Selasa, 25 Oktober 2022

(97) Habis Gelap Terbitlah Terang

   

Habis Gelap Terbitlah Terang

Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag (Guru SKI di MTsN 2 Garut)

Dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini berbicara tentang perjuangannya untuk mencapai persamaan hak bagi perempuan dan laki-laki. Penulis menemukan kata-kata seperti nasionalisme, demokrasi, negara, bangsa, kemerdekaan, kesadaran nasional. Kartini juga menyampaikan pemikirannya tentang bagaimana seharusnya peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang dapat mengangkat semangat perjuangan bangsa di kalangan pemuda Indonesia. Keterpaparannya pada dunia literasi Belanda membuka pikiran gadis muda ini. Bahkan, Kartini juga membaca majalah dan surat kabar Eropa, yang tentu saja membuka wawasannya.

Berdasarkan pernyataan di atas penulis mencoba menganalisis sebuah makna yang tersurat lalu menarik sebuah refleksi yang akan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari khusunya bagi perempuan Indonesia. Kata kunci yang penulis ambil adalah perjuangan, persamaan hak, nasionalisme, demokrasi, kesadaran nasional, dan literasi. Mari kita uraikan satu persatu sebagai berikut.

Analisis

1.      Perjuangan

Kedudukan R.A Kartini saat membesarkan anak, beliau menjadi pendidik yang pertama kali mempengaruhi perkembangan karakter anaknya. Kartini percaya bahwa membesarkan anak adalah pekerjaan besar. Pembentukan kepribadian seseorang pertama-tama berasal dari rumah. Ibu kandung harus diberikan pendidikan dan pengembangan keluarga. Bagaimana bisa mendidik keluarga dengan baik sekarang, ketika unsur terpenting keluarga, yaitu perempuan, sama sekali tidak mampu belajar (Arbaningsih, 2005:127). Oleh karena itu,

Kartini meminta pemerintah Hindia Belanda untuk serius dalam mengenyam pendidikan, terutama mengenai kebutuhan dana dan tenaga pengajar. Pendidikan dan pembelajaran Bumiputra harus berorientasi pada masalah praktis untuk meningkatkan kecerdasan dan kualitas hidup masyarakat. Dapat dikatakan bahwa pemikiran Kartin tentang sistem pendidikan sangat modern, karena ia menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran dan kegiatan pendidikan, dan bukan sebagai objek pengajaran, seperti biasa dalam pendidikan pada waktu  (Arbaningsih, 2005: 133).

Pendidikan merupakan salah satu perhatian Kartin yang paling penting dalam memajukan perempuan dan masyarakat adat pada umumnya. Mengenai  pendidikan Bumiputra, Kartini ingin agar semua Bumiputra mengenyam pendidikan di kabupaten manapun dan berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin. Kartini adalah orang Jawa pertama yang memikirkan pendidikan gadis remaja Jawa dan menyatakan keyakinannya akan perlunya pendidikan. Kartini sangat menginginkan sekolah putri (Soeroto, 1979:320).

2.      Persamaan Hak

Kartini adalah  pelopor kesetaraan perempuan di nusantara yang memiliki kecerdasan, ide dan perjuangannya untuk memberantas ketidakadilan yang dihadapinya. Sebagai pemikir dan promotor emansipasi perempuan, Kartini menjadi sumber inspirasi perjuangan perempuan yang merindukan kebebasan dan kesetaraan status sosial karena ia berhasil menuliskan pemikirannya secara detail dan detail.

Kartini juga sangat erat kaitannya dengan isu gender saat ini. Menurut KMK 807 Tahun 2018, konsep gender adalah peran dan kedudukan yang dimiliki laki-laki atau perempuan, berdasarkan struktur sosial budaya yang dipengaruhi oleh struktur masyarakat yang lebih luas dan dapat berubah dari waktu ke waktu, bukan berdasarkan perbedaan biologis. 

Apa itu seks? Gender adalah perbedaan  antara laki-laki dan perempuan dalam hal peran, tugas dan tanggung jawab yang dihasilkan dari struktur sosial dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Istilah gender  pertama kali dicetuskan oleh para ilmuwan sosial. Mereka bermaksud menjelaskan perbedaan antara laki-laki dan perempuan dari segi kodrat bawaan (ciptaan Tuhan) dan formasi budaya (konstruksi sosial).

Banyak orang menafsirkan atau mengacaukan karakteristik manusia yang alami (tidak berubah) dengan karakteristik yang tidak alami (gender) yang dapat dan memang berubah seiring waktu. Perbedaan gender ini juga membuat orang memikirkan kembali  peran mereka sendiri bagi laki-laki dan perempuan.

Kartini adalah pelopor keadilan dan kesetaraan gender di Indonesia  sejak tahun 1908. Perjuangan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, khususnya di bidang pendidikan, dimulai oleh Kartini sebagai  perlawanan  terhadap ketidakadilan terhadap perempuan saat itu. Dalam perjalanan selanjutnya, semangat juang Kartini dilanjutkan dengan Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928  yang kemudian disebut sebagai Hari Ibu.

Untuk mengatasi hal tersebut, perlu terus disosialisasikan bahwa perempuan juga memiliki hak untuk  setara dengan laki-laki. Dan penting bagi perempuan untuk mengetahui seberapa jauh mereka dapat dibandingkan dengan pria. Karena dalam beberapa hal, perempuan tidak bisa berada di posisi laki-laki dalam menjaga kehormatan dan melindungi perempuan itu sendiri.

Selain itu, memberikan laki-laki hak yang sama sekaligus melindungi mereka membuat perempuan merasa bahwa keadilan mereka telah diperoleh sepenuhnya. Kemudian keseimbangan hidup terwujud.

Untuk mencapai kesetaraan gender secara optimal, perlu pula  penyempurnaan perangkat hukum untuk perlindungan dan akses informasi setiap individu  serta peningkatan partisipasi masyarakat. Tujuannya sebenarnya cukup sederhana, bahwa semuanya harus seimbang, setara, adil, untuk mewujudkan impian kita.

3.      Nasionalisme

Kartini menunjukkan dengan kata dan perbuatan keberpihakan beliau pada kesatuan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kita dapat menghidupkan kembali semangat Kartini yang menunjukkan sikap nasionalisnya, suratnya sebagai  agenda untuk meyakinkan Belanda bahwa orang Jawa memiliki makna, bahwa mereka memiliki kehendak sendiri. Kami hanya ingin mereka mengendalikan masa depan mereka dukungan Anda.

Nasionalisme Kartin dapat digolongkan sebagai nasionalisme kemanusiaan (humanistic nationalism), yang mencirikan nasionalisme dari perspektif budaya. Nasionalisme humanistik Kartini terlihat dalam pemikiran-pemikirannya tentang nilai-nilai bangsanya. Meskipun ia tidak menemukan konsep ideologis  bangsa dan negara (nation-state) dalam pemikirannya yang cemerlang, namun dalam surat-suratnya disarankan agar Kartini berideologi “Cintai Rakyat dan Tanah Air”, “Jaga Tingkat Kependudukan”,  "bangsa",  Kemanusiaan" dan "Berjuang untuk Kemanusiaan", Kemajuan Umat Bumiputera".

Kartini berjuang tanpa dukungan massa dan organisasi. Ia hanya bisa menggunakan korespondensi tertulis yang sangat tajam dan membangkitkan semangat  untuk mengungkapkan pemikirannya untuk memperbaiki dan memajukan kehidupan penduduk asli Hindia Belanda (Indonesia). Betapa sakit hati Kartini  ketika melihat dan mengalami poligami, kebodohan kaum pribumi, konflik-konflik sosial karena agama, sifat golongan bangsawan/bangsawan dan adat-istiadat yang menindas kaum pribumi, sehingga pemikiran-pemikiran membengkak dalam keterasingan. dalam tulisan yang bermakna dan indah.

 

 

 

4.      Literasi.

Di Europe Lagere School (ELG) Kartini belajar bahasa Belanda sampai dia bisa berbahasa Belanda dengan baik. Kartini dikenal gemar membaca, meski menikah muda, ia  mengurung diri di kamar dan menghabiskan waktunya dengan membaca dan menulis surat. Akhirnya  RA Kartini menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat pada tanggal 12 November 1893.

Setelah menikah, Kartini tidak pernah berhenti belajar dan terus menimba ilmu di rumah dengan banyak membaca  buku, majalah dan surat kabar Eropa. Berkat membaca buku dan koran ini, Kartini menyadari perbedaan  besar antara kehidupan perempuan Eropa dan nasib perempuan di tanah airnya. Perempuan di Eropa memiliki kehidupan yang lebih bebas dan tidak dibatasi seperti dirinya, meskipun mereka memiliki status yang sama dengan  laki-laki.

Berdasarkan fakta ini, dia memiliki ide untuk meningkatkan kehidupan perempuan di negaranya. Kartini sering membaca koran Semarang De Locomotief, juga berlangganan majalah  Leestrommel tentang berbagai topik budaya, ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik, termasuk  majalah Belanda De Hollandsche Lelie. Kegiatan literasi berujung pada surat-surat  berkorespondensi dengan Miss Zeehandelaar, yang kini menjadi inspirasi dunia, Door Duisternis tot Licht, diterjemahkan oleh Armijn Pane, Dari kegelapan menuju terang.

Sikap dan pemikiran Kartin sejalan dengan prinsip-prinsip Islam tentang kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Mengenai isu kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam, Nasaruddin Umar dalam bukunya The Argument for Gender Equality Perspective Al-Quran menyebutkan bahwa setidaknya ada empat dalil yang dapat dijadikan dasar kesetaraan status perempuan dan laki-laki: Pertama, sama dari titik awal. Kedua, tanggung jawab dan manfaat yang setara  dan; Ketiga, sama dalam  pendidikan dan keempat, sama dalam hukum.

Refleksi

Islam tidak melarang kaum perempuan bekerja untuk membantu ekonomi rumah tangga sepanjang tidak melanggar syariat agama. Allah berfirman, "Katakanlah (wahai Muhammad), bekerjalah kalian! maka Allah, Rasul-Nya, dan para mukminin akan melihat pekerjaanmu." (QS. At-Taubah: 105).

Baik itu bekerja di rumah atau di luar rumah, keduanya bisa sama-sama bagus. Ini tidak berarti bahwa perempuan yang bekerja di luar rumah lebih sukses daripada ibu rumah tangga biasa. Di sisi lain, perempuan yang tinggal di rumah mungkin tidak lebih mulia dari mereka yang bekerja di luar rumah. Itu semua tergantung pada seberapa berguna itu. Dengan kecepatan perkembangan, seseorang bahkan dapat melakukan maksiat atau dosa  di rumah hari ini.

Di sisi lain, kebaikan dan keuntungan juga bisa tercipta di luar rumah. Jadi hindari kerusakan di mana-mana. Baik di rumah maupun di luar rumah, perempuan harus berusaha untuk pelayanan yang salehah, menjauhi segala maksiat dan dosa, berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki diri dan  bermanfaat bagi orang lain.

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Mengajar di MTsN 2 Garut. Pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja kategori sosial budaya, menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (tingkat Provinsi), juara harapan 1 dan 2 (tingkat Nasional)  (Juli 2019-September 2021), guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 4 buku solo, 20 buku  antologi (Januari-Juli 2022). Memiliki 750 konten pendidikan di canal youtube dan 100 artikel (Oktober 2021-Agustus 2022). Blog http://nuruljubaedah6.blogspot.com/. Instagram (nj_78). Email :  nuruljubaedah6@gmail.com. Whatsapp : 081322292789.

Rabu, 07 September 2022

(96) 5 Kesulitan dan Solusi Belajar Peserta didik

 

5 Kesulitan dan Solusi Belajar Peserta didik

Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag (Guru SKI di MTsN 2 Garut)

Kesulitan

1.   Rendahnya daya serap peserta didik terhadap pembelajaran akibat posisi duduk peserta didik dan suasana ribut di dalam kelas.

2. Kurangnya dukungan orang tua dalam pendampingan pembelajaran yang menyebabkan peserta didik sering tidak masuk kelas dan kurangnya minat dalam belajar.

3.  Kurangnya adaptasi dengan teman dan guru, kurang minat terhadap mata pelajaran tertentu, dan pengaruh lingkungan sekitar.

4. Kendala adaptasi dari masa pandemi ke new normal menyebabkan learning loss akibatnya konsentrasi peserta didik di kelas menurun drastis.

5. Kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran peserta didik baik di sekolah maupun di rumah.

 

Solusi

1.  Guru menganalisis nilai peserta didik dalam pembelajaran pada semester sebelumnya (PR, PH, PAS atau PAT), mengevaluasi perilaku peserta didik di kelas serta menanyakan dan meminta bimbingan langsung kepada guru sesuai dengan pelajaran yang kurang mereka kuasai. Guru sebaiknya menggunakan model atau metode pembelajaran yang bervariasi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Guru diharapkan menggunakan strategi 4C (Collaboration, communication, critical thinking dan creativity) dalam melaksanakan pembelajaran abad 21. Hal ini dapat memberi kesempatan lebih besar kepada peserta didik agar mereka menuangkan pendapatnya sehingga peserta didik dapat ikut berperan aktif dalam suatu proses pembelajaran. Strategi 4C ini menerapkan metode diskusi agar dapat tercipta suasana belajar yang menyenangkan, tidak membuat peserta didik yang tegang, dan cepat jauh dalam mengikuti suatu proses pembelajaran.

Di samping itu peserta didik juga perlu meningkatkan motivasi belajarnya terutama tetap ulet dalam menghadapi kesulitan, bekerja kelompok, mencari dan memecahkan masalah pada soal-soal, melaksanakan tugas- tugas yang diberikan guru. Jika ada pertanyaan yang diberikan guru maka peserta didik hendaknya melakukan diskusi dan tukar pendapat atau informasi kepada teman sekelompoknya agar menghasilkan suatu jawaban yang benar dari pertanyaan tersebut. Melalui 4C ini akan otomatis merolling tempat duduk sekaligus meminimalisir keributan di kelas.

2.   Guru atau wali kelas melaksanakan home visit. Kunjungan guru membuat peserta didik merasa bahwa sekolah selalu peduli dan menjaga mereka. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada para guru untuk menyaksikan dan mengamati secara langsung bagaimana anak-anak belajar, perjalanan hidup mereka dan permasalahan yang mereka hadapi dalam keluarga mereka.

Guru berkesempatan memberikan informasi kepada orang tua peserta didik tentang bagaimana mendidik dengan baik, bagaimana memecahkan masalah yang dihadapi anaknya. Hubungan antara orang tua dan guru akan semakin erat. Kunjungan dapat memotivasi orang tua untuk lebih berpikiran terbuka dan dapat bekerja sama untuk meningkatkan pendidikan anak-anaknya.

Guru memiliki kesempatan untuk melakukan wawancara tentang situasi atau fakta yang berbeda tentang sesuatu yang ingin diketahuinya. Komunikasi dan pertukaran informasi tentang kondisi anak dan pertukaran instruksi antara guru dan orang tua dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.

Selain Home visit guru atau wali kelas juga dapat mengundang  orangtua ke sekolah, melaksanakan Case Conference. Case Conference merupakan rapat atau conference tentang kasus. Cara lainnya adanya Badan pembantu sekolah yaitu bentuk kerjasama organisasi antara sekolah atau guru dengan orangtua murid. Mengadakan Surat Menyurat Antara Sekolah Dan Keluarga dan adanya Daftar Nilai Atau Raport.

3.      Ketika peserta didik baru menginjakkan kaki di lingkungan baru, temani dan dekati karena mereka masih membutuhkan kehadiran orang dewasa untuk membuat mereka merasa aman. Berkomunikasilah dengan peserta didik tentang lingkungan baru yang  mereka hadapi. Perkuat visual sesuai minat peserta didik, seperti lokasi yang menyenangkan, memproyeksikan citra positif dan bahagia tentang tempat baru.

Salah satu kunci aklimatisasi adalah frekuensi kunjungan, bukan durasi. Semakin sering peserta didik berada di tempat baru, semakin mudah bagi mereka untuk beradaptasi. Perhatikan keadaan peserta didik yang akan lebih mudah beradaptasi ketika mereka berada dalam suasana hati yang baik dan tidak gelisah, lapar atau mengantuk. Pastikan dalam keadaan sehat, tidak sakit atau lelah. Baik kondisi fisik maupun mental mempengaruhi keberhasilan peserta didik dalam proses adaptasi.

Mengenali temperamen peserta didik. Ada tiga jenis temperamen, yaitu easy (mudah), slow “panas” (slow to warm up) dan tough (sulit). Peserta didik dengan temperamen yang menyenangkan, mereka tidak akan mengalami banyak kesulitan dalam beradaptasi. Guru harus lebih memperhatikan peserta didik dengan kepribadian yang sulit. Biarkan mereka mengamati lingkungan barunya terlebih dahulu. Jangan pernah memaksa peserta didik untuk bersosialisasi. Bersabarlah karena lama kelamaan mereka akan semakin sadar akan lingkungan barunya, sehingga meningkatkan kemampuannya untuk beradaptasi.

4.    Belajar lebih dari sekedar membaca dan menulis. Guru harus memiliki inovasi untuk meningkatkan semangat belajar peserta didik. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan oleh guru adalah dengan membiasakan peserta didik dengan lingkungannya. Pembelajaran lingkungan lebih mudah dipahami daripada pembelajaran tekstual. Belajar tidak terbatas di rumah, terkadang guru mungkin meminta peserta didik untuk membiasakan diri dengan lingkungan seperti sumber daya alam dan lingkungan sosial.

Yang perlu dilakukan guru dalam mengatasi learning loss selain memberikan bimbingan dan dorongan untuk menyeimbangkan sikap dan perilaku agar peserta didik menguasai materi  yang diajarkan.  Memotivasi peserta didik untuk mencapai hasil akademik yang baik. Mendorong pembelajaran yang baik dan efektif. Yang lebih penting adalah pembelajarna bermakna yaitu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan untuk mengembalikan gairah dan konsentrasi belajar mereka akibat dua tahun belajar di rumah.

Yang dilakukan orang tua untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik di rumah adalah membantu anak ketika mereka mengalami kesulitan, memahami tugas yang diberikan.  Kendalikan waktu homeschooling anak Anda. Bantu anak-anak menggunakan waktu luang mereka untuk belajar.  Memberikan perhatian penuh kepada anak-anak secara akademis.

Saran bagi orang tua dan guru hendaknya terlibat dalam pembelajaran peserta didiknya, baik di rumah maupun di sekolah, agar peserta didik tersebut dapat mencapai hasil akademik yang berkualitas. Hubungan orang tua-guru harus dipelihara dalam meningkatkan kegiatan belajar peserta didik sehingga peserta didik menerima pendidikan yang lebih baik dan bermanfaat bagi peserta didik.

5.   Salah satu peran orang tua bagi peserta didik adalah memberikan berbagai kemudahan seperti media atau alat peraga. Orang tua merupakan fasilitator yang terlibat dalam proses kegiatan belajar di rumah. Pentingnya sarana dan prasarana bagi peserat didik adalah mempermudah kegiatan belajar baik di rumah maupun di sekolah. Contohnya gawai dan internet akan mempermudah peserta didik dalam mengerjakan tugas, meningkatkan wawasan pembelajaran digital yang sesuai dengan zamannya.

Fasilitas lainnya dimulai dengan biaya pendidikan karena tidak ada pendidikan gratis seratus persen. Fasilitas pendidikan selanjutnya adalah berkenaan dengan penyediaan buku-buku ajar yang dibutuhkan peserta didik seperti alat-alat tulis, tempat belajar, dan lain-lain.

Peran guru dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan, sebagai pendidik, mereka bertanggung jawab untuk merencanakan, menggunakan, memelihara, dan memantau sarana dan prasarana pendidikan, khususnya pekerjaan yang berkaitan dengan media pembelajaran seperti buku dan alat peraga. bahan. Untuk mengoptimalkan fasilitas pendidikan, guru mengajak peserta didik untuk menonton video buatan guru melalui perangkat genggam. Sedangkan untuk LKPD kreatif, guru mencetak LKPD sebagai board game. Untuk lingkungan fisik, sosial dan budaya, guru memanfaatkan taman pintar dan lingkungan sekitar rumah peserta didik.

 

Daftar Pustaka

Alang, S. (2015). Urgensi Diagnosis Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar.

Daharnis, D. (1990). Diagnosis Kesulitan Belajar.

Darimi, I. (2016). Diagnosis kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran aktif di sekolah. JURNAL EDUKASI: Jurnal Bimbingan Konseling2(1), 30-43.

Muzdalifa, E. (2022). Learning Loss Sebagai Dampak Pembelajaran Online Saat Kembali Tatap Muka Pasca Pandemi Covid 19. GUAU: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam2(1), 187-192.

Slameto, S. (2022). Membongkar Mitos “Kehilangan Belajar”(Learning Loss) dengan Refleksi Diri. Jurnal Basicedu6(3), 4048-4056.

  

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Mengajar di MTsN 2 Garut. Pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja kategori sosial budaya, menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (tingkat Provinsi), juara harapan 1 dan 2 (tingkat Nasional)  (Juli 2019-September 2021), guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 4 buku solo, 20 buku  antologi (Januari-September 2022). Memiliki 540 konten pendidikan di canal youtube dan 100 artikel (Oktober 2021-September 2022). Blog http://nuruljubaedah6.blogspot.com/. Instagram (nj_78). Email :  nuruljubaedah6@gmail.com. Whatsapp : 081322292789.

Surat untuk Presiden: Guru Tidak Meminta Dipuji, Kami Hanya Ingin Dapat Bertahan Mengajar

  Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia, Perkenankan saya menulis surat ini bukan sebagai pengamat pendidikan, bukan pula sebagai ahli ...