabah (lihat Syarh Nawawi Juz 8 hal. 7-8).

Berikut ini pelajaran-pelajaran yang bisa dipetik dari hadis di atas:

1. Hadis ini mengandung keistimewaan yang sangat jelas pada diri Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu yang tidak ditandingi oleh siapapun di antara para sahabat. Hal itu disebabkan beliau berhak mendapat predikat Khalil -kekasih terdekat- bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kalaulah bukan karena faktor penghalang yang disebutkan oleh Nabi di atas.

2. Abu Bakar radhiyallahu’anhu mengetahui bahwa seorang hamba yang diberikan tawaran tersebut adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh sebab itu beliau pun menangis karena sedih akan berpisah dengannya, terputusnya wahyu, dan akibat lain yang akan muncul setelahnya.

3. Para ulama itu memiliki pemahaman yang bertingkat-tingkat. Setiap orang yang lebih tinggi pemahamannya maka ia layak untuk disebut sebagai a’lam (orang yang lebih tahu).

4. Hadis ini mengandung motivasi untuk lebih memilih pahala akhirat daripada perkaraperkara dunia (lihat Fath al-Bari [7/19])

5. Hendaknya seorang berterima kasih kepada orang lain yang telah berbuat baik kepadanya dan menyebutkan keutamaannya (lihat Fath al-Bari [7/19]). Kita juga bisa melihat bersama bagaimana kedalaman ilmu Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu terhadap hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga ilmu itupun terserap dengan cepat ke dalam hatinya dan membuat air matanya meleleh. Kecintaan kepada akhirat dan kerinduan untuk bertemu dengan Allah jauh lebih beliau utamakan daripada kesenangan dunia. Beliau sangat menyadari bahwa kehadiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah-tengah para sahabat laksana lentera yang menerangi perjalanan hidup mereka. Nikmat hidayah yang dicurahkan kepada mereka melalui bimbingan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah di atas segala-galanya.

Kita pun bisa menarik kesimpulan bahwa dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan dengan bantuan dan dukungan para sahabatnya. Beliau -dengan kedudukan beliau yang sangat agung- tidaklah berdakwah sendirian. Terbukti pengakuan beliau terhadap jasa-jasa Abu Bakar yang sangat besar kepadanya. Tentu saja yang beliau maksud bukan semata-mata bantuan Abu Bakar untuk kepentingan pribadi beliau, akan tetapi demi kemaslahatan umat yang itu tak lain adalah dalam rangka dakwah dan berjihad di jalan Allah. Hadis ini juga menunjukkan betapa agungnya kedudukan Abu Bakar di mata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang melebihi sahabat-sahabat yang lain. Nabi tanpa malu-malu mengakui keutamaan Abu Bakar radhiyallahu’anhu. Hadis ini juga menunjukkan bahwa memuji orang di hadapannya diperbolehkan selama orang tersebut tidak dikhawatirkan ujub karenanya. Hadis ini juga menunjukkan bahwa kecintaan yang terpendam di dalam hati pasti akan membuahkan pengaruh pada gerak-gerik fisik manusia. Kecintaan yang sangat dalam pada diri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap Abu Bakar pun tampak dari ucapan dan perbuatan beliau. Kalau kita mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka konsekuensinya kita pun mencintai orang yang beliau cintai. Kecintaan yang berlandaskan Islam dan persaudaraan seagama.

Adab Bersosial Media dalam Pandangan Islam

 


A.   PENGERTIAN MEDIA SOSIAL

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online (https://kbbi.web.id/media), Media secara harfiah berarti alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk. Sedangkan kata sosial (social) berarti berkenaan dengan masyarakat. McGraw Hill Dictionary mendefinisikan media sosial adalah sarana yang digunakan oleh orang-orang untuk berinteraksi satu sama lain dengan cara menciptakan, berbagi, serta bertukar informasi dan gagasan dalam sebuah jaringan dan komunitas virtual.

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Jika media tradisional menggunakan media cetak (koran, majalah, buletin, dll) dan media broadcast (radio, televisi), maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan umpan balik secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

 

B.   JENIS-JENIS MEDIA SOSIAL

Andreas M. Kaplan dan Michael Haenlein membagi berbagai jenis media sosial ke dalam 6 (enam) jenis, yaitu :

1. Collaborative projects memungkinkan adanya kerjasama dalam kreasi konten yang dilakukan oleh beberapa pengguna secara simultan, misalnya adalah Wikipedia. Beberapa situs jenis ini mengizinkan penggunanya untuk melakukan penambahan, menghilangkan, atau mengubah konten. Bentuk lain dari collaborative projects adalah social bookmarking yang mengizinkan koleksi berbasis kelompok dan peringkat kaitan internet atau konten media. (Baca : Teori Interaksi Simbolik)

2. Blogs merupakan salah satu bentuk media sosial yang paling awal yang tumbuh sebagai web pribadi dan umumnya menampilkan date-stamped entries dalam bentuk kronologis. Jenis blog yang sangat populer adalah blog berbasis teks.

3. Content communities memiliki tujuan utama untuk berbagi konten media diantara para pengguna, termasuk didalamnya adalah teks, foto, video, dan powerpoint presentation. Para pengguna tidak perlu membuat halaman profil pribadi.

4. Social networking sites memungkinkan para pengguna untuk terhubung dengan menciptakan informasi profil pribadi dan mengundang teman serta kolega untuk mengakses profil dan untuk mengirim surah elektronik serta pesan instan. Profil pada umumnya meliputi foto, video, berkas audio, blogs dan lain sebagainya. Contoh dari social networking sites adalah Facebook, MySpace, dan Google+.

5. Virtual games worlds merupakan platform yang mereplikasi lingkungan ke dalam bentuk tiga-dimensi yang membuat para pengguna tampil dalam bentuk avatar pribadi dan berinteraksi berdasarkan aturan-aturan permainan.

6. Virtual sosial worlds memungkinkan para inhabitan untuk memilih perilaku secara bebas dan untuk hidup dalam bentuk avatar dalam sebuah dunia virtual yang sama dengan kehidupan nyata. Contohnya adalah Second Life.

 

C.   DAMPAK MEDIA SOSIAL

Hasil survei We Are Social yang dilakukan di Singapura pada 2017 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia yang menggunakan media sosial mencapai 106 juta dari total populasi 262 juta. Aktivitas tertinggi pengguna media sosial di Indonesia dilakukan oleh para digital native dengan persentase 62% menggunakan smartphone, 16% menggunakan computer, dan 6% menggunakan tab. Hasil penelitian dari UNESCO menyimpulkan bahwa 4 dari 10 orang Indonesia aktif di media sosial seperti Facebook yang memiliki 3,3 juta pengguna, kemudian WhatsApp dengan jumlah 2,9 juta pengguna dan lain lain.

Penggunaan media sosial di masyarakat akhirakhir ini cukup memprihatinkan, terutama di kalangan remaja. Banyak manfaat yang didapatkan oleh masyarakat melalui media sosial, tapi banyak pula yang berakibat buruk bagi pengguna media sosial.

1. Dampak Positif

Diantara dampak positif penggunaan media sosial adalah:

a) Bisa dimanfaatkan untuk media promosi/iklan dan pemberitahuan secara up to date dan manfaat hiburan lainnya seperti komunitas. kuis, game dll yang bisa menambah pengetahuan kita tentang teknologi maupun hal umum.

b) Sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan dan sosial

c) Dengan menggunakan jejaring sosial, kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, bahkan dengan orang yang belum kita kenal sekalipun dari berbagai penjuru dunia. Kelebihan ini bisa kita manfaatkan untuk menambah wawasan, bertukar pikiran, saling mengenal budaya dan ciri khas daerah masing-masing, dll. Hal ini dapat pula mengasah kemampuan berbahasa seseorang. Misalnya, belajar bahasa inggris dengan memanfaatkan fasilitas call atau video call yang disediakan di situs jejaring sosial.

d)         Dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan social yang sangat dibutuhkan di zaman digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar bagaimana cara beradaptasi,bersosialisai dengan public dan mengelola jaringan pertemanan.

e) Memperluas jaringan pertemanan, anak dan remaja akan menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar diantaranya belum pernah mereka temui secara langsung.

f) Situs jejaring social membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati, misalnya memberi perhatian saat ada teman mereka yang ulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.

g) Media pertukaran data : dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web : jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

h) Media untuk mencari informasi atau data : perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

i)   Kemudahan memperoleh informasi : kemudahan untuk memperoleh informasi yang ada di internet banyak membantu manusia sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. Selain itu internet juga bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.

j)   Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan : Dengan kemudahan ini, membuat kita tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan karena dapat di lakukan lewat internet.

2. Dampak Negatif

Disamping dampak positifnya, media sosial juga berpengaruh negatif jika tidak digunakan sesuai norma dan aturan yang ada. Diantara dampak negatif dari media sosial antara lain:

a) Kecanduan, situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental.

b) Berkurangnya perhatian terhadap keluarga

c) Tergantikannya kehidupan sosial

d)         Tersebarnya data penting yang tidak semestinya

e) Membuat prestasi pelajar semakin menurun

f) Tumbuhnya sikap hedonisme dan konsumtif

g) Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.

h) Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, seseorang dapat mengalami cedera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi, pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer.

i)   Media elektronik, seperti komputer, laptop, atau handphone (ponsel) juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. Maksudnya adalah seseorang akan mengalami pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari-nya menyebabkan jumlah orang yang tidak dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting, menjadi semakin meningkat setiap harinya.

j)   Kejahatan dunia maya (cyber crime). Seiring berkembangnya teknologi, berkembang pula kejahatan. Didunia internet, kejahatan dikenal dengan nama cyber crime. Kejahatan dunia maya sangatlah beragam. Diantaranya, carding, hacking, cracking, phising, dan spamming.

k) Dengan menganggap kebebasan berpendapat dan berekpresi dalam Media sosial, menjadikannya media tersebut seperti privasi padahal apa yang kita informasikan bisa dilihat oleh orang lain maupun orang yang telah ada dalam daftar pertemanan kita padahal tidak kita tidak bisa menjamin orang orang tersebut sebaik yang kita inginkan. Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya, maka pengetahuan tentang seluk beluk berkomunikasi di kehidupan nyata, seperti bahas tubuh dan nada suara, menjadi berkurang.

l)   Situs jejaring social akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi kurang berempati di dunia nyata.

m) Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di jejaring social. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit membedakan anatara berkomunikasi di situs jejaring social dan dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.

n) Pornografi; Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home page yang dapat di akses. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.

o) Penipuan; Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

p) Carding; Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

q) Perjudian; Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.

Itulah beberapa dampak positif dan negatif dari penggunaan media sosial. Media sosial seyogyanya dapat digunakan sebagai sarana interaksi dan sosialisasi agar silaturahmi tetap terjaga tanpa terhalang oleh waktu dan tempat. Cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan penggunaan sosial media di Indonesia adalah dengan menerapkan pembatasan konten atau melakukan penyuluhan-penyuluhan di seluruh pelosok Indonesia tentang internet, sosial media dan pengaruhnya atau dengan melakukan pengawasan terhadap para remaja atau anak-anak oleh orang tuanya atau orang-orang terdekat.

 

 

D.   ADAB MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL

1. Media Sosial dalam Pandangan Islam

Ajaran Islam terkait etika bermedia sosial sudah ada. Setidaknya terdapat beberapa etika dalam bermedia sosial, antara lain:

a. Tabayyun (cek dan ricek).

Dalam al-Qur’an surah Al-Hujarat ayat 6 disebutkan panduan bagaimana etika serta tata cara menyikapi sebuah berita yang kita terima, sebagai berikut :

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat [49]:6)

Quraish Shihab menerangkan bahwa ada dua hal yang patut dijadikan perhatian terkait ayat tersebut. Pertama, pembawa berita; dan kedua, isi berita. Bahwa pembawa berita yang perlu di-tabayyun dalam pemberitaannya adalah orang fasiq. Yaitu, orang yang aktivitasnya diwarnai oleh pelanggaran agama. Kedua, menyangkut isi berita, penyelidikan kebenaran sebuah berita menjadi perhatian khusus dalam ayat tersebut. Penyeleksian informasi dan budaya literasi adalah komponen yang tidak bisa diabaikan. Jadi, tradisi mudah mengeshare berita tanpa melakukan penyelidikan kevalidan secara mendalam tidaklah dibenarkan dalam Islam.

b. Menyampaikan informasi dengan benar.

Islam juga mengajarkan membuat opini yang jujur, didasarkan atas bukti dan fakta, lalu diungkapkan dengan tulus. Tidak merekayasa atau memanipulasi fakta, serta menahan diri untuk tidak menyebarluaskan informasi tertentu di media sosial yang fakta atau kebenarannya belum diketahui secara pasti. Istilah ini disebut qaul zur yang berarti perkataan buruk atau kesaksian palsu. Dalam al-Qur’an surah al- Hajj ayat 30:

Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apaapa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhalaberhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.” (QS. Al-hajj [22]:30)

c. Haram menebar fitnah, kebencian, dan lainnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga keagamaan tentu tidak bisa berdiam diri melihat perilaku masyarakat dalam menggunakan medsos yang selain berdampak positif, juga menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan seperti yang telah dijelaskan di atas. Bertolak dari fenomena penyalahgunaan medsos itulah, MUI merasa tergugah sehingga mengeluarkan fatwa, yakni Fatwa MUI No 24 Tahun 2017 mengenai Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial.

Dalam fatwa itu, ada lima poin larangan menggunakan medsos: (1) melakukan ghibah; fitnah, namimah (adu-domba); dan menyebarkan permusuhan. (2) melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusuhan berdasarkan suku, ras. atau antara golongan; (3) menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup; (4) menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala yang terlarang secara syari; dan (5) menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai dengan tempat atau waktunya.

d. Media sosial digunakan untuk amar ma’ruf nahi munkar yang menjamin dan mengatur kebebasan ekspresi. Kebebasan berpendapat sering kali disalahgunakan untuk membuat fitnah, opini palsu, dan menebar kebencian yang sering diutarakan melalui media sosial. Allah Swt. melalui al-Qur’an surah Ali Imran ayat 104 meminta agar setiap umat (manusia) membela apa yang baik benar:

Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran [3]:104)

e. Tidak digunakan untuk mengolok-olok orang lain. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an surah Al-Hujarat ayat 11:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujurat [49]:11)

f. Menyebarkan kebencian dan membuat berita palsu (hoax). Bahwa kaum beriman diminta untuk tidak "memaki sembahan yang mereka sembah selain Allah karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas" sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an surah An-Nur: 4:

Artinya: “Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur[24]:4)

Di ayat lain yaitu al-Qur’an surah al-An’am ayat 112, Allah Swt. menjadikan manusia yang suka berbohong atau memberi atau menyebarkan informasi palsu demi kepuasan diri sendiri maupun kelompoknya sebagai musuh para Nabi dan Allah.

Artinya: “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka adaadakan.” (QS. Al-An’am[6]:112)

2. Adab / Tata Cara Penggunaan Media

Agar pengguna media sosial terhindar dari hal-hal yang negatif, disamping mengikuti ketentuan-ketentuan yang ada serta memanfaatkan jejaring sosial secara benar dan sesuai dengan norma-norma di masyarakat, kita juga harus pandai memanfaatkan jejaring sosial lebih baik untuk hal-hal sebagai berikut:

a) Untuk pelajar, dapat memanfaatkan Facebook untuk metode pembelajaran online sehingga belajar dan mengajar tidak monoton dan lebih fun.

b) Kita perlu belajar menggunakan jaringan internet secara bijak sehingga kita tidak menjadi orang yang mencandu akan jejaring sosial. Sebaiknya para pengguna situs jejaring sosial ini tidak harus berhenti total untuk tidak menikmati situs tersebut, namun lebih bijak kalau secara perlahan untuk menguranginya yaitu dengan mengurangi jam bermain Facebook, Twitter, dan lain - lain.

c) Membuat group untuk sarana diskusi pelajaran.

d)         Berbagi informasi penting, misalnya dengan mempostingkan link, membuat status, atau notes yang berisi tentang suatu informasi yang berguna.

e) Menyalurkan hobi menulis dengan menggunakan fasilitas note.

f) Memanfaatkan Facebook untuk media penyimpanan data. Seperti video, mp3 dan foto.

g) Implementasikan sosial media dengan baik dan benar, gunakan peluang yang ada sebagai sarana yang positif.

Menghindari Akhlak Tercela (Hasad, Dendam, Ghibah, Fitnah, dan Namimah)

 


A.   HASAD

1. Pengertian Hasad

Hasad atau dengki adalah perasaan tidak senang, terhadap orang yang mendapatkan nikmat dari Allah. Orang yang memiliki sifat hasad selalu iri hati jika melihat orang lain hidup senang, merasa bahwa yang berhak memiliki segala sesuatu itu hanyalah dirinya sendiri.

2. Bentuk-bentuk (Ciri-ciri ) Perilaku Hasad

Secara garis besar perilaku hasad dapat diketahui dengan beberapa bentuk atau ciriciri sebagai berikut:

a. adanya kebencian dan permusuhan.

b. adanya perasaan takabur, menganggap dirinya lebih mulia dari orang lain.

c. selalu ingin menonjol dalam segala hal, dan tidak menginginkan orang lain mengimbangi kedudukannya.

d. hasad dapat timbul karena dasar jiwa manusia yang buruk dan kikir untuk berbuat kebaikan pada sesama hamba Allah Swt.

Sifat iri muncul karena kurangnya percaya diri seseorang dan juga adanya rasa sombong serta rendah budi. Orang yang tidak beriman mempercayai bahwa Allah Swt. akan memberikan kenikmatan kepada siapa yang Dia kehendaki. Tapi terkadang muncul perasaan di dalam hati "Mengapa tidak saya yang mendapatkannya ?” Kalau perasaan ini muncul maka orang tersebut akan menjadi sombong dan merasa dirinya lebih daripada orang lain.

Sabda Rasulullah Saw.:

Artinya : “Dari Anas bin Malik, sesungguhnya Rasulullah SAW. bersabda: “Janganlah kamu sekalian saling membenci (iri) saling hasud menghasud, saling belakng membelakangi dan saling memutuskan tali persaudaraan, tapi jadilah kamu sekalian hamba Allah yang bersaudara, seorang muslim tidak diperbolehkan mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mahluk Allah yang pertama kali memiliki sifat hasad / dengki adalah Iblis. Iblis dengki kepada Nabi Adam As. Karena Nabi Adam diciptakan oleh Allah sebagai mahluk yang terhormat, Iblis iri hati melihat malaikat bersujud menghormati Nabi Adam. Karena sifat dengki yang sudah melekat pada dirinya, Iblis tidak mau menghormati Nabi Adam, walaupun itu perintah Allah. Oleh sebab itu Iblis dikutuk oleh Allah.

Orang yang memiliki sifat dengki merasa iri hati melihat orang lain hidup senang atau beruntung, ia menginginkan keberuntungan itu pindah kepadanya, karena hatinya selalu kotor. Orang yang dengki itu akan sia-sia amal ibadahnya terhapus oleh sifat dengkinya. Sabda Rasulullah Saw.:

Artinya : “Jauhkanlan dirimu dari sifat dengki, karena dengki itu memakan semua kebaikan, sebagaimana api menghanguskan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud )

Orang yang bersifat dengki hanya akan memperoleh celaan, kehinaan dan kesusahan bahkan para malaikat melaknat orang yang memiliki sifat dengki.

Sifat hasad dan dengki dapat ditimbulkan oleh beberapa sebab:

a. Tidak bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah, merasa kurang dan tidak puas terhadap nikmat yang dia terima.

b. Adanya perasaan tidak senang kepada orang lain.

c. Adanya perasaan tinggi hati (sombong), tidak senang jika ada orang yang melebihi lebih baik darinya.

3. Dampak Negatif Hasad dalam Kehidupan Sehari - hari

a. Bagi Diri Sendiri

1) menimbulkan perasaan tidak tenang

2) merusak amal kebaikan dan menjadi orang yang muflis

3) memiliki banyak musuh dan sedikit teman

4) banyak menyita waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat

b. Bagi Orang Lain

1) akan menimbulkan permusuhan atau renggangnya persaudaraan

2) kehidupan di masyarakat kurang harmonis

3) muncul rasa dendam antar masyarakat

4) timbul tipu daya yang buruk terhadap sesama manusia

5) melahirkan rasa tidak percaya terhadap orang lain

4. Upaya Menghindari Perilaku Hasad

Sifat hasad dapat dihindari dengan cara membiasakan sikap atau perilaku berikut ini:

a. Senantiasa bersyukur terhadap nikmat Allah Swt.

b. Berusaha menyenangkan orang lain

c. Bersikap rendah hati memperkuat persaudaraan dengan didasari rasa saling percaya

d. Memohon pada Allah agar terhindar dari sifat hasad

e. Mengembangkan sifat qana’ah dalam arti menerima apa yang menjadi haknya dan mencukupkan untuk kebutuhannya

f. Menyadari bahwa kelak kenikmatan itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.

 

B.   DENDAM

1. Pengertian Dendam

Dendam adalah kemauan yang keras dari seseorang atau kelompok untuk membalas kejahatan dari seseorang atau kelompok lain. Allah Swt. sangat membenci orang yang pendendam, karena sifat pendendam sangat membahayakan dan merugikan orang lain.

Sifat dendam akan membuahkan sikap buruk bagi pelakunya seperti hasad, merasa senang jika orang lain susah dan memutuskan tali persaudaraan. Sekali itu di akhirat kelak tidak akan mendapat ampunan dari Allah, sebagaimana disabdakan Rasulullah Saw. :

Artinya : “Dari Ibnu Abbas ra, katanya : Rasulullah Saw. bersabda : “Ada tiga hal, barang siapa yang tidak ada padanya satupun dari ketiganya. Sungguh Allah akan mengampuni segala kesalahannya (kecuali yang tiga hal tersebut) bagi orang yang dikehendaki-Nya, yaitu (1) Seorang yang mati tanpa menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, (2) Orang yang bukan tukang sihir, (3) Orang yang tidak bersikap dendam pada saudaranya.” (HR. Thabrani)

Kebalikan sikap dendam adalah al-‘Afwu, yaitu sikap berlapang dada dalam memberikan maaf kepada orang yang melakukan kesalahan, tanpa disertai rasa benci di hati, apalagi merencanakan pembalasan terhadap orang yang melakukan kesalahan, meskipun ia sanggup melakukan pembalasan itu.

Di dalam Al-Qur’an Allah Swt. menyerukan supaya kita lebih suka memaafkan orang yang menyakiti kita, dan membiarkanya, karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Artinya : "… Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik " (QS. Al-Maidah [5]:3)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Islam lebih menganjurkan penyelesaian masalah dengan jalan damai dan saling memaafkan. Masalah itu harus diselesaikan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan rasa dendam, yang mana perasaan dendam itu hanya merugikan diri sendri serta membahayakan bagi diri maupun orang lain.

Nabi Muhammad Saw. sabagai suri teladan kita telah memberikan beberapa contoh, betapa beliau sangat pemaaf dan bukan pendendam. Ketika beliau akan dibunuh oleh Suraqah, dan kemudian beliau punya kesempatan untuk membalasnya. Beliau tidak melakukannya, tapi Beliau malah memaafkanya. Dan masih banyak contoh yang lainnya.

2. Bentuk-bentuk (Ciri-ciri) Perilaku Dendam

Seseorang yang mempunyai sikap pendendam, dalam dirinya memiliki sifat sebagai berikut:

a. Memiliki emosi yang tinggi dan mudah tersinggung;

b. Susah diajak berbicara dengan baik;

c. Suka mengancam terhadap orang yang menyebabkan kecewa;

d. Tidak mudah memberikan maaf kepada orang yang dianggap salah;

e. Tidak mau menerima nasehat orang lain.

3. Dampak Negatif Dendam

a. Dapat menimbulkan retaknya hubungan persaudaraan.

b. Timbulnya rasa saling curiga diantara kedua belah pihak.

c. Menimbulkan pertikaian akibat kejahatan yang tidak dapat selesai dengan balasan kejahatan.

d. Semakin menambah rumitnya masalah, sehingga dapat menimbulkan masalah yang baru.

4. Upaya Menghindari Perilaku Dendam

a. Berusaha untuk selalu memiliki sikap sabar dan berjiwa besar dalam menghadapi masalah.

b. Tidak membalas suatu kejahatan dengan kejahatan yang lain.

c. Menyadari sepenuhnya bahwa setiap manusia berpeluang untuk berbuat kesalahan maupun kejahatan.

d. Menyadari bahwa dirinya sendiri suatu saat mungkin akan berbuat jahat sebagaimana yang telah dilakukan orang lain.

 

C.   GHIBAH

1. Pengertian Ghibah

Ghibah artinya mengumpat atau menggunjing yaitu perbuatan atau tindakan yang membicarakan aib orang lain. Pada zaman modern ini, dengan berbagai macam alat informasi yang semakin canggih, perbuatan ghibah pun dikemas sedemikian manisnya.

Sehingga para konsumen sebagai pengakses informasi itu menjadi tidak terasa kalau dia sudah terlibat dalam perbuatan ghibah. Islam melarang perbuatan ini untuk dilakukan, karena kalaupun informasi atau berita yang dilontarkan itu benar, tetap akan menyakiti hati orang lain. Apalagi kalau berita itu salah, bisa menimbulkan fitnah.

Artinya: “Dan orang-orang yang menyakiti orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka itu telah memikul kebohongan dan yang nyata. (QS. Al-Ahzab[33]:58)

Dalam ayat-Nya yang lain Allah Swt. berfirman:

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan berburuk sangka (kecurigaan) karena sebagaian dari berburuk sangka itu dosa. Dan janganlah mencaricari keburukan orang lain dan jangan menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kaum suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah seseungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat [49]:12)

Nabi Muhammad Saw. juga bersabda:

Artinya : “Dari Muawiyah ra. katanya : Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya apabila kamu selalu mencari-cari auratnya kaum muslimin berarti kamu akan menjatuhkan mereka atau hampir menjatuhkan mereka.” (HR. Abu Daud)

Dari nash Al-Qur’an dan Hadis tersebut di atas, terdapat pelajaran yang bisa diambil bahwa perbuatan ghibah itu sangat merusak hubungan persahabatan, persaudaraan dan bahkan bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebab-sebab timbulnya ghibah:

a. Ingin menghilangkan perasaan marah. Jika telah terlampiaskan marahnya ia merasa puas.

b. Kemegahan diri, seseorang yang ingin dikatakan hebat, dan mewah atau megah.

c. Mengaggap orang lain lemah, rendah dan hina.

Tidak semua membicarakan orang lain itu ghibah, di bawah ini adalah bukan termasuk perilaku ghibah karena dilakukan demi kebaikan bersama dan harus dengan cara yang baik pula, yaitu:

a. Melaporkan kejahatan kepada pihak-pihak yang berwenang, seperti polisi atau jaksa untuk proses penyidikan;

b. Mengungkapkan kejahatan dengan tujuan perlindungan masyarakat dari kejahatan itu;

c. Menjelaskan keburukan ahli maksiat dan ahli bid’ah agar masyarakat Islam selamat dari keburukannya; dan

d. Membicarakan keburukan orang lain dalam upaya mencari jalan keluar untuk amar ma’ruf nahi munkar.

 

D.   FITNAH

1. Pengerrtian Fitnah

Fitnah artinya’: Perkataan yang bermaksud menjelekkan orang seperti menodai (menjatuhkan) nama baik orang yang difitnah dan merugikan kehormatan orang lain. Fitnah dilakukan tidak hanya oleh satu orang, tetapi ada juga yang dilakukan oleh dua orang, atau beberapa orang (kelompok). Dari segi caranya dapat dilakukan secara sembunyi-sembunyi, ada pula yang dilakukan secara terang-terangan.

Firman Allah QS. Al-Baqarah ayat 191:

Artinya: “ Sedangkan fitnah lebih besar (bahayanya) daripada pembunuhan.” Rasulullah Saw. bersabda:

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, ‘Tahukah kalian siapakah orang yang muflis (bankrut) itu? Para sahabat menjawab, ‘Orang yang muflis (bankrut) diantara kami adalah orang yang tidak punya dirham dan tidak punya harta.’ Rasulullah Saw. bersabda, ‘Orang yang muflis (bankrut) dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) melaksanakan shalat, menjalankan puasa dan menunaikan zakat, namun ia juga datang (membawa dosa) dengan mencela si ini, menuduh si ini (memfitnah), memakan harta ini dan menumpahkan darah si ini serta memukul si ini. Maka akan diberinya orang-orang tersebut dari kebaikan-kebaikannya. Dan jika kebaikannya telah habis sebelum ia menunaikan kewajibannya, diambillah keburukan dosa-dosa mereka, lalu dicampakkan padanya dan ia dilemparkan ke dalam neraka.” [HR. Muslim No. 2581]

Fitnah termasuk perbuatan lisan yang sangat berbahaya, sehingga dinyatakan dalam firman Allah Swt. di atas bahwa fitnah lebih besar dampaknya daripada pembunuhan. Sehingga muncul pepatah mengatakan bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Mengingat bahwa luka karena benda tajam bisa hilang seiringnya waktu berlalu, namun luka karena tajamnya lisan seseorang sulit untuk dihapus, akan senantiasa membekas dalam hati orang yang difitnah. Orang yang suka memfitnah biasanya orang yang pengecut, dia tidak senang melihat orang lain hidup senang atau bahagia, ia berupaya agar orang lain jatuh kedalam kebinasaan.

2. Dampak Negatif Fitnah

Ketika seseorang melakukan fitnah maka akan banyak dampak yang ditimbulkan baik itu untuk orang yang di fitnah maupun untuk dirinya sendiri. Berikut ini dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari perilaku fitnah.

a. Mendapat ancaman Allah Swt. akan siksa neraka yang sangat pedih.

b. Rusaknya kehidupan masyarakat karena adanya kecurigaan antara yang satu dengan yang lain.

c. Terpecahnya persatuan masyarakat yang dapat memicu timbulnya beberapa kelompok yang mendukung maupun yang menentang.

3. Upaya Menghindari Perilaku Fitnah

Setiap muslimin dan muslimat wajib menghindari dan meninggalkan perilaku fitnah mengingat dampak negatifnya yang sangat berbahaya baik bagi pelaku maupun bagi orang yang difitnah dan bagi masayarakat secara umum. Adapun upaya ynag bisa dilakukan untuk menghindari perilaku fitnah adalah:

a. Bergaul dengan baik kepada semua orang dan tidak pilih-pilih.

b. Saling mengingatkan apabila pembicaraan sudah mengarah kepada perbuatan fitnah.

c. Melakukan klarifikasi terlebih dahulu saat mendengar berita yang tidak jelas sumber kebenarannya.

d. Mau menyampaikan dan menerima kritik dengan cara langsung dan jelas kepada yang bersangkutan dan tidak menyebarkannya kepada orang lain yang tidak ada kaitannya.

e. Waspada terhadap informasi dan mencari kejelasan dan kebenaran informasi supaya kita tidak salah dalam mengambil sikap dan keputusan.

f. Harus hati-hati karena fitnah itu sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan pertikaian dan kesalah pahaman, yang akhirnya menimbulkan perpecahan.

 

E.   NAMIMAH

1. Pengertian Namimah

Menurut bahasa namimah berasal dari bahasa Arab yang artinya adu domba. Adapun yang dimaksudkan dengan namimah menurut istilah adalah menyampaiakan sesuatu yang tidak disenangi, baik yang tidak disenangi itu orang yang diceritakan ataupun orang yang mendengarnya agar terjadi permusuhan. Cara menyampaikan sesuatu itu biasanya dengan ucapan atau perkataan, tetapi adakalanya dengan tulisan, isyarat atau dengan sindiran.

Namimah pada hakikatnya adalah menyampaikan atau menceritakan rahasia orang lain sehingga merusak nama baik orang lain tersebut, tentu saja orang yang diceritakan itu merasa tidak senang dan dapat menimbulkan permusuhan.

Seringkali terjadi namimah dilakukan oleh orang yang sengaja ingin menimbulkan permusuhan antara seseorang dengan orang lain atau bahkan sifat seseorang yang ingin mencari popularitas diri sendiri diatas penderitaan orang lain. Misalnya Abduh dan Asmat adalah dua orang yang bersahabat. Darwin adalah orang yang banyak omong dan akhlaknya kurang baik. Melihat persahabatan Abduh dan Asmat sangat akrab, Darwin kemudian mencari-cari peluang untuk mengadu domba antara Abduh dan Asmat dengan berbagai cara, sehingga persahabatannya bercerai berai bahkan terjadi perkelahian atau permusuhan antara Abduh dan Asmat.

2. Dalil yang Berhubungan dengan Namimah

Namimah termasuk akhlak tercela yang dilarang dalam Agama sesuai dengan firman Allah Swt. sebagai berikut:

Artinya: “dan janganlah kamu ikuti Setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah.” (QS. Al-Qalam [68]:10-11)

Artinya: “kecelakaanlah bagi Setiap pengumpat lagi pencela.” (QS. Al-Humazah [104]:1)

3. Penyebab Timbulnya Sifat Namimah

Perbuatan namimah atau adu domba disebabkan antara lain:

a. Ada perasaan tidak senang terhadap orang yang diceritakan.

b. Adanya sifat dengki pada diri seseorang yang menyebabkan ketidaksenangan kepada orang lain yang mendapatkan kebahagiaan maupun kesuksesan.

c. Mencari muka agar orang lain bersimpati kepada dirinya.

d. Gemar berbicara berlebihan, omong kosong atau berbicara tentang hal-hal yang tidak benar.

4. Dampak Negatif Namimah

a. Dapat menyebabkan terputusnya ikatan silaturahmi dan ukhuwah.

b. Menyulut api kebencian dan permusuhan antar sesama manusia.

c. Merusak tatanan dan ketentraman masyarakat.

d. Hilangnya ridha Allah Swt. dan mendapat murka-Nya.

5. Upaya Menghindari Perilaku Namimah

Langkah–langkah atau cara mengatasi perilaku namimah:

a. Bagi orang yang mendengar atau menerima kabar, jangan langsung percaya dengan perkataan tersebut.

b. Berusaha untuk menghentikan pemberitaannya. Karena hal itu termasuk kemunkaran, cara mencegahnya dapat melalui lisan, tulisan maupun dalam bentuk yang lain.

c. Membenci perilaku namimah, dan membencinya karena Allah Swt., bukan karena hawa nafsu.

d. Apabila melihat atau mendengar sesuatu yang disampaikan orang lain itu akan menimbulkan keburukan sebaiknya didiamkan saja.

e. Jangan melayani omongan orang yang suka berkata bohong.

f. Apabila ada berita yang meragukan dari seseorang, agar diselidiki terlebih dahulu kebenarannya.

Latihan soal Membiasakan Akhlak Terpuji (Husnudzan, Tawadhu’, Tasamuh, dan Ta’awun)

  A. HUSNUDZAN (1–15) Apa arti husnudzan secara bahasa? Berbaik sangka. Apa arti husnudzan menurut istilah? Berpikir positif terhadap orang ...