Minggu, 03 April 2022

(17) Pemikiran Perempuan Perkasa


 

Pemikiran Perempuan Perkasa

(Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag, Guru SKI di MTsN 2 Garut)

 

Perkasa bukan selalu berarti bertubuh kuat, berotot besar, dan berbadan tinggi kekar. Perkasa pada perempuan mengandung makna memiliki mental yang kuat, nyali yang besar, multitasking, percaya diri, dan berani mengambil resiko. Perempuan perkasa menunjukkan kekuatan semangat dan kegigihan yang luar biasa ketika menghadapi masalah dan mengalami masa-masa sulit. Tipe perempuan perkasa tidak mau meratapi nasibnya karena mereka sudah mempersiapkan problem solving untuk setiap masalah, mereka memiliki prinsip yang kuat dalam menerapkan segala rencana dalam hidup mereka.

Perempuan perkasa mengingatkan kita pada sosok perempuan Indonesia yang sudah sangat fenomenal yaitu R.A Kartini. Kartini yang terkenal dengan perjuangannya membela hak-hak perempuan Indonesia agar bisa menikmati kemerdekaan berfikir dan layak menikmati tingginya pendidikan. R.A Kartini adalah seorang tokoh feminis pertama Indonesia yang dikukuhkan sebagai pahlawan nasional dan hari lahirnya diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia. Memang, R.A Kartini bukanlah satu-satunya pejuang kemerdekaan perempuan namun perjuangan R.A Kartini yang paling keras adalah pendidikan, karena R.A Kartini yakin hanya pendidikan alat satu-satunya untuk mengangkat derajat peremuan dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya peran perempuan dalam membangun peradaban. Kartini di masa lalu tentu memiliki tujuan yang sama dengan Kartini di masa sekarang dan Kartini di masa yang akan datang. Lalu, adakah perbedaannya?. Tentu saja ada. Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Kartini di Masa Lalu

R.A Kartini sangat kental dengan budaya Jawa yang menempatkan perempuan sebagai manuasia kelas dua setelah laki-laki. Perempuan tidak memiliki kekuasaan atas dirinya sendiri. Perempuan tidak memiliki kebebasan untuk mengaktualisasikan diri. Tugas perempuan hanya di dapur, sumur, dan kasur, karena tak ubahnya sebagai budak dari tuannya, dimana segala kehidupan perempuan telah diatur sedemikian rupa orang tua dan penuh kepatuhan khususnya pada golongan bangsawan Jawa.[1]

Secara intelektual, R.A Kartini adalah sosok pembelajar yang sejati. R.A Kartini sangat gemar membaca. Banyak sekali buku-buku dan segala sumber bacaan menjadi pusat perhatian R.A Kartini. Bukan hanya dibaca saja, melainkan juga dengan pemahaman, penelaahan, dan penulisan kembali apa-apa yang telah dibacanya secara menyeluruh ke dalam gagasan-gagasannya sendiri. R.A Kartini mengambil sari pati dari kebudayaan yang baik, kemudian mengasimilasikan dengan budaya Indonesia.

R.A Kartini menghadapi banyak tantangan ketika sedang mengikuti kegiatan belajar, seperti dikucilkan dan dipandang sebelah mata oleh para pelajar dan guru dari Belanda serta dari kaum bangsawan pribumi yang didominasi oleh kaum laki-laki. Mereka melihat sosok perempuan seperti R.A Kartini tidak biasa, tidak lumrah, dan masih tidak layak seperti pada umumnya untuk menempuh pendidikan tinggi. Perempuan pribumi seharusnya diam di rumah, dipingit oleh orangtuanya sampai mereka menemukan pasangan hidupnya yang tentu saja hasil perjodohan orang tuanya.

Kartini di Masa Sekarang

R.A Kartini menekankan pendidikan keterampilan bagi perempuan dengan memasak, menjahit, merenda, dan keterampilan lain yang mempu menunjang kemandirian perempuan. Perempuan harus bebas, di mana kebebasan ini berupa kemerdekaannya sebagai perempuan. Perempuan tidak terikat dalam budaya-budaya yang mengekang kehidupannya. Perempuan diharapkan mampu bersaing dengan laki laki dalam dunia kerja, menghasilkan tenaga kerja terampil dan memiliki kualifikasi yang baik dengan kesiapan ilmu yang dimiliki dam seperangkat dorongan untuk berprestasi.

Setelah wafatnya R.A Kartini banyak tumbuhnya pemikir-pemikir Islam yang progresif dalam mengembangkan pendidikan Islam dengan lahirnya berbagai gerakan organisasi keagamaan yang bergerak dalam politik, sosial, maupun pendidikan. Kepada kaum perempuan hendaknya dapat memposisikan dirinya dengan baik dalam keluarga maupun masyarakat untuk membentuk peradaban yang berkemajuan dengan melahirkan generasi muslim yang kuat dalam Iman takwa (IMTAK) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Kartini di Masa yang Akan Datang.

Persiapkan diri kita untuk menjadi perempuan perkasa yaitu perempuan yang berkepribadian tangguh seperti R.A Kartini. R.A Kartini memiliki cita-cita yang tinggi, berpendidikan, dan bebas untuk memilih profesi apa saja sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh kaum perempuan itu sendiri. Menjadi R.A Kartini di masa yang akan datang tidak hanya memiliki wawasan luas tetapi juga harus beradaptasi dengan revolusi 5.0 yang menguasai literasi digital, berfikir computational thinking, melakukan kegiatan rutin dengan melibatkan kecanggihan teknologi yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam melaksanakan aktivitas harian.

Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,: “Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”. Kartini di masa yang akan datang akan mengutamakan adab sebelum ilmu, meskipun Kartini memiliki pemikiran yang perkasa namun, ia akan menyadari kodratnya sebagai perempuan yang akan menjadi seorang istri dan ibu yang mengandung, membesarkan, dan mendidik anak-anaknya. Kartini di masa yang akan datang akan menjadi perempuan multitasking yang berfikir metakognitif. Ia akan menjadi tiang rumah tangga, agama, dan negara. Memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini tapi Kartini di masa yang akan datang akan menyempurnakan prosesnya. Proses jauh lebih berharga daripada hasil. Jadilah perempuan perkasa yang masagi.[2]

Mengapa Pendidikan Penting bagi Perempuan?

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ {1} خَلَقَ الإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ {2} اقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ {3} الَّذِي عَلَّمَ ابِالْقَلَمِ {4} عَلَّمَ اْلإِنسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ {5

“Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan tuhanmu lah yang paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahui.” (Q.S. Al-a’alq ayat 1-5)

Berdasarkan ayat di atas dijelaskan bahwa perempuan menempuh pendidikan sebagai refleksi dari ibadah dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, menaikkan derajat dalam menuntut ilmu, melindungi diri untuk mendapat pahala. Perempuan akan menjadi pendidik untuk anak-anaknya sehingga mendapatkan kebaikan dan menjadi amal jariyah.

Mengapa Perempuan harus Mandiri?

Pentingnya menjadi perempuan mandiri maka ia akan mampu meminimalisir bantuan orang lain. Ia memiliki kehidupan yang terencana dan tertata sehingga ia memiliki tujuan hidup, mimpi yang besar dan akan berusaha untuk meraih serta mewujudkan apa yang telah dia cita-citakan. Perempuan mandiri memiliki rasa percaya diri yang tinggi sehingga ia bertanggung jawab pada dirinya sendiri. Perempuan mandiri memiliki mental baja sehingga ia tidak mudah menyerah dalam menjalani hidup. Perempuan mandiri mampu mencari solusi pada setiap permasalahan yang dihadapi, ia memiliki kepribadian yang kreatif dan kritis.

Hambatan apa yang dihadapi oleh Perempuan yang berpendidikan Tinggi?

Tidak semua idealisme yang dimiliki oleh perempuan berjalan dengan mulus. Impian perempuan untuk melanjutkan studi tanpa terintervensi urusan rumah tangga tampaknya mesti kalah dengan opini bahwa menikah patut lebih diprioritaskan dibanding studi. Hambatan yang dihadapi oleh perempuan yaitu beban ganda. Peran sebagai istri, ibu, dan pelajar sekaligus diembannya. Hal ini yang akan menjadi pemicu konflik pada saat ia menuntut ilmu. Perempuan mesti dua kali lipat bekerja keras untuk menyeimbangkan perannya. Beban serupa jarang ditemukan pada mayoritas laki-laki. Masyarakat meyakini bahwa wajar bila laki-laki berada di luar rumah, bekerja atau meraih cita-cita setinggi-tingginya, termasuk lewat bersekolah, bukan mengurus persoalan domestik.

Perempuan dalam Islam

Pemikiran R.A. Kartini menumbuhkan golongan-golongan pergerakan Islam yang berorientasi untuk mengembangakan pendidikan Islam yang progresif dan berkemajuan. Pendidikan Islam mengalami perkembangan yang sangat pesat yang mampu menjawab tantangan zaman. Banyak sekolah Islam didirikan terbuka untuk anak perempuan tidak hanya anak laki-laki. Islam memandang perempuan sebagai makhluk istimewa yang diciptakan Allah SWT. Datangnya Islam memberikan kebebasan dan kemerdekaan kepada perempuan terlebih dalam hal kebebasan memperoleh pendidikan.

Pandangan Islam terhadap perempuan dapat dilihat dalam beberapa hal seperti berikut: 1) kedudukan perempuan dalam Islam, dapat dilihat dari sejarah sebelum dan setelah kedatangan Islam, selain itu juga terdapat ayat AlQuran yang menjelaskan kedudukan perempuan yaitu Q.S. Al-Hujurat ayat 13 dan Q.S. An-Nisaa ayat 34 yang ditafsirkan dari beberapa tafsiran, 2) Dasar Pendidikan Perempuan yang dapat dilihat dalam Q.S. Az-Zumar ayat 9, 3) Tujuan pendidikan perempuan yang bertitik tolak pada tujuan pendidikan Islam yaitu menjadikan peserta didik sebagai insan kamil dan khalifah fil ardhi, 4) Peran pendidikan perempuan dibagi menjadi dua, yaitu: peran dalam keluarga dan peran dalam masyarakat.[3]

 

Daftar Pustaka

Maftucah Yusuf, Perempuan Agama dan Pembangunan Wacana Kritis atas Peran dan Kepemimpinan Wanita, (Yogyakarta: Lembaga Studi dan Inovasi Pendidikan, 2000),

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2015)

Shalah Qazan, Membangun Gerakan Menuju Pembebasan Perempuan (Solo: Era Intermedia, 2001),

Fatima Umar Nasif, Menggugat Sejarah Perempuan, Mewujudkan Idealisme Gender sesuai Tuntunan Islam (Jakarta: CV Cendekia Sentra Muslim, 2001)

Asghar Ali Engineer, Hak-hak Perempuan dalam Islam (Yogyakarta: LSPPA, 2000)

Idris Apandi,  "Mengenal Kurikulum Pendidikan “Masagi” Kota Bandung", Klik untuk baca:

https://www.kompasiana.com/idrisapandi/57a99effbb22bd8b11136f0e/mengenal-kurikulum-pendidikan-masagi-kota-bandung?page=all.

   

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Pangkat/golongan : Pembina/IV-a. Latar belakang pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI di UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris di STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI di UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja (KIR) kategori Sosial Budaya dan menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (Tingkat Provinsi), harapan 1 dan 2 (Tingkat Nasional)  (Juli 2019 - September 2021), lolos guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 12 buku  antologi (Januari-April 2022). 510 konten pendidikan di canal youtube a.n Nurul Jubaedah. Website : 17 Artikel a.n Nurul Jubaedah (Oktober 2021-April 2022, Instagram (nj_78).

           


[1] Kartono, Sudewo, dan Suhardjo, Perkembangan Peradaban Priyayi (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1987), hlm 100.

[2] “Masagi” adalah filosofi sunda yang singkat-padat tetapi memiliki makna yang mendalam. ”Jelema masagi”(Natawisastra,1979:14, Hidayat, 2005:219) artinya orang yang memiliki banyak kemampuan dan tidak ada kekurangan. Masagi berasal dari kata pasagi (persegi) yang artinya menyerupai (bentuk) persegi.

(16) Hina Jadi Mulia

 

Hina Jadi Mulia

(Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag., S,Pd., M.Ag)

Guru Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN 2 Garut

 

Mengapa saya ingin menjadi PNS/ASN?

Sebenarnya kalau saya harus menceritakan kembali kisah lama rasanya malas dan menyedihkan tetapi, saya rasa saya harus menuangkan isi dan pikiran saya dengan niat berbagi pengalaman dengan para pembaca pegiat literasi agar mereka bisa mengetahui dan merasakan apa yang selama ini saya simpan di hati sehingga apa yang saya alami semoga bisa menjadi hikmah dan bahan refleksi bersama.

Saya mulai mengajar pada tahun 2000, ketika itu saya masih berusia 22 tahun dan sudah memiliki seorang anak perempuan yang masih berusia satu tahun. Saya mengalami baby syndrome sejak memiliki bayi sampai mempunyai tiga anak. Saya tidak menikmati peran saya sebagai seorang ibu seperti wanita pada umumnya. Saya merasa tertekan dan stress. Kenapa?

Selain menjadi guru honorer, saat itu saya juga berdagang di rumah karena gaji saya hanya Rp 34.000, besar kan? (senyum saja ya!). Saya berdagang bergantian dengan suami atau ada yang kerja part time. Tahu kan kalau suami anak mami bisa kerja apa? terus yang bantu dagang di rumah ternyata “ada main” di belakang? nah, inilah yang tidak mau saya ceritakan nanti ujungnya jadi ghibah jadi bagian ini saya skip saja, OK!. Kisah ini berputar  dan berlanjut sekitar tujuh tahun lamanya. Sebentar kan? (senyum lagi saja).

Pada tahun 2004, meskipun gaji saya tidak cukup untuk sehari-hari, saya nekat melanjutkan jurusan bahasa Inggris dimana sebelumnya saya juga sudah kuliah jurusan kependidikan Islam. Alhamdulillah saya bisa membiayai sendiri dari dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dibayarkan dua kali setiap tahunnya. Tidak masalah saya makan dengan garam yang penting saya bisa mewujudkan mimpi dan anak saya masih bisa hidup dengan layak, tidak kekurangan dan juga tidak berlebihan.

Ingatlah, Man Jadda Wa Jadda yang memiliki arti, barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia pasti berhasil. Untuk bersungguh-sungguh harus diawali dengan niat yang baik atas segala yang kita inginkan. Adapun dalil yang mendasari kalimat man jadda wajada ini terdapat dalam Surat Al- Baqarah ayat 286 yang berbunyi sebagai berikut. Artinya, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Berdasarkan  penjelasan di atas maka semangat hidup dan rasa percaya diri saya kian meningkat meskipun dihadapkan dengan keterbatasan ekonomi yang membuat saya bertambah “gila” ingin mewujudkan mimpi. Semakin besar tekanan hidup semakin tertantang untuk menaklukkannya. Daripada saya stress memikirkan kegiataan rutin mending “gila” karena belajar untuk mewujudkan cita-cita yang sudah lama terpendam,  begitulah pemikiran saya.

Saya memiliki banyak profesi dan kegiatan sambil menunggu diangkat menjadi PNS/ASN, selain mengajar di tingkat SD, SLTP, dan SLTA, saya juga sambil berdagang,  serta membuka kursus bahasa Inggris dengan nama Nabila English Course. Gaji mengajar bahasa Inggris dari satu SD saat itu sebesar Rp. 50.000/bulan. saya mengajar di 6 SD yang berbeda, beberapa tahun berikutnya saya mengajar di tingkat SLTP dan SLTA juga sempat menjadi Asisten dosen di salah satu perguruan tinggi yang ada di Tasikmalaya. Ketika saya membuka kursus bahasa Inggris saya mampu menghasilkan uang sekitar Rp 500.000/ bulan, cuma beda nol di belakang saja kan dengan gaji guru honor saat itu? (mesem saja).

Dulu saya merasakan bahwa mengajar sebagai guru honorer, berdagang, dan membuka kursus bahasa Inggris tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saya. Saya berpikir jika saya menjadi guru PNS/ASN maka masalah ekonomi akan segera bisa diselesaikan. Seandainya saya sudah PNS/ASN saya akan memiliki keseimbangan mental, ekonomi, biaya pendidikan anak, dan seluruh aspek lainnya. Menjadi PNS/ASN adalah tujuan utama dalam menjalani profesi guru pada saat itu.

Alasan lainnya kenapa saya ingin menjadi PNS/ASN adalah karena ketika menjadi guru honor perlakuan lingkungan di tempat saya bekerja kurang menghargai keberadaan saya seperti memandang sebelah mata, meragukan kompetensi, terdapat kasta jabatan dan yang lebih parahnya terdapat aroma feodalisme dimana istilahnya bawahan menyembah atasan, ketaatan memang penting tetapi jika pendapat dibungkam maka pendidikan tidak akan maju. Saya berharap kalau kelak sudah menjadi PNS/ASN tidak akan ada lagi kejadian yang memilukan hati ini.

 Apa yang terjadi setelah lulus PNS/ASN?

Saya dinyatakan lulus PNS/ASN melalui jalur validasi tanpa test, saat itu diajukan oleh kepala madrasah setempat untuk mengikuti  pendataan administrasi dan akhirnya saya terjaring CPNS pada tahun 2004 dan diangkat menjadi PNS/ASN pada tahun 2007 tetapi turun gaji pertama beserta rapel pada tahun 2010, lama kan?. Sebenarnya pada saat itu ada tiga orang yang mengikuti validasi PNS/ASN tetapi, sayalah satu-satunya orang yang lolos administrasi sedangkan kedua teman saya lolos sertifikasi.

Setelah dinyatakan lulus PNS/ASN banyak sekali drama, suka, duka, nestapa, ratapan, rintihan, dan sejenisnya. Kenapa begitu? bukannya kalau sudah lulus seharusnya langsung bahagia? apa saya kurang bersyukur? apa saya ingin langsung kaya? oh bukan itu. Saya benar-benar risi untuk menceritakan kembali kisah ini. Tapi jika sudah disampaikan saya harap ada manfaatnya. Ternyata benar kata pepatah, semakin tinggi pohon maka semakin besar pula anginnya. Luar biasa, ujiannya ternyata cukup berat.

Pada awalnya, saya mengajar di madrasah swasta pada tahun 2000-2010.   Saat itu hati saya terluka dikarenakan istri kepala madrasah cemburu terhadap saya. Lalu saya segera mencari jalan keluar terbaik agar suasana hati kembali pulih. Pada Tahun 2010-2013 saya pindah mengajar ke madrasah swasta lainnya dengan status diperbantukan (DPT). SK PNS saya seharusnya berada di madrasah negeri tapi karena gurunya penuh akhirnya saya terpaksa mencari madrasah swasta yang masih membutuhkan guru PNS/ASN. Alhamdulillah selama tiga tahun saya merasa nyaman dan terobati bekerja di sini, selain kepala madrasahnya baik hati, ramah, dan beradab, saya diberikan keleluasaan dalam menuangkan ide dalam mengajar.

Pada tahun 2010-2012 sambil mengajar saya melanjutkan studi S2 di UIN SGD Bandung dengan niat mensyukuri nikmat Allah SWT atas pengangkatan PNS/ASN sekaligus untuk menjaga jarak dari Toxic system atau lingkungan yang tidak support. Saya fokus mengajar sekaligus belajar tentang hal-hal yang baru untuk meningkatkan kompetensi saya sebagai guru. Saya berangkat ke kampus naik elf setiap Sabtu dan Minggu. Selama kuliah saya sangat menikmati prosesnya, masih tetap seperti mimpi saya masih bisa melanjutkan studi padahal saya sudah berkeluarga dimana kebanyakan perempuan di kampung biasanya menempuh pendidikan yang alakadarnya dan langsung menikah, tidak ada lagi peluang untuk melanjutkan studi apalagi berkarir.

Pada Tahun 2013 saya diundang untuk mengajar di madrasah yang sesuai dengan SK PNS/ASN, karena apa? karena di madrasah negeri tersebut ada guru yang meninggal. Jadi, dapat disimpulkan jika tidak ada guru yang meninggal yang sesuai dengan mata pelajaran yang saya ampu maka saya tidak akan bisa mengajar di sana sampai kapanpun. Apakah ini dinamakan sebuah keajaiban? ataukah takdir baik? masa sih kalau ada orang yang meninggal disebut takdir baik. kewalat! welcome to the reality!. Syukuri dan nikmati, Insha Allah semuanya akan baik-baik saja!, tarik nafas dan hempaskan!.

Selama saya mengajar di tempat ini, saya kira semuanya akan indah pada waktunya. Ternyata apa yang saya bayangkan berbanding terbalik dengan realita. Tekanan dari lingkungan ternyata jauh lebih dahsyat. Saya pernah difitnah nikah siri dengan kepala madrasah swasta yang dulu pernah merekomendasikan saya untuk mengikuti CPNS. Secara tidak langsung berarti mereka meragukan kompetensi saya sebagai seorang guru karena lulusnya saya menjadi PNS/ASN berkat kedekatan dengan atasan. Saya juga pernah diberi jargon exclusivisme karena saya hanya dekat dengan guru laki-laki yang memiliki jabatan saja. Ditambah lagi dengan perlakuan beberapa orang yang sinis, sentimen, dan yang unik adalah manusia yang bermuka dua, saat bertemu dengan saya ia sangat ramah tetapi di belakang ia ghibah. Baiklah, skip!

Apapun yang terjadi pasti ada hikmahnya bukan begitu? peristiwa demi peristiwa saya lalui dengan “awet rajet” selama 5 tahun. Pada tahun 2018 saya mengikuti test membuat soal UAMBN Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)  yang diadakan oleh Kementrian Agama RI KSKK Madrasah. Guru-guru yang mendaftar se-Indonesia berjumlah 1.800 orang sementara yang dibutuhkan hanya 30 guru saja. Tuhan Maha baik, Dia mengganti air mata saya menjadi mutiara syurgawi,  alhamdulillah saya terjaring di antara 30 guru tersebut. Keajaiban ini menghantarkan kehidupan saya dari kesedihan menjadi kebahagiaan. Peristiwa ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kepada mereka yang selama ini meragukan kompetensi saya apalagi strereotipe dengan hanya mengandalkan nepotisme. Semua tuduhan ini menggugurkannya dan mereka yang tadinya memandang sebelah mata kini, telah tumbang dengan sendirinya. Masuk pak Eko!

Setelah lulus test menulis soal, saya banyak mengikuti kegiatan workshop Nasional di berbagai daerah di pulau Jawa, Bali, dan Sumatera. Selama dua tahun lamanya saya fokus dengan kegiatan berkelas ini sampai akhirnya tiba Covid-19. Kegiatan facum dan akhirnya saya tidak pernah mengikuti kegiatan Nasional lagi. Sebagai gantinya saya mengikuti webinar Nasional secara daring. Saya memanfaatkan situasi dimana KBM dilaksanakan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Selama pandemi saya mengumpulkan 120 sertifikat webinar yang pada akhirnya mempermudah saya untuk naik pangkat ke IV-a pada bulan April 2021 dengan waktu dua setengah tahun saja seharusnya empat tahun, selain sertifikat juga diperlukan banyak karya ilmiah. Alhamdulillah semua persyaratan terpenuhi tepat waktu. Inilah sebabnya saya mulai konsisten menulis artikel. Saya merasa tertinggal oleh teman-teman pegiat literasi yang sudah banyak menulis buku baik solo maupun Antologi. Tidak ada kata terlambat ya, better late than never itulah prinsip saya. Mulai sekarang saatnya bangkit dari kemalasan, saya harus mensyukuri nikmat dengan mencurahkan, menuangkan ide, gagasan ke dalam tulisan agar bisa bermanfaat kelak untuk generasi yang akan datang. Saya siap menyambut IV-b!.

Sebagai penutup saya akan berbagi doa supaya dinaikkan derajat ini doanya. Allahumma inni dhoi’fun faqawwani qa inni dzalilun fa a’izzani wainni faqiirun fa aghnini ya arhamarraahimiin.  “Ya Allah sesungguhnya aku lemah berilah kekuatan kepadaku, sesungguhnya aku ini hina maka hendaklah Engkau memuliakan aku, dan sesungguhnya aku ini miskin maka berikanlah kekayaan kepadaku, wahai dzat yang Maha Penyayang.” Alhamdulillah doa saya dikabulkan menjadi PNS/ASN, saya berdoa semoga saya yang hina kelak menjadi mulia sehingga dijauhkan dari lingkungan beracun dan berada di antara mereka yang memiliki support system. Aamin ya Allah. Salam Literasi.

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Pangkat/golongan : Pembina/IV-a. Latar belakang pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI di UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris di STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI di UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja (KIR) kategori Sosial Budaya dan menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (Tingkat Provinsi), harapan 1 dan 2 (Tingkat Nasional)  (Juli 2019 - September 2021), lolos guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 12 buku  antologi (Januari-April 2022). 510 konten pendidikan di canal youtube a.n Nurul Jubaedah. Website : 17 Artikel a.n Nurul Jubaedah (Oktober 2021-April 2022Instagram (nj_78).

Kamis, 17 Maret 2022

(15) Pemanfaatan YouTube sebagai Media Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam

 


Pemanfaatan YouTube sebagai Media Pembelajaran SKI

YouTube adalah sebuah situs website media sharing video online terbesar dan paling populer di dunia internet. Saat ini YouTube mengalami penyebaran yang luar biasa di seluruh dunia, berbagai kalangan bisa mengakses YouTube. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di YouTube antara lain seperti mengupload video, mencari video, menonton video, diskusi/tanya jawab tentang video dan sekaligus berbagi klip video secara gratis. Rata-rata dalam setiap hari terdapat jutaan orang yang mengakses YouTube sehingga hal tersebut mengindikasikan YouTube sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Tujuan pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran yaitu untuk menciptakan kondisi dan suasana pembelajaran yang lebih menarik, menyenangkan dan interaktif (Kartika, 2015). Video pembelajaran yang terdapat di YouTube dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif di kelas. Sehingga dengan adanya YouTube dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang setiap saat dapat diakses tanpa mengenal batas ruang dan waktu.

YouTube memiliki beberapa keunggulan yang outputnya dapat digunakan sebagai media pembelajaran di antaranya seperti potensial, karena YouTube sekarang ini banyak dikenal dan diakses oleh masyarakat; praktis, karena YouTube menawarkan penggunaan yang sangat mudah sehingga semua kalangan bisa dengan mudah menggunakannya; Informatif, karena di YouTube banyak menyajikan berita maupun edukasi yang terkait dengan banyak hal; Interaktif, karena YouTube menghadirkan layanan untuk berdiskusi ataupun melakukan tanya jawab lewat kolom komentarnya; shareable, karena YouTube memiliki fasilitas layanan berbagi lewat berbagai akun media sosial; Ekonomis, karena YouTube tidak memungut biaya dalam penggunaannya. Sehingga dengan adanya platform YouTube yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran mampu dapat membantu pembelajaran peserta didik dalam belpembelajaran di tengah pandemi ini.

Perkembangan YouTube sebagai salah satu media sosial yang paling digemari merupakan sebuah peluang di dunia pendidikan. Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam mengembangkan sumber daya manusia berkualitas. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belpembelajaran dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual 2 keagaamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Lembaga pendidikan dituntut untuk kreatif dani inovatif dalam menciptakan media pembelajaran yang baru dan menarik bagi peserta didik. Dalam konteks pembelajaran, YouTube dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media pembelajaran. Adanya platform berbagi video, memungkinkan peserta didik secara mandiri mencari dan membagikan informasi berupa pengetahuan dan praktek.

YouTube dapat dimanfaatkan oleh Lembaga Pendidikan sebagai media pembelajaran yang disukai oleh para peserta didik. Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat khususnya peserta didik lebih mudah memahami informasi berupa pengetahuan melalui media yang berkaitan dengan teknologi informasi seperti YouTube dibandingkan dengan penyampaian secara konvensional di kelas. Sebagian besar peserta didik, tertarik dengan hal-hal yang bersifat video visual dibanding dengan cara-cara umum seperti misalnya penyampaian pengetahuan yang hanya berasal dari buku. Dengan pemanfaatan YouTube, peserta didik akan lebih tertarik untuk memahami suatu teori atau pengetahuan. Melalui media pembelajaran menggunakan YouTube, peserta didik dapat memahami suatu materi secara lebih cepat daripada pembelajaran melalui buku pelpembelajaranan, karena biasanya media pembelajaran dibuat menarik, sehingga peserta didik tidak akan merasa jenuh. Hal ini disinyalir dapat meningkatkan minat dan motivasi pembelajaran peserta didik.

Kematangan dalam mempersiapkan materi bahan pembelajaran sangatlah penting, di mana banyak syarat-syarat yang harus dipenuhi agar pembelajaran dapat diterima baik oleh peserta didik. Sejatinya bahan pembelajaran sendiri terdiri dari berbagai bagian-bagian yang kemudian dipadukan, di antaranya seperti judul, petunjuk pembelajaran, materi pokok atau kompetensi dasar, informasi pendukung, latihan, langkah kerja, dan penilaian. Keragaman dalam membuat konsep video pembelajaran sangatlan penting untuk dipersiapkan. Satu persatu perlu diteliti dengan seksama dengan mencari titik maksimalnya. Oleh karena itu dalam membuat konsep video pembelajaran perlu menyiapkan beberapa langkah, di antaranya: (a) menyiapkan topik/materi yang akan disampaikan sesuai terhadap bidang ilmu yang dikuasai. materi yang disampaikan hendaknya materi yang ringan dan mudah dipahami (b) mengklasifikasikan materimateri agar lebih runtut dalam penyampaiannya, (c) menentukan model penyampaian materinya, serta (d) membuat storyboard maupun script agar mudah dalam penyampaiannya. Dalam menyiapkan peralatan untuk membuat video pembelajaran, ada baiknya kita perlu mengenal fungsi dan cara mengoperasikan dari alat-alat tersebut, di antaranya seperti, kamera, microphone, handphone/komputer dan lain sebagainya.

Proses pembuatan video pembelajaran, hal yang harus diperhatikan di antaranya seperti, (a) menyiapkan peralatan, dalam proses pembuatan video pembelajaran, peralatan-peralatan yang sekiranya dibutuhkan perlu dipersiapakan, pastikan semuanya dapat berfungsi dengan baik; (b) membuat rekaman, pembuatan rekaman dapat dilakukan secara individual atau bersama orang lain. pastikan dalam membuat rekaman sesuai terhadap program atau rencana yang telah dibuat; (c) menambahkan ilustrasi, ketika sudah merekam seluruh materi, langkah selanjutnya ialah memastikan video tersebut didukung oleh ilustrasi yang tepat, misalnya saja tabel, diagram, animasi, gambar, atau data-data lain; (d) proses editing. Ketika rekaman video dan ilustrasi sudah terkumpul, saatnya mengedit video pembelajaran. Ada banyak software yang bisa digunakan, misalnya saja Movie Maker dari Windows, Adobe Premiere, Corel Video Studio, dan lain-lain. Dalam proses ini, Bapak/Ibu Guru diharuskan untuk bisa berkreasi dan berpikir out of the box agar dalam pembuatan video pembelajaran bisa tetap seru, menyenangkan, dan tidak membuat jenuh peserta didik. Apabila dalam penggabungan video dan ilustrasi sudah selesai, video bisa di render dalam format mp4 atau lainnya yang sesuai dengan ketentuan. Setelah semuanya selesai langkah terakhir yang harus dilakukan ialah mengunggahnya ke portal belpembelajaran atau situs web seperti YouTube.

Sebelum mengunggah video yang telah kita buat, video bisa dibuat oleh guru atau peserta didik sebagai tugas pastikan guru atau peserta didik memiliki akun dari situs web yang dipilih. Bila proses mengunggah sudah berhasil, maka Guru atau peserta didik bisa membagikan link URL video pembelajaran tersebut kepada para peserta didik melalui beberapa  media sosial. Setelah pembuatan video selesai dan telah di unggah di kanal YouTube. Guru dapat mengarahkan pembelajaran lewat konten video yang telah dipilih. Dalam kolom komentar, guru dan peserta didik dapat mendiskusikan mengenai materi yang telah dipelajai. Selain itu, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah disampaikan dalam penjelasan di dalam video. Peserta didik disuruh untuk memberikan penjelasan tentang sejauh mana materi yang dapat dipahami dengan penjelasan yang diketik melalui kolom komentar.

Peserta didik kelas IX di MTsN 2 Garut telah mengerjakan tugas video mata pembelajaranan Sejarah Kebudayaan Islam  sebanyak 4 video dalam satu semester, jadi bukan hanya tugas guru yang melaksanakan kewajibannya dalam mengamalkan literasi digital tetapi peserta didik juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman malah mereka bisa jauh lebih jago dari gurunya. Sejak awal pandemi pada bulan Maret 2020 sampai dengan bulan Maret 2022 saat ini video pembelajara sebagai tugas peserta didik kelas IX-ABCDEFGHI dan kelas VIII-EFG pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berjumlah 427 video yang sudah diupload di akun pendidikan atas nama saya sendiri, Nurul Jubaedah sebagai guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Saya memberikan nilai tugas video jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tugas bukan video, kenapa? Karena tugas video sudan meliputi literasi digital didalamnya dimana peserta didik dinyatakan sudah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang memberikan banyak keuntungan dan sisi positif serta nilai kebermanfaatannya sangat tinggi karena bisa ditayangkan ulang bagi generasi berikutnya.

 

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Pangkat/golongan : Pembina/IV-a. Latar belakang pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI di UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris di STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI di UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja (KIR) kategori Sosial Budaya dan menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (Tingkat Provinsi), harapan 1 dan 2 (Tingkat Nasional)  (Juli 2019 - September 2021), lolos guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 12 buku  antologi (Januari-April 2022). 510 konten pendidikan di canal youtube a.n Nurul Jubaedah. Website : 17 Artikel a.n Nurul Jubaedah (Oktober 2021-April 2022Instagram (nj_78).

 

(14) Mental Bola di Masa Pandemi

 

Mental Bola di Masa Pandemi

Indonesia mengalami sebuah bencana multidimensional sejak fenomena Corona Virus Disease (Covid-19)  terjadi di berbagai negara.. Pandemi ini bukan hanya berdampak pada sektor-sektor utama seperti kesehatan dan perekonomian tetapi juga dalam interaksi sosal kehidupan masyarakat yang menuntut adanya proses adaptasi pada upaya pencegahan penularan virus seperti social distancing atau physical distancing. Selain mengacu pada protokol kesehatan, namun hal itu tidak lah cukup, dibutuhkan adaptasi dalam merespon perubahan yang besar ini agar mampu menghadapi permasalahan kesehatan fisik dan mental di masyarakat.

Kondisi pandemi Corona Virus Disease Covid-19 menyebabkan sebagian orang merasa cemas atau takut yang berlebihan dan berpikir yang tidak masuk akal. Tidak jarang mereka memiliki kecurigaan dan prasangka pada orang yang memiliki tanda-tanda penderita Covid-19.  Keadaan demikian membuat seseorang mengalami sulit tidur, sakit kepala, dan gangguan fisik lainnya. Inilah yang disebut kondisi stress. Salah satu cara yang dapat menghilangkan kecemasan atau stress yang dialami masyarakat dalam praktik pekerjaan sosial dengan inidividu yaitu dengan memiliki mental bola.

Mental bola adalah mental kuat yang dimiliki oleh seseorang sehingga ia bisa dan mampu mengelola emosi positif dan negatif menjadi seimbang. Emosi positif yang ia miliki merupakan kemampuan menguasai diri dari berbagai macam perasaan, mood, atau situasi jiwa yang beragam termasuk kecemasan, rasa sedih, marah, dan rasa takut ia ubah menjadi rasa percaya diri, tenang, bahagia, dan perasaan menyenangkan lainnya sehingga ia sendiri seolah hidup di tengah suasana yang kondusif. Cara pandangnya selalu melihat sesuatu yang baik, bermanfaat, dan bisa memberikan hal menyenangkan bagi diri dan lingkungan dimana ia berada.

Ciri-ciri  sekaligus tips agar menjadi orang yang memiliki mental bola adalah sebagai berikut :

1.       Memiliki prinsip

Prinsip merupakan hal utama yang harus kita siapkan di setiap langkah. Prinsip memandu program, agenda, rencana, visi, misi kita agar di masa yang akan datang beberapa target yang sudah kita siapkan bisa tercapai. Melalui prinsip kita akan mengisi hidup menjadi lebih bermakna, terarah, terkendali, dan terorganisir dengan sistematis. Salah satu contohnya adalah prinsip hidup bahagia dunia dan akhirat, prinsip sukses dan mulia, prinsip sederhana  namun mencubit, prinsip dua sasaran satu tembakan, nah seperti itulah kira-kira sehingga fikiran kita akan disibukkan dengan berbagai macam kebaikan yang bermanfaat.

2.       Memiliki program berlapis

Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Begitulah pepatah yang sudah mendarah daging secara turun temurun yang akan terus kita pegang. Program berlapis berarti kita memiliki lebih dari satu atau dua rencana untuk sesuatu yang akan kita capai baik dalam jangka waktu yang singkat (short time planning), rencana jangka menengah (medium time planning), atau rencana jangka panjang (long time planning). Apa manfaat dari program berlapis? Jika plan A tidak tercapai maka kita masih memiliki plan B, plan C, atau plan D dan seterusnya sehingga tidak ada kamus putus asa atau gagal. Manfaat banyak planning membuat hidup kita lebih terarah, efektif, dan efisien.

3.       Menjaga pola hidup

Selama pandemi berlangsung maupun tidak, orang yang peduli terhadap dirinya maka ia akan menjaga apa yang ia miliki termasuh kesehatan jiwa dan raganya. Pola hidup bisa diatur melalu makanan, olah raga, menyalurkan hobby, menikmati me time, healing di tempat aman dan nyaman, intinya adalah supaya hati dan fikiran terbebas dari penyakit lahir maupun batin. Mengapa meskipun saya sudah menjaga pola hidup apalahi vaksin sudah lengkap tetapi tetap saja saya sakit? Ini contoh kalimat yang kadang-kadang juga muncul di benak saya. Lantas bagaimana menjawabnya? Jawabannya simpel saja. Manusia memiliki kewajiban ikhtiar semaksimal mungkin, sisanya mari kita lapang dada dengan menerima apa yang kita terima, bersahabat dengan kenyataan hidup itu jauh lebih baik daripada melawan arus atau narasi kehidupan.

4.       Optimis

Musibah yang lewat di depan orang yang selalu berfikiran positif tidak akan mampu menggoyahkan pemikiran dan tekadnya. Orang yang optimis selalu melihat celah di tengah gundah. Matanya seperti mata tawon yang selalu melihat madu di setiap hal. Matanya tidak seperti mata lalat yang selalu melihat sampah di mana-mana. Menurut surat Az-Zumar ayat 53 manusia dituntut untuk tetap optimis pada rahmat dan ampunan-Nya, dilarang melampaui batas, tidak berputus asa karena sesungguhnya Allah SWT itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

5.       Pantang Menyerah

Keadaan yang membatasi langkah di masa pandemi tidak akan menghalangi langkah seseorang yang kreatif untuk tetap bisa bertahan hidup. Barangsiapa yang selalu berharap kepada-Nya, maka Allah SWT pasti akan memberi pertolongan (Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim, 14/392). Maju terus pantang mundur sebagaimana terdapat dalam firman Allah SWT,  “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (QS. Al-Insyirah:6). Orang yang memiliki mental bola akan terus bertahan dan melakukan beberapa perubahan, perbaikan, dan pembaharuan karena ia memiliki segudang ide untuk dipraktekkan dengan prinsip mati satu tumbuh seribu, habis gelap terbitlah terang, badai pasti akan berlalu, indah bukan? Mari kita praktekkan!

6.       Memiliki strategi

Hidup memang tidak sesederhana dengan apa yang kita fikirkan. Dalam hidup memerlukan strategi untuk mencapai tujuan agar mimpi yang telah kita bangun bisa terwujud sesuai dengan harapan.  Dalam menghadapi hidup kita harus memiliki strategi agar lebih tenang dan terarah. Manusia yang memiliki sedikit maupun  banyak teman tetap harus waspada di setiap langkah hidupnya untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi. Hidup dengan rencana dan strategi maka kita harus memiliki keberanian, persiapan, kemampuan, pengetahuan, daya tahan tubuh, dan mental yang kuat seperti mental bola semakin ditekan semakin melambung, semakin banyak rintangan semakin merasa tertantang dan siap untuk menaklukkannya.

7.       Relaksasi dan Meditasi

Langkah terakhir agar kita memiliki mental bola adalah relaksasi atau meditasi. Relaksasi dan meditasi sebenarnya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menghindari dan melepaskan stress, agar fikiran jauh lebih tenang, melatih emosi, menjaga pikiran positif, mengurari rasa nyeri, menjaga tekanan darah agar tetap normal, tidur menjadi lebih nyenyak dan membantu mengatasi insomnia sehingga mental akan kembali menguat. Perbedaannya adalah kalau relaksasi cenderung kepada kesehatan tubuh dan fikiran tetapi kalau meditasi cenderung kepada teknik kesehatan jasmani dan rohani jadi ada unsur spiritualnya. Meditasi tidak dilarang dalam Islam sepanjang masih berada dijalur yang benar dengan niat meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT. Langkah-langkah meditasi seperti duduk dengan tegap, tarik nafas perlahan, konsentrasi fikiran, hal ini ada dalam gerakan shalat dan dzikir. Jadi, meditasi seperti ini sebenarnya berbanding lurus dengan aktivitas rutin yang dilaksanakan oleh kaum muslim.

Sekian Tips dari saya semoga bermanfaat, mohon maaf jika banyak kekurangan. Terima kasih sampai jumpa pada kesempatan dan waktu yang berbeda. Mari terus berkarya karena gajah mati meninggalkan gading maka manusia mati meninggalkan amalnya, salah satu amal yang akan dikenang oleh anak cucu dan generasi penerus yang akan datang adalah tulisan dan karya kita yang lain seperti membuat konten pendidikan yang di upload di media sosial semoga menjadi amal jariah untuk kita semua. Aamiin ya Allah.

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Pangkat/golongan : Pembina/IV-a. Latar belakang pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI di UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris di STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI di UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja (KIR) kategori Sosial Budaya dan menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (Tingkat Provinsi), harapan 1 dan 2 (Tingkat Nasional)  (Juli 2019 - September 2021), lolos guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 12 buku  antologi (Januari-April 2022). 510 konten pendidikan di canal youtube a.n Nurul Jubaedah. Website : 17 Artikel a.n Nurul Jubaedah (Oktober 2021-April 2022Instagram (nj_78).

 

 

(13) Peranan Wali Kelas dalam Membangun Karakter Siswa

PERANAN WALI KELAS DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK

Saya wali kelas IX-B MTsN 2 Garut memiliki visi diantaranya yaitu merealisasikan kelas yang agamis, kreatif, inovatif, dan kekeluargaan melalui dukungan problem solving agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri, dan berprestasi. Adapun program yang sudah berjalan yang pertama adalah hafalan juz ke 30 sebagai salah satu syarat kelulusan kelas IX-B, yang ke dua yaitu menulis karya ilmiah setidaknya peserta didik harus mampu menulis artikel pendek minimal 3 paragraf saja meskipun ada beberapa orang yang sudah memiliki judul karya ilmiah dan sedang proses menuju bab 5 Setelah mereka berhasil menyelesaikan tugasnya maka wali kelas merekapnya menjadi dokumen yang rapih dan elegan sehingga kelak bisa memberikan manfaat untuk generasi berikutnya.

Tiga peserta didik kelas IX-B yang berprestasi dalam menulis karya tulis tingkat Jawa Barat yaitu juara 1 kategori Sejarah dan juara 3 kategori Ekonomi, sayalah yang membimbing mereka sejak kelas 7. Program lainnya di bulan Ramadhan tahun ini memiliki tujuan untuk melatih kemandirian mereka. Peserta didik harus mampu memasak lalu ditayangkan melalui video yang diunggah di youtube khusus akun pendidikan seperti yang sudah biasa dilakukan oleh peserta didik kelas IX-ABCDEFGHI pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sesuai dengan mata pelajaran yang saya ampu.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membentuk karakter peserta didik diantaranya adalah sebagai berikut ;

1.       Keteladanan

Guru menjadi panutan bagi anak didiknya, apa yang kita lakukan harus selaras dengan apa yang kita ucapkan.  Peserta didik cenderung lebih memahami dan menerapkan apa yang mereka lihat. Mereka lebih meniru contoh dari guru mereka daripada sekedar menerima materi atau teori. Sebagai wali kelas IX-B saya memberikan contoh langsung dalam membimbing mereka mengaji/hafalan juz ke 30 dan menulis karya ilmiah yang diterapkan dalam program wali kelas IX-B Tangguh, begitulah jargonnya. Saya mengunduh karya mereka ke media sosial seperti youtube, Instagram, website, dan facebook sebagai tanda penghargaan atas kerja keras mereka. Saya lebih menghargai proses daripada hasil,  apa yang telah mereka kerjakan maka saya memberikan  reward kepada mereka. Reward yang saya berikan itu bisa berupa nilai, motivasi, ucapan terimakasih, meminjamkan fasilitas laptop bagi peserta didik yang membutuhkan, atau kalau saya sedang memiliki rezeki lebih maka saya akan memberikan mereka yang telah memenuhi syarat berupa uang jajan. 

2.       Visioner

Wali kelas yang memiliki cara pandang dan wawasan jauh ke depan, memiliki strategi dan mampu membaca potensi peserta. Wali kelas yang visioner memiliki langkah dan program efektif, efisien dan kena sasaran. Literasi adalah salah satu program wali kelas di MTsN 2 Garut dan saya sebagai wali kelas IX-B saya sekaligus memimbing mereka baik dalam program hafalan juz ke 30 ataupun memberikan contoh langsung mengenai bagaimana cara menulis karya ilmiah. Contoh wali kelas yang visioner terbukti dengan prestasi yang diraih oleh Fathya juara 1 kategori sejarah pada bulan Agustus tahun 2020, Anggita dan Amelia meraih juara 3 kategori ekonomi lomba karya ilmiah tingkat Jawa Barat pada bulan September 2021.

3.       Niat yang tulus

Fungsi niat yaitu untuk membedakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Awalilah dengan niat yang tulus maka apa yang akan kita kerjakan insha Allah akan berjalan lancar. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh  Umar ibn al-Khathab bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Perbuatan itu bergantung pada niat. Bagi setiap apa yang ia niatkan”. Bersihkan hari dan fikiran kita, selalu bersikap positif, libatkan Tuhan di setiap langkah kehidupan agar menjadi pengingat dan bersyukur atas nafas yang diberikan-Nya dalam kehidupan ini.

4.       Memiliki rencana yang matang

Rencana yang telah kita buat tidaklah cukup, buatlah Plan ABCD agar jika plan A tidak berhasil maka kita ganti ke plan B, jika plan B hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan pindahkan ke plan C, selanjutnya jika plan C gagal segera berpalinglah ke plan D. Kita harus memiliki mental seperti bola yaitu semakin meltal kita ditekan maka kita akan semakin kuat. Pesan moralnya adalah tetaplah berusaha semaksimal mungkin, tidak putus asa, tidak bosan, jika lelah boleh istirahat dulu tetapi kemudian segeralah bangkit kembali. Ingatlah manusia berencana tetapi Tuhanlah yang menentukan, berusaha dahulu jangan sampai kalah sebelum perang.

5.       Disiplin dan tepat waktu

Disiplin pangkal keberhasilan begitulah pepatah lama yang masih terus berlaku sampai saat ini. Generasi muda yang mampu menaklukkan hawa nafsunya sendiri adalah calon pemimpin masa depan yang berkualitas dan berkarakter. Setelah disiplin imbangilah dengan tepat waktu dalam mengerjakan segala sesuatu tak terlepas dari hal sekecil apapun itu. Jangan pernah meremehkan apapun. Islam mengajarkan manusia agar mengahrgai waktu sebagimana tertulis dalam surat Al-Asr ayat 1-3 yang artinya “Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang=orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”. 

6.       Bertanggung Jawab

Sedini mungkin marilah kita belajar untuk bertanggung jawab terhadap keputusan apapun yang telah kita buat. Sebagai contoh saya bertugas di MTsN 2 Garut maka saya harus menerima segala sesuatu yang ada didalamnya baik itu peraturan, keadaan lingkungan madrasah, guru-guru, staf TU, dan yang lainnya sampai konsekuensi sekecil apapun saya terima, saya taati maka jika sudah sinkron apapun yang akan saya lakukan akan terasa nyaman. Meskipun pada kenyataannya tidaklah mudah dalam meraih kenyamanan namun, alangkah bijaknya jika kenyamanan itu kita sendirilah yang menciptakannya.

7.       Bersungguh-sungguh

Generasi muda yang dinamis akan terlihat dari sikapnya ketika menerima tugas dari gurunya. Hasil pekerjaannya akan terlihat rapi, tidak asal jadi, dikerjakan tepat waktu dan hasilnya akan sangat memuaskan. Sebagaimana pepatah mengatakan bahwa barang siapa yang bersungguh-sungguh mengerahkan segala kemampiuannya, maka dia akan berhasil. Allah berfirman dalam Surat Al-Insyirah ayat 7,  “kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain.”

8.       Bekerja keras

Ketika kita menemukan kesulitan dalam melaksanakan tugas maka sikap pertama yang harus kita lakukan adalah bertanya kepada ahlinya, mencoba untuk memulai lalu memperbaikinya jika masih ada yang perlu dikoreksi lalu jika masih terasa ada yang kurang maka solusi berikutnya adalah meminta bimbingan khusus sampai apa yang kita anggap sulit akan bias dikerjakan sampai tuntas. Karakter maju bergerak pantang mundur adalah refleksi dari sikap individu yang bekerja keras, tidak ada kata menyerah sampai tuntas.

9.       Try and error

Dalam melakukan sesuatu fikirkan setiap resiko yang akan kita ambil. Hasil yang sesuai prediksi itu tidak aka nada masalah namun jika sekiranya kita sudah berusaha keras dan hasilnya mengecewakan stop di sana, Tarik anfas dan ingatlah pada niat awal bahwa tugas manusia berusaha dan berdoa semaksimal mungkin dan hasilnya kita terima nanti kita coba lagi di lain kesempatan. Orang yang gagal itu bukan orang yang tidak berhasil melainkan orang yang sama sekali tidak pernah mencoba.

10.   Konsisten

Wali kelas yang memiliki sikap tetap pada pendirian, tidak berubah atau plin plan, selalu menepati janjinya, konsentrasi, tangguh,  bisa dipercaya, mahir, berhati-hati, pantang menyerah, dan dapat diandalkan.  Sikap konsisten akan membawa dampak positif bagi semua orang terutama peserta didik baik secara pribadi maupun bagi orang-orang di sekitarnya. Wali kelas yang konsisten akan membentuk karakter peserta didik yang sadar bahwa kegagalan bisa saja terjadi bila mereka kurang berpengalaman dan  kurang pengetahuan. Maka dari itu membangun karakter peserta didik perlu memerhatikan sikap konsisten dari keteladanan wali kelas mereka.

11.   Tawakkal

Akhir dari usaha dan doa adalah tawakkal kepada Allah. Memaksimalkan doa dan ikhtiar, meminimalisir harapan adalah sikap yang harus terus dipertahankan agar tetap ikhlas dalam menerima hasil dari ikhtiar lalu diakhiri dengan berserah diri dan lapang dada. Insha Allah hasil apapun yang akan kita terima akan terasa ringan dan berjalan sesuai prediksi. Kalah atau menang, berhasil atau gagal, target yang tercapai ataupun tidak maka semua akan bisa kita terima dan lalui dengan tabah.  Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Ahzab ayat 3 “ dan bertawakallah kepada Allah. Dan  cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

Setelah kita mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus diperesiapkan wali kelas untuk membangun karakter peserta didik maka sesuai testimoni perjalanan pribadi saya baik melalui pembelajaran tatap muka, secara daring, ataupun melalui blended learning hasilnya akan terlihat setidaknya setelah satu tahun berjalan. Karakter kelas IX-B membentuk sikap tangguh, disiplin, kompak, agamis, aktif dalam pembelajaran, solidaritasnya tinggi dan berprestasi apalagi ketika Hari Guru Nasional tiba, mereka datang ke rumah saya dalam keadaan basah kuyup karena hari itu hujan lebat demi memberikan satu kotak donat dan mengucapkan selamat Hari Guru kepada walikelasnya mereka naik motor berbondong-bondong. Saya sempat khawatir akan kesehatan mereka tapi kenapa mereka tidak memperdulikannya.

"Guru kencing berdiri, siswa kencing berlari" peribahasa ini memiliki makna guru merupakan manusia teladan yang segala tindak tanduknya selalu dicontoh oleh anak didiknya, artinya betapa penting dan besarnya pengaruh guru untuk membangun karakter peserta didik. Guru harus menjadi teladan dan role model sekaligus menjadi mentor dalam mewujudkan perilaku yang berkarakter melalui olah piker, olah hati, dan olah rasa. Keteladanan wali kelas yang harus ditanamkan kepada peserta didik adalah sikap jujur, akhlak yang baik dan keikhlasan tentunya juga harus ditempuh dengan kolaborasi dengan orang tua peserta didik agar hasil yang dicapai bias sesuai dengan apa yang kita harapkan yaitu membangun karakter positif demi masa depan yang cerah.

 

Biodata

Nurul Jubaedah lahir di Garut, 19 Mei 1978. Pangkat/golongan : Pembina/IV-a. Latar belakang pendidikan  : D1 Akuntansi (1995), S1 PAI di UNIGA ( 2001), S1 Bahasa Inggris di STKIP Siliwangi Cimahi (2007), S2 PAI di UIN SGD Bandung (2012). Prestasi : Pembimbing KIR : Membimbing 27 judul Karya Ilmiah Remaja (KIR) kategori Sosial Budaya dan menghantarkan peserta didik juara 1,2,3, dan harapan 1 kategori Sejarah, Geografi, dan Ekonomi (Tingkat Provinsi), harapan 1 dan 2 (Tingkat Nasional)  (Juli 2019 - September 2021), lolos guru berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah (2021), lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah (Februari 2022). Karya : 12 buku  antologi (Januari-April 2022). 510 konten pendidikan di canal youtube a.n Nurul Jubaedah. Website : 17 Artikel a.n Nurul Jubaedah (Oktober 2021-April 2022Instagram (nj_78).

 

Surat untuk Presiden: Guru Tidak Meminta Dipuji, Kami Hanya Ingin Dapat Bertahan Mengajar

  Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia, Perkenankan saya menulis surat ini bukan sebagai pengamat pendidikan, bukan pula sebagai ahli ...