Jumat, 27 Mei 2022

(52) 3 Jurus Menolak Stigma Sosial



3 Jurus Menolak Stigma Sosial

(Nurul Jubaedah,S.Ag.,S.Pd.,M.Ag Guru SKI di MTsN 2 Garut)

Stigma sosial merupakan pandangan buruk terhadap seseorang sehingga keberadaannya di tolak di lingkungan di mana ia berada karena namanya sudah tercemar. Atau pengingkaran terhadap keberadaan seseorang atau sekelompok orang yang disebabkan oleh perilaku tercela dan diprediksi akan merugikan wilayah tersebut hal ini dinamakan stigma sosial.

Ketika seseorang diasingkan oleh masyarakat di mana ia berada, maka orang itu mengalami penderitaan secara mental. Cap jelek yang sudah menempel padanya akan menjadi stempel yang berujung pengucilan atau isolasi sosial.

Ada 3 proses stigma, yaitu interpretasi, pendefinisian, dan diskriminasi. Ilustasi stigma, setiap orang mempunyai pandangannya masing-masing terhadap orang lain atau suatu hal. Stereotype (penjulukan) merupakan cara pandang dan penilaian seseorang terhadap penampilan atau latar belakang mengenai seseorang.

3 Jurus Menolak Stigma Sosial:

1. Tutup Mata Tutup Telinga

Di samping terus memperbaiki diri, menunjukkan perilaku baik menuju sebuah perubahan ke arah yang lebih baik maka jangan pernah peduli suara sumbang dari lingkungan di mana kita tinggal. Cukup dengan beberapa pembuktian dan niatkan untuk dan demi diri sendiri dan masa depan bukan untuk orang lain, cukuplah Tuhan yang menjadi cctv.

Tidak perlu membenci apalagi dendam terhadap mereka yang bersikap sinis dan sentimen karena tidak ada manusia yang sempurna. Allah SWT berfirman, yang artinya, Sesungguhnya orang-orang yang menyenangi tersebarnya perbuatan keji di kalangan orang-orang beriman, mereka memperoleh azab yang pedih di dunia dan di akhirat….” (Q.S. an-Nûr : 19)

Hijrahlah ke lingkungan yang lebih baik, pilihlah teman yang selalu memberikan pengaruh positif, memberikan dukungan, mengoreksi dan memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang kita miliki bukan sekedar gemar mengkritik apalgi menjatuhkan. Lingkungan toxic tidak layak kita tempati, kita memiliki hak penuh untuk bahagia dan hidup merdeka dari segala tekanan dan penderitaan.

Tidak ada  manusia yang suci tanpa aib. Manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Mereka yang saling merendahkan sesama seharusnya belajar introspeksi dan menghisab diri mereka sendiri untuk memperbaikinya.  Umar bin Khattab menegaskan, “Hisablah dirimu sebelum diri kamu dihisab, dan timbanglah amal perbuatanmu sebelum pembuatanmu ditimbang.” Ali Bin Abi Thallib berpesan, “Jika ada kata-kata yang melukai hati, menunduklah dan biarkan ia melewatimu. (jangan dimasukkan hati agar tidak lelah hatimu).

2. Fokus Menjemput Matahari

Jemputlah mimpi dan harapan untuk masa depan yang cerah. Melalui mimpi maka anda akan memiliki pemikiran solutif. Harapan akan menggerakkan dan membawa anda pada sebuah mimpi. Allah SWT berfirman yang artinya, “Allah tidah membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Menentukan target dan tujuan agar terealisasi dengan efektif dan efisien. Fokus dan konsisten, perbanyak wawasan dengan literasi, menganalisis strategi dan kemajuan dari satu tahap ke tahap yang lain, rajinlah berolahraga setidaknya setiap 30 menit setiap hari. Hargai diri anda dengan self reward.

Mengharagai diri sendiri merupakan jembatan dalam menghantarkan sebuah cita-cita, mimpi, dan harapan akan menjadi selaras dan kuat dalam proses menjalaninya. Menyemangati diri sendiri, berdoa, dan bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT sehingga hidup akan menjadi berkah.

3. Hanya Tuhan yang Tahu

Perhatikan dan pahami hadis ini, “Sesungguhnya aku tidak diperintahkan untuk melihat isi hati manusia dan tidak pula isi perutnya.” (Shahih Al-Bukhari: 4351 dan Muslim: 1064).

Serahkan semua beban dan masalah kembali kepada Allah SWT. Manusia wajib ihktiar untuk melakukan yang terbaik. Sabar, tawakkal,dan tetap husnudzon. Manusia tidak berhak melihat dan menilai isi hati orang lain menurut versi dirinya. Maka, tidaklah pantas bagi kita menduga-duga isi hati orang lain.

Ketika manusia menggantungkan setiap permasalahannya hanya kepada Rabb-nya, maka ia akan mendapatkan pengawasan, perlindungan, pencukupan serta pertolongan dari Allah SWT. Tidak perlu pengakuan dari makhluk. Cukup Tuhan yang tahu segala maksud dan tujuan dari sebuah keputusan yang kita ambil.

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar dari) Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan, Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Ali ‘Imran: 173-174)

Daftar Pustaka

Mahmudi, M. H., & Suroso, S. (2014). Efikasi diri, dukungan sosial dan penyesuaian diri dalam belajar. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia3(02).

Putri, D. N. (2022). Hubungan Antara Persepsi Stigma Sosial Dengan Kesejahteraan Psikologis (Psychological Well-Being) Pada Remaja Dari Keluarga Bercerai. Naskah Publikasi Program Studi Psikologi.

Rahayu, A. (2018). Hubungan dukungan sosial dan konsep diri dengan penyesuaian diri remaja kelas X SMA Angkasa I Jakarta. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Humaniora2(2), 75-81.

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Mengajar di MTsN 2 Garut. Pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja kategori sosial budaya, menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (tingkat Provinsi), juara harapan 1 dan 2 (tingkat Nasional)  (Juli 2019-September 2021), guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 1 buku solo, 18 buku  antologi (Januari-April 2022). Memiliki 540 konten pendidikan di canal youtube dan 55 artikel (Oktober 2021-Mei 2022). Blog http://nuruljubaedah6.blogspot.com/. Instagram (nj_78). Email :  nuruljubaedah6@gmail.com. Whatsapp : 081322292789.

Rabu, 25 Mei 2022

(51) 5 Pola Pikir A Winning Mentality

                                                 5 Pola Pikir A Winning Mentality

(Nurul Jubaedah,S.Ag.,S.Pd.,M.Ag Guru SKI di MTsN 2 Garut)

Menang bukan berarti tidak pernah gagal, didalammya banyak pengalaman dan kesalahan yang bisa Anda pelajari sebagai bahan perbaikan untuk kedepannya. Cara pertama untuk memikirkan kemenangan adalah berani dan siap gagal.  Wajar jika kita merasa takut dan ragu. Namun rasa cemas yang berlebihan  akan membuat Anda ragu untuk mencobanya.

Ketika Anda berani keluar dari zona nyaman maka Anda siap untuk bertanggung jawab atas tujuan hidup Anda yang lebih besar.  Jika Anda berencana untuk memulai hal baru, Anda dapat mencari peluang terlebih dahulu dan mencobanya dengan perlahan. A winning mentality memandang kegagalan sebagai motif untuk menjadikan sebuah kemenangan.

5 Pola Pikir A winning mentality :

1.      God is enough

Orang yang memiliki mental juara yakin dengan kekuatan dan kekuasaan Tuhan bahwasannya hanya Allahlah yang memberikan kekuatan pada dirinya sehingga dia tidak memiliki niat setengan-setengah atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan khususnya ketika menghadapi sebuah kompetisi.

Dalam setiap detik kehidupan, dalam setiap langkah perjalanan, kita semua membutuhkan Allah SWT. Do'a adalah senjata terakhir  seorang Muslim untuk mencari bantuan dan memenuhi semua keinginannya. Do`a juga merupakan salah satu bentuk pengabdian hamba kepada Allah SWT.

Doa bagi jiwa pemenang membuat segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, semakin dekat, dan membebaskan yang sempit. Bantuan dari Allah untuk semua cobaan dan kesulitan hidup dengan mengetuk pintu surga, memanjatkan doa kita dan memohon hanya kepada-Nya segala keinginan kita.

Allah SWT akan mendegarkan dan menjawab semua doa hamba-hambanya yang yakin. Sebagaimana yang ditegaskan dalam firman Allah SWT yang artinya,“Aku berkata kepadamu,” Dia adalah Allah yang tertinggi. Allah adalah Tuhan yang menjadi sandaran segala sesuatu.” (Q.S. Asli: 12). 

2.      Strong Self Confidence

A winning mentality berkarakter kuat dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk menghadapi tantangan dan rasa takutnya. Ia tidak akan membiarkan siapa pun atau apa pun membatasi potensi yang ia miliki. Berikut ini adalah  ayat-ayat yang berhubungan dengan sifat percaya diri, berikut ini merupakan firman Allah :

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”  (QS. Ali Imran : 139)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fusshilat : 30)

3.      Totalitas

Totalitas adalah segala sesuatu yang dilakukan dengan matang dan sempurna mulai dari planning, organizing, actuating, dan controlling. Totalitas dilakukan oleh mereka yang memiliki prinsip ingin menjadi yang terbaik. Totalitas harus diraih sejak awal dalam bentuk pikiran, kemudian dalam tindakan, dan diakhiri dengan kata-kata. Totalitas hanya dimiliki oleh a winning mentality.

Semakin optimal sebuah usaha maka hasilnya akan semakin memuaskan. Selain memiliki mental juara sisi positif dari sebuah kompetisi adalah Anda juga bisa menularkan ilmu yang Anda peroleh kepada orang lain. Secara tidak langsung, ilmu yang telah Anda peroleh sebelumnya dapat bermanfaat bagi orang lain.

Kita bisa  menjalani kehidupan yang lengkap dengan tujuan melayani diri sendiri dan orang lain. Penting bagi Anda memiliki totalitas yang bermanfaat bagi semua orang. Anda siap untuk mengambil tindakan yang komprehensif dan bermanfaat. Allah SWT berfirman yang artinya, “Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (Asy-Syarh : 7-8).

4.      Hardines Personality

A winning mentality memiliki kepribadian tahan banting, silahkan baca kembali artikel saya https://nuruljubaedah6.blogspot.com/2022/05/3-ciri-hardiness-personality.html

5.      Support System

Dukungan sosial atau support system adalah bentuk lain dari perhatian, penghargaan, semangat, penerimaan, dan bantuan yang datang dari orang tua, saudara kandung, anak, teman, teman, atau orang-orang yang memiliki hubungan sosial dekat dengan individu lain. A winning mentality ketika menerima dukungan dari lingkungan di mana Dia berada maka akan merasa dicintai, diperhatikan, dan dihargai.

Seseorang dengan tingkat dukungan sosial yang tinggi sangat merasa bahwa individu tersebut dicintai dan dihargai. Hal ini dapat mengarahkan seseorang pada gaya hidup yang sehat, karena seseorang dengan dukungan sosial yang tinggi merasa bahwa orang lain peduli dan membutuhkannya.

Dukungan sosial bisa berupa, (1). Dukungan emosional. Terdiri dari ekspresi seperti perhatian, empati, dan turut prihatin kepada seseorang. Dukungan ini akan menyebabkan penerima dukungan merasa nyaman, tenteram kembali, merasa dimiliki dan dicintai ketika dia mengalami stres, memberi bantuan dalam bentuk semangat, kehangatan personal, dan cinta.

(2). Dukungan penghargaan. Dukungan ini dapat membangun rasa menghargai dirinya, percaya diri, dan merasa bernilai. Dukungan jenis ini akan sangat berguna ketika individu mengalami stres karena tuntutan tugas yang lebih besar daripada kemampuan yang dimilikinya.

(3) Bantuan khusus. seperti memberi atau meminjamkan uang atau membantu menghilangkan stres seseorang. (4) Dukungan Informasional. Orang-orang di sekitar menyarankan sejumlah pilihan tindakan yang dapat diambil individu ketika menghadapi masalah yang menyebabkan dia stres.

Daftar Pustaka

Failasufah, F. (2016). Membangun Karakter Juara melalui The Sevent Habit MAYOGA. Madaniyah6(2), 157-182.

Jalal, N. M., Amaliah, R., Wardhani, R. C. A., Rifqah, R., Muhammad, F., & Ajra, M. F. (2022). Pengaruh Strategi Ketangguhan Mental Terhadap Motivasi Berprestasi Atlet. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal8(2), 809-814.

Rif’ati, M. I., Abidi, A., Arumsari, A., Fajrianiii, N., & Maghfiroh, V. S. (2018). Konsep Dukungan Sosial. Filsafat Ilmu.

Sulfemi, W. B., & Yasita, O. (2020). Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Perilaku Bullying. Jurnal Pendidikan21(2), 133-147.

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Mengajar di MTsN 2 Garut. Pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja kategori sosial budaya, menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (tingkat Provinsi), juara harapan 1 dan 2 (tingkat Nasional)  (Juli 2019-September 2021), guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 1 buku solo, 18 buku  antologi (Januari-April 2022). Memiliki 540 konten pendidikan di canal youtube dan 55 artikel (Oktober 2021-Mei 2022). Blog http://nuruljubaedah6.blogspot.com/. Instagram (nj_78). Email :  nuruljubaedah6@gmail.com. Whatsapp : 081322292789.


Senin, 23 Mei 2022

(50) 4 Manfaat Flash Mob

 

4 Manfaat Flash Mob

(Nurul Jubaedah,S.Ag.,S.Pd.,M.Ag Guru SKI di MTsN 2 Garut)

Perpisahan Kelas IX di MTsN 2 Garut akan diselenggarakan pada tanggal 18 Juni 2022. Kelas IX-B akan berpartisipasi dalam kegiatan Flash mob untuk persiapan tampil pada acara yang mereka sangat nantikan. Kegiatan flash mob ini dibimbing oleh seorang guru Kesenian yang bernama Ibu Rubiana, S.Pd. Wali Kelas yang memberikan keleluasaan kepada peserta didik kelas IX-B untuk mengekspresikan diri mereka adalah saya sendiri.

Flash mob didefinisikan sebagai sekelompok orang yang berkumpul di  tempat  yang sama, melakukan gerakan tarian dan nyanyian secara bersamaan hanya dalam beberapa menit. Tarian dimulai dengan seorang penari sebagai tanda bahwa pertunjukan akan segera dimulai, kemudian beberapa orang berpura-pura tidak mengenal satu sama lain, melakukan aktivitas mereka sendiri, dan tiba-tiba menari dengan orang ini dan orang lain melompat terlebih dulu. Sekelompok orang ini menari  membentuk  rangkaian gerakan yang  akan semakin  indah jika terlihat dari atas.

4 Manfaat Flash Mob :

1.      Inovasi

Inovasi memang dibutuhkan dalam memperkenalkan sebuah kegiatan maupun karya. Karena itu kampanye atau promosi yang inspiratif sedang banyak diminati. Salah satu cara untuk memperkenalkan atau mempromosikan karya yang cukup populer belakangan ini adalah dengan melakukan flashmob.

Flash mob di MTsN 2 Garut sangat bermanfaat untuk mempromosikan, mengomunikasikan, dan mengkampanyekan kegiatan acara perpisahan sekaligus bisa menjadi daya tarik bagi para peminat khususnya peserta didik baru tahun pelajaran baru.

2.      Ice Breaker

Flash mob bermanfaat untuk memecahkan suasana yang kaku dan terlalu resmi agar acara tersebut bisa lebih mencair sehingga audience akan lebih tenang, santai, dan merasa terhibur. Sekelompok orang yang melakukan flash mob akan terlihat lucu, menghibur, jenaka, nyentrik, unik, dan penuh dengan kegembiraan kolektif.

Ketika audience terhibur maka perasaan bahagia akan tumbuh. Jika sebuah acara bisa membuat banyak orang  bahagia  maka dipastikan acara ini dikatakan sukses. Bukankah manusia yang memberikan kebahagiaan pada orang lain itu akan mendapatkan pahala?. Tentu saja selama kegiatan itu bersifat positif akan memberikan dampak yang luar biasa bermanfaat khususnya berimbas pada kelancaran sebuah event.

3.      Memancing Kreativitas

Ciri-ciri peserta didik kreatif adalah memiliki kepribadian  terbuka terhadap pengalaman baru, kelenturan dalam sikap, kebebasan mengungkapkan diri, menghargai fantasi, memiliki minat dalam kegiatan kreatif, memiliki tingkat kepercayaan diri terhadap gagasan sendiri, mandiri dan menunjukkan inisiatif, dan memiliki kemandirian dalam memberi pertimbangan.

Kreativitas dalam flash mob juga bukan hanya milik peserta didik tetapi guru sebagai guide yang memiliki kreativitas akan mampu membentuk karakter peserta didik dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk menerima sebuah pengalaman baru. Mempelajari sesuatu yang baru ditandai dengan adanya perubahan diri peserta didik. Perubahan itu bisa berupa pengetahuan, wawasan, pemahaman, sikap, tingkah laku, keterampilan, kemampuan, respon, daya penerimaan aspek dalam individu.

4.      Bahan Popularitas

Ciri-ciri individu yang populer yaitu, percaya diri, berbeda dengan orang kebanyakan, pola pikir positif, mandiri, ramah, pantas dalam ucapan, sikap, cara berpakaian, memiliki minat yang tinggi dalam mendobrak kebiasaan kaku menjadi kebaruan. Individu populer terbiasa tampil di muka umum. Sering terlibat dengan persoalan publik.

Orang menjadi popular karena sering tampil di depan umum. Sering terlibat dengan persoalan-persoalan publik. Bagaimana dia tampil, merupakan persoalan lanjutan untuk menilai skill. Kalau tampilnya sebagai pelaku kreativitas seni  maka pengaruhnya terhadap popularitas positif menjadi naik.

Doa untuk acara perpisahan kelas IX tahun pelajaran 2021/2022 semoga lancar dan berjalan sesuai dengan harapan. Mari kita sukseskan acara ini dengan segenap jiwa agar tercipta karya yang optimal dan hasil yang maksimal. “Ya Allah, tidak ada kemudahan yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”( HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya 3 : 255)

Daftar Pustaka

Candra, R. A., Prasetya, A. T., & Hartati, R. (2019). Analisis kemampuan berpikir kreatif peserta didik melalui penerapan blended project based learning. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia13(2), 2437-2446.

Nana Sudjana, (2009).  Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung:Sinar Baru Algesido Offset.

Oktiani, I. (2017). Kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jurnal kependidikan5(2), 216-232.

Utami Munandar. (1995). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Rineka Cipta.

Zulfajri Hidayah, (2013). Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Dalam Pembelajaran Dengan Menggunakan Pendekatan Rational Emotive Therapy, Lampung.

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Mengajar di MTsN 2 Garut. Pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja kategori sosial budaya, menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (tingkat Provinsi), juara harapan 1 dan 2 (tingkat Nasional)  (Juli 2019-September 2021), guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 1 buku solo, 18 buku  antologi (Januari-April 2022). Memiliki 540 konten pendidikan di canal youtube dan 50 artikel (Oktober 2021-April 2022). Blog http://nuruljubaedah6.blogspot.com/. Instagram (nj_78). Email :  nuruljubaedah6@gmail.com. Whatsapp : 081322292789.

Minggu, 22 Mei 2022

(49) 5 Cara Menolak Kebahagiaan Fatamorgana

 

5 Cara Menolak Kebahagiaan Fatamorgana

(Nurul Jubaedah,S.Ag.,S.Pd.,M.Ag Guru SKI di MTsN 2 Garut)

Kebahagiaan fatamorgana adalah kebahagiaan semu, kebahagiaan bayangan yang tampak seperti ada tetapi sebenarnya tidak ada. Fenomena fatamorgana dijelaskan dalam Al-Quran surah An-Nur ayat 39 yang artinya, “Dan orang-orang yang kafir, amal perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila (air) itu didatangi tidak ada apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”

5 Cara Menolak Kebahagiaan Fatamorgana :

1. Mengutamakan Niat

Niat selalu dikorelasikan sebagaimana ditegaskan dalam Alquran dan hadits. Dalam Alquran,  terdapat kaitan erat antara kata-kata ikhlas dan mukhlis dengan niat. Salah satunya terdapat dalam  surah al-A'raf ayat 29: Katakanlah, “Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap shalat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula.”

Dalam hadits terdapat beberapa sabda Rasulullah SAW yang membahas tentang niat. Seperti hadis dari Umar bin Khattab yang artinya, “Setiap perbuatan (hanya sah) dengan niat dan setiap orang akan mendapatkan imbalan sesuai dengan niatnya”. (HR Bukhari Muslim). Hadits lain dari Abu Hurairah menyebutkan yang artinya, Allah tidak memandang seseorang berdasarkan kondisi fisik dan rupanya. Melainkan kepada hatinya.” (HR Muslim).

Ada hubungan yang erat antara niat dan ibadah. Sah tidaknya suatu ibadah tergantung pada niatnya. Letak niat sangat menentukan kualitas amal ibadah dan hasil yang diperoleh karena niat adalah jiwa dari perbuatan, petunjuk dan motif.

Menurut jumhur (kebanyakan) ulama, niat adalah keharusan dalam beribadah. Niat adalah syarat sahnya ibadah. Sedangkan dalam hal muamalah dan adat istiadat, jika kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka harus menggunakan niat.

Niat juga berfungsi untuk membedakan satu ibadah mahdah dari yang lainnya. Niat sholat wajib berbeda dengan niat sholat sunnah, sebagaimana niat sholat wajib berbeda dengan sholat wajib lainnya. Tujuannya juga untuk membedakan apakah tindakan yang dilakukan ditujukan kepada Allah SWT.

2. Pertajam Komitmen dan Kesepakatan

Komitmen dalam hubungan dapat ditunjukkan melalui aspek-aspek berikut, memberikan kebebasan dan kepercayaan diri kepada pasangan, menyatukan perbedaan, menjadi diri sendiri, berusaha menjalin hubungan yang serius, saling melengkapi dan  melengkapi. Berada dalam suatu hubungan adalah pilihan bagi kedua belah pihak untuk menghabiskan hari-harinya bersama pasangannya dan  merasa bahagia. Di sinilah komitmen dalam sebuah hubungan memegang peranan penting agar dua orang bisa saling melengkapi.

Bentuk keterlibatan dalam hubungan dapat dicapai dengan membangun hubungan yang langgeng, loyalitas, dan memikirkan solusi. Komitmen terhadap suatu hubungan diperlukan untuk kelangsungan hubungan. Komitmen merupakan hal mendasar yang harus dimiliki seseorang ketika ingin menjalin hubungan. Tanpa komitmen, hubungan Anda dengan pasangan mungkin tidak akan berjalan mulus karena pemikiran dan sudut pandang yang berbeda.

Komitmen dalam suatu hubungan dapat terwujud dalam aspek-aspek berikut: Membawa kebebasan dan kepercayaan kepada pasangan, satukan perbedaan, dan be Yourself!. Komitmen dalam suatu hubungan berarti keduanya mampu menerima status pasangannya apa adanya. Tidak ada salahnya menjadi diri sendiri, jika pasangan berkomitmen pada Anda maka mereka akan menerima segala kelebihan dan kekurangan Anda. Namun, Anda juga harus berusaha menjadi versi terbaik dari diri Anda.

Upaya menjalin hubungan yang serius Lebih dari sekadar janji, pasangan yang berkomitmen cenderung melakukan upaya nyata untuk membawa hubungan mereka ke tahap yang lebih serius. Suplemen Pentingnya komitmen dalam hubungan. Berada dalam suatu hubungan adalah pilihan bagi kedua belah pihak untuk menghabiskan hari-harinya bersama pasangannya dan merasa bahagia. Di sinilah komitmen dalam sebuah hubungan memegang peranan penting agar dua orang bisa saling melengkapi.

Fungsi dari komitmen dan kesepakatan bersama adalah untuk menghindari konflik kolaboratif dari kedua belah pihak sebagai pemangku kepentingan. Sebagai alat hukum untuk menuntut pihak manapun yang melanggar perjanjian dihadapan hukum pengadilan Agama kelak jika s sesudah terjadi pernikahan. Badan pengatur menetapkan hak dan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap pemangku kepentingan.

3. Berpikir Dewasa

Manfaat berpikir dewasa adalah, Pertama, Anda akan menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan terbuka. Anda tidak akan pernah mengeluh, bahkan menyerah ketika masalah menghampiri Anda. Anda akan memotivasi diri sendiri untuk bangkit dan memperbaiki  kekurangan Anda. Anda akan mencari solusi terbaik. Jadi, berpikir kritis sangat penting untuk pemecahan masalah dan membantu Anda menjadi orang yang kuat secara mental.

Kedua, Anda tidak mudah terjerumus ke dalam lingkungan yang buruk, karena Anda dapat memposisikan diri Anda dengan baik dan Anda tidak akan mudah terpengaruh oleh perkataan buruk orang lain yang dimaksudkan untuk membawa Anda ke jalan yang buruk. Karena Anda dapat memfilter tindakan apa yang harus atau tidak boleh Anda lakukan.

Ketiga, dapat menjadikan Anda pribadi yang mandiri. Pola pikir dewasa yang Anda miliki dapat membantu Anda menjadi pribadi yang mandiri. Anda akan selalu berusaha untuk tidak mengganggu orang lain selama Anda mampu melakukannya sendiri. Karena Anda percaya bahwa kesuksesan dimulai dengan usaha Anda sendiri.

Keempat, latih diri Anda untuk menjadi pemikir positif yang siap melawan ego Anda. Hidup  tidak selalu berjalan mulus, tentu saja Anda akan menemukan masalah. Karena kedewasaan Anda, Anda akan selalu bersyukur dan Anda akan mengandalkan Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan selalu memiliki keputusan  terbaik untuk umatnya. Jadi tidak perlu terlalu meratapi masalah dengan air mata atau malah menjadi beban pikiran.

4. Berani Berkorban

Tujuan pertama adalah untuk menciptakan kebersamaan dan kekompakan. Jangan pernah takut kehilangan ketika ingin mengorbankan diri untuk orang lain. Kita harus bisa menunjukkan bahwa bangsa Indonesia itu beragam dan saling mencintai.

Kedua, ada banyak orang yang mencintai kita. Kita harus menyadari bahwa jika kita rela mengorbankan diri kita sendiri, banyak orang yang akan mencintai kita. Dalam hidup ini, kita membutuhkan cinta yang tulus untuk membuat hidup kita lebih baik dan lebih berwarna. Kita bisa menerimanya ketika kita menabur kebaikan, seperti rela berkorban.

Ketiga menerima banyak berkah. Penting untuk dipahami bahwa mengorbankan diri kita sendiri akan membantu kita menerima banyak berkah. Berkah ini akan menguatkan kita. Tuhan akan melihat bagaimana kita berperilaku dan bertindak setiap hari. Jika kita mempraktekkan kebiasaan baik, berkah akan banyak bagi kita.

5. Ubahlah Saya menjadi Kita

Proses mengubah saya menjadi kita dimulai dengan menerima ia apa adanya tetapi  bukan berarti memperlakukannya secara berlebihan untuk ditunjukkan kepada orang-orang. Menghormati pasangan sebagai makhluk Tuhan yang layak. Mencintainya sebagaimana Anda ingin dicintai dan bersyukurlah bahwa Anda memiliki seseorang yang bisa Anda andalkan.

Anda tidak harus memiliki pendapat yang sama dan menganut kepercayaan yang sama sepanjang waktu. Namun berhati-hatilah, terdapat perbedaan besar antara menerima kelemahan seseorang dan memaafkan perilaku kasar seseorang. Menerima kelemahan fisik dan emosional pasangan berarti membiarkannya menyakitimu karena kamu masih berharap mereka akan berubah. Hal ini termasuk ke dalam hubungan yang berbahaya dan beracun dan tidak boleh ditoleransi.

Anda tidak harus memiliki pandangan  dan  keyakinan yang sama. Namun berhati-hatilah, ada perbedaan besar antara menerima kelemahan seseorang dan memaafkan perilaku kasar mereka. Menerima kelemahan fisik dan emosional pasangan Anda berarti membiarkan mereka menyakiti Anda karena Anda masih berharap mereka akan berubah. Hal Ini termasuk hubungan yang berbahaya dan beracun dan tidak boleh ditoleransi.

Tidak perlu memaksanya untuk berubah tetapi bimbing ia untuk menjadi lebih baik. Tidak adil bagi satu orang untuk memaksa orang lain untuk mengubah cara hidup mereka. Kita semua adalah individu unik yang mengikuti jalan yang berbeda dan dibimbing oleh keyakinan yang berbeda.

Kebahagiaan bisa kita ciptakan. Jodoh bisa kita rencanakan namum takdir Allahlah yang menentukan. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Yakinlah dan tidak perlu khawatir tentang sebuah kebahagiaan dalam mencari pasangan hidup. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 21 yang artinya, “Di antara tanda-tanda kebesaran Allah dia telah menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kalian cenderung serta merasa tenteram kepadanya. Allah menjadikan di antara kalian rasa kasih sayang. Sungguh dalam hal ini, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang mau berpikir.”

 

Daftar Pustaka

Komaruddin Hidayat, Psikologi Kebahagiaan: Merawat Bahagia Tiada Akhir (Jakarta Selatan: Noura Books, 2015)

Qayyim, Ibnu. (2014). Kunci Kebahagiaan. Terjemahan Abdul Hayyie al-Katani, dkk. Jakarta: Akbar Media Eka Sarana.

Yahya. Harun. (2004). Fakta-fakta Mengungkap Hakikat Hidup. Terjemahan Tina Rakhmatin dan Vina Diana Puspasari. Bandung : Dzikra.

 

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Mengajar di MTsN 2 Garut. Pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja kategori sosial budaya, menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (tingkat Provinsi), juara harapan 1 dan 2 (tingkat Nasional)  (Juli 2019-September 2021), guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 1 buku solo, 18 buku  antologi (Januari-April 2022). Memiliki 540 konten pendidikan di canal youtube dan 50 artikel (Oktober 2021-April 2022). Blog http://nuruljubaedah6.blogspot.com/. Instagram (nj_78). Email :  nuruljubaedah6@gmail.com. Whatsapp : 081322292789.

Tanya Jawab Materi Hasad

  A. HASAD (1–10) Apa pengertian hasad? Hasad adalah perasaan tidak senang melihat orang lain mendapat nikmat. Apa sinonim hasad? Dengki ata...